Loading...

PENANGANAN PASCAPANEN KACANG TANAH UNTUK BENIH

PENANGANAN PASCAPANEN KACANG TANAH UNTUK BENIH
Penanganan pascapanen merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam produksi benih kacang tanah. Penanganan yang kurang tepat dapat mempengaruhi mutu fisik dan fisiologis benih. Berikut tahapan penanganan panen dan pascapanen kacang tanah untuk menghasilkan benih. 1. Panen Penting diperhatikan dalam panen adalah waktu panen. Panen sebaiknya dilakukan pada saat 70% polong pertanaman telah mencapai masak fisiologis. Masak fisiologis ditandai dengan warna gelap sisi dalam kulit polong. Panen dilakukan dengan mencabut tanaman pada tingkat kelembaban tanah tertentu sehingga polong tidak tertinggal di lapang akibat tanah yang terlalu kering. 2. Perontokan Penanganan selanjutnya polong dirontok secara manual. Perontokan sebaiknya dilakukan segera setalah dicabut. Untuk menghindari kerusakan polong, perontokan dianjurkan dilakukan secara manual. 3. Pembersihan dan Sortasi Pembersihan dilakukan untuk memisahkan polong dari campuran bahan lain (umumnya tanah). Sortasi/pemilihan dilakukan terhadap polong yang sudah dijemur kering. Sortasi dilakukan dengan memisahkan polong hampa, keriput atau polong varietas lain (dapat dikenali dari ukuran, atau jumlah biji perpolong). 4. Pengeringan Proses pengeringan yang murah dan mudah adalah dengan menggunakan sinar matahari. Biji yang sudah kering ditandai dengan mudahnya kulit biji terkelupas. Pada kondisi tersebut kadar air kira-kira mencapai 11-12%. Untuk menjaga kualitas benih, penjemuran dilakukan selama setengah hari. Penjemuran menggunakan alas, dapat berupa tikar atau terpal. Selama penjemuran, perlu dilakukan pembalikan agar benih tidak terbakar. Benih yang baru dijemur dan masih dalam kondisi panas jangan ditumpuk.Jika pemanenan dilakukan pada musim hujan, pengeringan dapat menggunakan dryer (pengering), atau dengan menghamarkan atau menggantung polong dalam rak. 5. Pengemasan Untuk menghambat masuknya uap air, benih sebaiknya dikemas menggunakan bahan pengemas kedap udara. Sebagai pelapis karung, dapat menggunakan kantong plastik bening atau buram kapasitas 10-12 kg dengan ketebalan 0.08 mm. Dalam kondisi tersebut, benih dapat bertahan selama 8 bulan pada ruang simpan tanpa perangkat pendingin. Dalam jumlah kecil, penyimpanan benih dapat menggunakan kaleng tertutup rapat. 6. Penyimpanan Penyimpanan benih dalam kemasan sebaiknya menggunakan alas kayu atau rak-rak kayu. Hal ini dilakukan agar kemasan tidak bersinggungan langsung dengan lantai/tanah. Hindari serangan tikus atau hewan pengganggu lain. Upayakan penyimpanan benih dalam ruangan tersendiri (tidak dicampur dengan bahan-bahan lain). Sumber: Purnomo., J., N. Nugrahaeni., T. Sundari., D. Harnowo. 2013. Petunjuk Teknis Teknologi Produksi Kacang Tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com