Loading...

Penanggulangan BVD (Diare Ganas) pada Sapi

Penanggulangan BVD (Diare Ganas) pada Sapi
I. Cara PenularanVirus BVD sangat mudah rusak jika berada di luar tubuh hewan ( alam) baik oleh sinar matahari maupun desinfektan. Namun penyakit ini memiliki potensi untuk menular antara hewan dari kontak langsung hewan yang menderita BVD, baik yang akut maupun yang presistent melalui peroral (lewat mulut/makanan) maupun perinhalasi (melalui pernafasan). Adapun bahan dan peralatan yang menjadi agen penular adalah : leleran hidung, jarum suntik, kotoran, air minum dan makanan.II. Tanda KlinisTanda klinis penyakit BVD dapat dikelompokkan 3 kategori yaitu BCV Acute (ganas), BVD Uterus dan BVD Persistent.Tanda – tanda klinis BVD Acute (ganas) antara lain :Diare hebatDemamKeluar cairan dari hidung dan mataDepresiKematian hewanTanda – tanda klinis BVD uterus antara lain :Kluron (abortus)Adanya infeksi turunan ke anakKecacatan turunan (conginental)Mumifikasi fetus (infeksi pada awal kebuntingan)Tanda – tanda Klinis BVD Persistent antara lain:Diare profus dengan ulser pada permukaan ususTerjadi pada usia mudaKematian 50% terjadi pada umur di bawah satu tahunIII. DiagnosaDiagnosa penyakit BVD didasarkan pada tanda klinis dan pemeriksaan laboratorium secara serologis, isolasi virus dan PCR test. Sampel diambil berupa swab hidung serum dan jaringan.IV. Kelainan Pasca MatiTerdapat ulserasi pada mulut, kerongkongan.Pendarahan pada mucosa batang tenggorokan.Pada tinja atau kotoran mengandung bintik-bntik darah.V. Tindakan PencegahanPembelian ternak baru harus dari ternak yang telah bebas dari BVD dengan peneguhan uji laboratoriumPenggunaan kawin buatan (IB) dengan semen yang telah diuji bebas BVDMelakukan vaksinasi dengan vaksin mati (killed) atau miodifikasi vaksin hidup.VI. Menerapkan prinsip biosecurity secara ketat meliputi antara lain :Tindakan isolasi berupa penanganan ternak dan pengelompokan ternak berdasarkan spesies.Tindakan higiene dan sanitasi berupa kebersihan saran dan prasarana peternakan, desinfeksi kandang serta kebersihan pekerjaan kandang.Tindakan lalu lintas berupa pembatasan orang, ternak lain serta peralatan peternakan yang masuk dan keluar kandang ternak.VII. KewaspadaanMelibatkan tim surveilance yang ada di daerah dengan menoptimalkan kegiatan surveilance Tim Participatory Disease Searching (PSD) dan Participatory Disease Respon (PRD) di Kabupaten/kota se Jawa Timur.Keterlibatan peternak dalam melaporkan adanya kejadian diare ganas kepada petugas peternakan atau dokter hewan puskesmas.Segera melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sangkaan adanya diare yang profuse dan hebat guna mengetahui secara dini penyebab penyakit.Pemeriksaan kesehatan hewan harus selalu dilakukan terhadap ternak yang baru sehingga kemungkinan terjadinya infeksi dari ternak lainnya dapat diminimalisir.