Loading...

PENANGANAN MASALAH REPRODUKSI PADA SAPI

PENANGANAN MASALAH REPRODUKSI PADA SAPI
Gangguan reproduksi dapat menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan sapi betina yang berdampak terhadap tingkat kebuntingan dan menurunkan produksi pedet. Manajemen pemeliharaan yang buruk sering mengakibatkan gangguan reproduksi.Kondisi pakan yang buruk yang menyebabkan malnutrisi mengakibatkan siklus berahi yang lebih pendek; kurang dari 18 hari dan berahi tenang; kurang dari 4 jam. Pada kondisi malnutrisi berat siklus berahi sering tidak disertai dengan pelepasan sel telur dari indung telur sehingga perkawinan tidak akan menghasilkan kebuntingan atau bahkan sapi tidak menunjukkan tanda-tanda berahi.Gangguan fungsional reproduksi sering disebabkan oleh ketidak seimbangan hormon. Sista ovarium adalah benjolan berisi cairan di dalam ovarium yang memiliki ukuran lebih besar dari folikel masak sehingga menyebabkan folikel masak terus membesar dan tidak berovulasi dan tetap tinggal di ovarium paling sedikit 10 hari lebih lama dari seharusnya sehingga ternak tidak berahi atau berahi berkepanjangan. Peristiwa ini disebabkan oleh rendahnya kandungan luteinizing hormon yang mungkin disebabkan oleh kekurangan pakan berprotein. Pemberian hormon prostaglandin membantu berahi dan ovulasi menjadi normal kembali.Berahi tenang adalah peristiwa ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur tetapi tidak disertai dengan gejala berahi yang jelas. Berahi tenang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen yang disebabkan kekurangan pakan berprotein dan kekurangan mineral dan vitamin. Pemberian tambahan hormon prostaglandin dapat mengembalikan lama waktu berahi.Gangguan reproduksi disebabkan bakteri dan jamur seperti peradangan pada saluran reproduksi dan vagina sering terjadi pada peternakan dengan manajemen yang buruk. Peradangan disebabkan oleh infeksi bakteri sering terjadi pada induk yang baru beranak karena proses kembalinya kandungan pada ukuran yang normal berjalan sangat lambat menyebabkan munculnya cairan putih kekuningan keluar dari vagina. Hal ini dapat menurunkan kesuburan induk sehingga meningkatkan angka service per conception yang akhirnya memperpanjang interval beranak. Pengeluaran cairan yang berkepanjangan sering menyebabkan kemajiran. Peradangan uterus juga dapat terjadi disebabkan oleh karena adanya gangguan yang menyebabkan munculnya cairan pada vagina dan ternak tidak menunjukkan tanda berahi. Penanganan medis dilakukan dengan memberikan preparat antibiotik berspektrum luas.Sumber : Buku Petunjuk Praktis Manajemen Umum Pembiakan Sapi BaliPenulis : Hamzar, Sp