Loading...

Penanganan Panen Jagung

Penanganan Panen Jagung
Kegiatan panen jagung merupakan kegiatan untuk menghasilkan produksi. Hasil panen jagung, tidak semua berupa jagung tua atau matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Ada panen untuk tujuan sayur, ada untuk tujuan panen jagung muda yang dimanfaatkan untuk tujuan jagung rebus atau jagung bakar, maupun untuk tujuan makanan pokok, pakan ternak, untuk tujuan benih dan keperluan lainnya yang akan dipanen jika sudah matang fisiologis. Penentuan saat panen yang tepat, merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas produksi. Pemetikan jagung pada waktu yang tidak atau kurang tepat maupun kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas produksi jagung, butir jagung menjadi keriput , dan bahkan setelah pengeringan akan pecah, terutama bila dipipil dengan alat. Beberapa ciri tanaman jagung dapat dipanen sesuai dengan tujuannya serta cara panen dan periode panen dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Ciri dan umur panen a. Panen jagung untuk tujuan jagung pipilan kering Ciri jagung yang siap dipanen dapat disampaikan sebagai berikut : • Umur panen sekitar 86-96 hari setelah tanam. • Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. • Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas. b. Panen jagung untuk tujuan sayur Panen jagung untuk tujuan sayur berupa jagung muda (baby corn), dipanen sebelum bijinya terisi penuh. Biasanya diameter tongkolnya baru mencapai 1-2 cm. c. Panen jagung untuk direbus atau dibakar Panen jagung untuk direbus atau dibakar biasanya dipanen ketika matang susu dengan tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bila biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. 2) Cara panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya, atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Pada lahan yang luas dan rata, sangat cocok dan dianjurkan untuk menggunakan alat mesin pemetikan. 3) Periode panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat, kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas produksi jagung, butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah, terutama bila dipipil dengan alat. Jagung untuk keperluan sayur, dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus, tidak harus menunggu sampai biji masak, tetapi dapat dilakukan kurang lebih 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. Dengan uraian tersebut di atas diharapkan masyarakat dapat menentukan saat panen jagung yang tepat sesuai dengan tujuannya, sehingga kualitasnya dapat terpenuhi. Dengan demikian, maka harganyapun akan menjadi lebih baik. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Bertanam Jagung, Tim Karya Tani Mandiri, Seri Budi Daya Tanaman. 2010. 2) http://www.google.com 3) http://wahyouwidie.blogspot.com