Loading...

Penanganan Keong

Penanganan Keong
Budidaya tanaman padi tak lepas dari kendala hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman padi di wilayah Kecamatan Kebumen adalah keong mas. Biasanya, jenis hama ini menyerang tanaman pada masa vegetative, terkadang dari masa pembibitan. Cara kerja hama ini dalam merusak tanaman padi adalah dengan mengikis (memarut) jaringan tanaman lalu memakannya. Adanya serangan keong mas akan mempengaruhi hasil panen padi. Oleh karena itu, petani sebaiknya mengetahui beberapa cara yang tepat untuk mengendalikannya. Berkaitan dengan permasalahan tersebut di atas, maka pada kamis (10/5) saat pertemuan kelompok tani “Sumber Rejeki” di Desa Adikarso, Ika Mayasari, SP, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kebumen memberikan pembinaan mengenai cara pengendalian hama tanaman padi khususnya keong mas. Dijelaskan bahwa pengendalian keong mas hendaknya memperhatikan dan menerapkan pengendalian hama secara terpadu (PHT), jadi meski tanamanpadi telah besar berumur > 30 HST pengendalian harus tetap dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk mencegah serangan di musim berikutnya di areal yang sama dan areal sawah sekitarnya. Berikut adalah beberapa cara pengendalian hama keong mas pada tanaman padi: Pemungutan telur keong Sebelum hama keong mas merajalela, langkah yang paling tepat untuk mengendalikannya adalah dengan memungut dan memusnahkan telur keong mas yang menempel pada pangkal batang dan daun tanaman padi. Menaburkan kapur Jika telur hama keong mas sudah terlanjur berkembang menjadi keong mas dewasa yang mengancam lahan persawahan, maka cara lain yangpatut dicoba adalah dengan menggunakan kapur yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Caranya adalah dengan menaburkan kapur tersebut di sekitar lahan, maka hama keong mas akan musnah dengan sendirinya. Pengelolaan air Keong mas aktif pada air yang menggenang, oleh karena itu perawatan tanah dan pengeringan sawah yang baik dapat membantu mengendalikankeong mas. Di sekeliling lahan perlu dibuat parit kecil dengan lebar 15-25 cm dengan kedalaman 5cm untuk memudahkan pengeringan dan juga sebagai titik focus dalam mengumpulkan keong. Penggunaan umpan Membuat perangkap umpan menggunakan dedaunan untuk menarik perhatian keong mas. Daun pisang, tembakau dan papaya diletakkan di sekeliling lahan atau ditepi-tepi sawah dekat dengan saluran air. Setelah hama keong terperangkap pada daun tersebut, selanjutnya tinggal dilakukan pemungutan dan pemusnaha. Pemanfaatan musuh alami Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (30-35HST) agar dapat memakan keong mas secara langsung. Pengendalian secara kimia Pengendalian secara kimia ini dipilih sebagai alternative terakhir jika pengendalian dengan cara mekanis dan alami belum memberikan hasil yang baik. Pestisida yang dapat digunakan adalah yang berbahan aktif Niclos Amida dan Deris. Sebaiknya dipilih produk-produk yang tersedia di took pertanian yang memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan lingkungan Penyuluh Pertanian Kecamatan Kebumen menegaskan bahwa perlu diperhatikan bahwa pengendalian keong mas harus didasarkan pada pengetahuan tentang perilaku dan siklus hidup keong ma situ sendiri. Sehingga bagi petani yang akan melakukan pengendalian, sebaiknya perlu mengetahui siklus hidup keong mas terlebih dahulu agar pengendalian berhasil dengan efektif. (Abriani Muji H, A.Md)