Loading...

Penanganan Pascapanen Buah Manggis

Penanganan Pascapanen Buah Manggis
Untuk mendapatkan buah manggis yang mempunyai mutu yang sesuai dengan permintaan pasar dapat dilakukan dengan penerapan penanganan pascapanen yang baik dan benar. Penanganan pascapanen manggis,sebagai berikut : Pengumpulan. Pengumpulan buah manggis setelah panen mempunyai persyaratan,yaitu lokasi pengumpulan dekat dengan tempat panen, dan pengangkutan ke tempat pengumpulan dengan menggunakan wadah keranjang atau karung goni. Lokasi pengumpulan buah manggis harus teduh. Pengangkutan ke bangsal/rumah kemasan. Bangsal atau rumah berfungsi untuk pengumpulan buah agar terhindar dari pengaruh lingkungan (angin,pans,dan hujan). Setelah panen buah manggis dibawa dan dikumpulkan di lokasi,bangsal,gudang yang sudah disediakan. Tempat penumpukan buah manggis pada bagian bawahnya dipasang palet sehingga ada udara yang bisa lewat. Sortasi. Untuk mendapatkan buah manggis yang seragam dilakukan sortasi. Sortasi bertujuan untuk memilih buah yang berwarna hijau dengan sedikit ungu sampai ungu merah 50 % dan mempunyai kulit yang mulus. Grading. Manggis untuk konsumsi segar digolongkan atas tiga kelas, yaitu a) Kelas Super. Manggis kelas ini harus berkualitas super dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Buah manggis harus bebas dari cacat pada permukaan kulit. Kualitas simpan dan keberadaan produk dalam kemasan . Getah bening dan getah kuning tidak lebih dari 5 %, b) Kelas A. Buah manggis yang masuk kelas ini berkualitas baik dan sesuai denga varitas komersial. Cacat pada buah masih diperbolehkan sejauh tidak mempengaruhi penampilan produk dalam kemasan. Total areal yang cacat tidak lebih dari 10 % dari luas seluruh permukaan buah dan cacat tidak mempengaruhi daging buah serta getah bening dan getah kuning tidak lebih dari 10 %, c) Kelas B. Buah manggis pada kelas ini berkualitas baik dan sesuai dengan varitas komersial. Cacat pada buah masih diperbolehkan sejauh tidak mempengaruhi penampilan dan keberadaan produk dalam kemasan. Total areal yang cacat tidak lebih dari 10 % dari luas seluruh permukaan buah dan cacat tidak mempengaruhi daging buah. Pelabelan. Pelabelan bertujuan untuk menunjukkan identitas produk (jenis,jumlah ,berat,saat masak,dan nama produsen). Label ditempelkan pada kotak kemasan dan diberi sticker kecil yang ditempelkan pada buah sebagai identitas kelas buah dan produsen. Pengemasan. Pengemasan bertujuan untuk melindungi produk untuk mencegah kerusakan fisik, menciptakan daya tarik produk, meningkatkan nilai tambah, dan menekan kerusakan hasil. Bahan yang digunakan untuk pengemasan menggunakan kotak karton. Setiap kemasan untuk kotak karton berisi 2 kg manggis, sedangkan untuk keranjang plastik berisi 10 kg. Didalam kotak kemasan disimpan bahan pelapisdari potongan kertas, jerami atau serutan kayu. Untuk kualitas ekspor, manggis yang dikemas dalam kontainer sesuai dengan rekomendasi internasional untuk pengemasan dan pengangkutan buah dan sayuran segar. Penyimpanan. Selama ini penyimpanan setelah panen hanya bersifat sementara, yaitu selama 1 – 2 hari atau selama proses grading dan packaging. Penyimpanan bertujuan untuk memperpanjang daya tahan buah pada suhu tertentu agar dapat dikonsumsi dalam keadaan baik. Buah manggis merupakan buah klimaterik sehingga buah dapat matang selama penyimpanan. Puncak klimaterik dicapai setelah penyimpanan 10 hari pada suhu ruang. Buah manggis yang dipanen setelah buah berumur 104 hari dihitung mulai bunga mekar, warna kulit buah manggis masih berwarna hijau denga sedikit ungu muda pada permukaan kulit buahnya. Enam hari setelah dipanen warna kulit buah menjadi ungu tua. Pengangkutan. Pengangkutan merupakan salah satu mata rantai penghubung kegiatan pascapanen, sortasi, grading,pengemasan dari lahan usahatani sampai diangkut ke tempat pengumpul dan selanjutnya dibawa ke tempat pengemasan, gudang, tempat pengiriman,pelabuhan dan pabrik oleh pedagang pengecer, pedagang perantara, pedagang besar, importir dan eksportir serta pengusaha pabrik. Dalam menggunakan transportasi yang harus diperhatikan, yaitu sifat/karakteristik produk, lama perjalanan, jenis angkutan, suhu penyimpanan, dan hindari gesekan dan benturan. Tingkat kerusakan/kehilangan hasil komoditas manggis dapat ditekan dengan penerapan penanganan pascapanen yang baik dan benar. Dengan penerapan pascapanen komoditas manggis yang baik dan benar dapat meningkatkan mutu, mempunyai daya saing yang tinggi, meningkatkan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan petani. Sumardi Sumber : Ditjen Hortikultura Bahan bacaan lainnya.