Salak merupakan salah satu produk hasil pertanian yang mempunyai sifat mudah rusak (perishable). Kerusakan yang terjadi pada salak yang telah dipanen, disebabkan karena buah salak tersebut masih melakukan proses metabolisme dengan menggunakan cadangan makanan yang terdapat dalam salak tersebut. Penanganan segar buah salak bertujuan untuk memperpanjang kesegaran dan menekan tingkat kehilangan hasil yang dilaksanakan melalui pemanfaatan sarana dan teknologi yang baik. Sumber : http://riau.litbang.pertanian.go.id/ Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menambah nilai jual salak lewat kegitan pasca panen, antara lain : Pembersihan Pembersihan salak bertujuan untuk memisahkannya dari sisa-sisa duri, serasah, dan seludang yang melekat. Pembersihan dapat dilakukan dengan kuas atau sikat, cara membersihkannya pun berbeda dari buah lainnya. Bersihkan salak dengan gerakan searah dengan sisiknya agar tidak merusak kulit buah. Sortasi dan Penggolongan Sortasi bertujuan memilih buah yang baik, tidak cacat, dan dipisahkan dari buah yang busuk, pecah, tergores atau tertusuk. Juga berguna untuk membersihkan buah salak dari kotoran, sisa –sisa duri, tangkai dan ranting. Penggolongan bertujuan untuk: a.) mendapat hasil buah yang seragam (ukuran dan kualitas), b.) mempermudah penyusunan dalam wadah/peti/alat kemas, c.) mendapatkan harga yang lebih tinggi, d.) merangsang minat untuk membeli, e.) agar perhitungannya lebih mudah, f.) untuk menaksir pendapatan sementara Pengemasan dan Pengangkutan (Transportasi) Tujuan pengemasan adalah untuk melindungi buah salak dari kerusakan, mempermudah dalam penyusunan, baik dalam pengangkutan maupun dalam gudang penyimpanan dan untuk mempermudah perhitungan. Syarat Pengemasan untuk buah salak: a.) alat pengemas harus berlubang, b.) harus kuat, agar buah salak terlindung tekanan dari luar, c.) dapat diangkut dengan mudah, d.) ukuran pengemas harus disesuaikan dengan jumlah buah. Pada pengemasan buah salak, kerusakan yang terjadi umumnya adalah kerusakan fisik (pememaran, goresan, retak/ pecah dan luka) dan kerusakan mikrobiologis. Pengangkutan merupakan mata rantai penting dalam penanganan, penyimpanan dan distribusi buah-buahan. Syarat-syarat pengangkutan untuk buah salak: a.) Pengangkutan harus dilakukan dengan cepat dan tepat, b.) Pengemasan dan kondisi pengangkutan yang tepat untuk menjamin terjaganya mutu yang tinggi, c.) Harapan adanya keuntungan yang cukup dengan menggunakan fasilitas pengangkutan yang memadai. Penyimpanan Penyimpanan salak dapat dilakukan di dua lokasi yaitu tempat penampungan sementara dan gudang penyimpanan. Salak yang dimasukkan kedalam tempat penyimpanan sementara adalah salak yang akan segera dijual ke pasar sedangkan salak yang berada di gudang penyimpanan harus dilakukan tahap sortasi dan pengemasan terlebih dahulu. Penyimpanan salak juga dapat memperpanjang daya guna dan memperbaiki mutunya karena buah yang sudah masak dapat menghasilkan gas etilen yang membuat salak lain yang belum matang menjadi matang. Pemasaran Masalah pemasaran adalah tahap paling penting dari seluruh proses pasca panen karena tahap inilah yang menentukan berhasil tidaknya suatu bisnis. Komoditas yang segar dan berkualitas tentu akan membuat harganya tinggi apalagi diiringi dengan kegiatan pengemasan yang menarik. Bergabung dengan komunitas yang mewadahi petani buah-buahan juga merupakan langkah yang tepat karena usahamu akan memiliki jaringan pemasaran yang kokoh. Sumber : H. Rahmat Rukmana.2010. Pasca Panen Salak. Kanisius Badan Litbang.2012. Penanganan Pasca panen salak http://riau.litbang.pertanian.go.id/ Penulis : Iman Priyadi, SP (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id