Loading...

Penanganan Panen Dan Pasca Panen Sayur Organik

Penanganan Panen Dan Pasca Panen Sayur Organik
Penanganan panen dan pasca panen sayur sering di anggap sepeleh oleh petani,namun tidak ditangani atau dilakukan secara baik akan menyebabkan hasil panen banyak yang rusak . Sayuran organik banyak permintaannya dan diminati oleh konsumen karna tidak tercemar dan mengandung bahan kimiawi sehingga sangat baik untuk kesehatan manusia. Dengan memanfaatkan potensi air yang ada dan pupuk kandang yang berlimpah petani temotifasi untuk mengembangkan sayur pitcai organic, namun kendala yang di alami oleh petani jarak sumber air ke lokasi pengembangan sayuran sekitar 600 m, namum petani secara gotong royong bersama anggota keluarga mengambil air dengan menggunakan jergen 5 liter dan 20 liter untuk menyiram sayur pagi dan sore. Sayuran seperti produk holtikultura lainnya,merupakan produk pertanian yang mudah rusak sehingga memerlukan penanganan mulai dari saat panen harus hati – hati agar kwalitasnya panen baik dan memiliki harga jual yang tinggi di konsumen. Panen Untuk menghindari kerusakan sayuran saat panen perlu diperhatikan : Hasil panen sayuran diusahakan jangan sampe terjatuh/tergores karna luka yng disebabkan oleh hal tersebut akan menyebabkan terjadinya pembusukan Gunakan alat panen seperti pisau atau gunting yang tajam Wadah atau keranjang yang digunakan untuk penampungan hasil panen harus kuat dan mudah dibersihkan Setiap jenis sayuran memiliki kriteria tanaman siap panen yang spesifik atau berbeda namun pada umumnya sayuran siap panen dapat di lakukan dengan cara sederhana yakni : Visual, yaitu denagn adanya perubahan warna,bentuk dan ukuran,daun – daun sudah mulai mengering Fisik,yaitu dengan cara menghitung jumlah hari setelah benih di tanam hingga siap panen (umur 45 sampe 60 hari) Panen sayur di lakukan dengan cara manual yakni cabut atau dengan bantuan alat pisau dan parang. Penanganan setelah panen sayuran dapat dilakukan dengan cara : Pengumpulan. Lokasi pengumpulan harus dekat dengan lokasi pemanenan sehingga tidak terjadi penyusutan akibat pengangkuatan dari dan ke tempat pengumpulan, selain itu hasil panen harus terhindar dari kontak langsung sinar matahari agar hasil panen tidak cepat layu. Sortasi. Pemisahan sayuran yang berkwalitas kurang baik seperti cacat, luka,busuk dan bentuknya tidak normal. Kegiatan ini juga di lakukan di tempat yang teduh Pembersihan dengan menggunakan air. Tujuan pembersihan agar sayuran terbebas dari kotoran atau sisa tanaman yang menempel pada hasil panen Pengkelasan . Pengkelasan di lakukan berdasarkan berat,ukuran,bentuk,warna dan cacat lainnya untuk mendapatkan sayuran yang bermutu baik. Pengemasan. Tujuan pengemasan melindungi atau mencegah komoditi dari kerusakan mekanis, menjaga kebersihan dan menciptakan daya tarik bagi konsumen, bahan yang di pakai untuk kemasan terbuat dari keranjang bambu atau keranjang dari anyaman lidi daun gewang. Pemasaran. Petani produsen langsung menjual hasil panennya di pasar dan atau kepada petani atau konsumen dengan harga 3.000 s/d 5.000/pohon. PENULIS : RONI M. W KOTTO, STP PENYULUH THL TBPP BPP TOIANAS KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN