Loading...

Penanggulangan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai

Penanggulangan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai
Setiap musim mempunyai tantangan tersendiri bagi para petani di Kota Kendari. Pada musim kemarau biasanya banyak terjadi ledakan hama, sedangkan pada musim hujan banyak terjadi ledakan penyakit terutama yang berkaitan dengan bakteri dan jamur.Kondisi lingkungan yang lembab dan basah menjadi kondisi yang nyaman bagi perkembangan patogen atau sumber penyakit. Ketika musim penghujan tiba, akan terlihat banyak penyakit bermunculan, antraknosa salah satunya.Hingga saat ini antraknosa (patek) masih menjadi penyakit utama pada tanaman cabai, karena penyakit ini sangat susah sekali untuk dikendalikan. Penyakit ini dapat membawa kerugian besar bagi petani. Bahkan Balai Penelitian Holtikultura Lembang mengatakan bahwa hasil panen cabai dapat berkurang hingga 50 – 100% pada musim hujan, terutama jika tidak dikendalikan dengan cepat dan tepat. Penyakit antraknosa pada cabai salah satunya disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici. Faktanya, jamur-jamur penyebab penyakit antraknosa tidak hanya menyerang bagan buah cabai saja, tetapi juga menyebar hingga ke batang, ranting, dan daun. Oleh karena itu, petani harus was-was dengan jenis penyakit cabai yang satu ini. Berikut langkah-langkahnya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi antraknosa: Perhatikan lingkungan penanaman cabai Jamur penyebab antraknosa berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki kelembaban yang tinggi disertai suhu udara yang juga tinggi.Oleh karena itu, pastikan lingkungan penanaman cabai tidak banyak terdapat genangan air, karena ini dapat menjadi tempat yang sangat baik untuk perkembangan Colletotricum capsici dan Gloeosporium sp.Selain itu, kita juga perlu memastikan bahwa lokasi penanaman cabai kita bukanlah bekas lahan yang ditanami tanaman famili solanaceae seperti terong, tomat, paprika dan tanaman lain yang satu famili dengan cabai.Hal ini dikarenakan spora jamur Colletotricum capsici dan Gloeosporium sp dapat bertahan di dalam tanah hingga waktu tahunan. Perhatikan jarak penanaman Usahakan menanam cabai dengan membuat jarak tanaman yang tidak terlalu rapat.Menggunakan jarak tanam yang agak lebar, sekitar 65-70cm dan ditanam secara zig-zag. Ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban udara serta menjadikan sirkulasi udara lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar.Karena, jika tanaman terlalu rapat dan hujan turun terus-menerus, maka kelembaban lingkungan penanaman tersebut akan semakin tinggi dan membuat jamur cepat berkembang. · Pilih bibit yang sehat Pemilihan bibit tentu sangat berpengaruh pada keberhasilan panen tanaman, termasuk cabai.Oleh karena itu, pilihlah bibit yang berasal dari cabai sehat, bukan bibit dari cabai yang sebelumnya sudah terkena penyakit antraknosa. Hal ini dikarenakan spora jamur masih bisa bertahan pada benih. · Perhatikan penggunaan pupuk dan fungisida Untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, gunakanlah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen rendah.Hal ini dikarenakan unsur Nitrogen dapat akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akhirnya membuat lingkungan tanaman tersebut menjadi lembab.Untuk pemupukan tanaman, gunakanlah pupuk yang mengandung unsur Kalium dan Kalsium yang tinggi.Menambahkan pupuk yang mengandung unsur kalsium tinggi. Pemberian kalsium dapat membuat dinding sel tanaman menjadi lebih kuat dan lebih susah ditembusoleh jamur. Pemberian kalsium dapat dilakukan dengan cara pengocoran dolomit (CaMg(CO3)2). Kedua unsur ini dapat membantu pengerasan kulit buah cabai.Selain itu juga, untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, gunakanlah fungisida dengan bahan aktid mankozeb atau tembaga hidroksi penggunaan fungisida karena sangat penting diterapkan pada tanaman yang rentan terkena jamur. Bahan Fungisida lain yang bisa digunakan yaitu fungisida kontak seperti mankozeb, propineb, klorotalonil, dan tembaga hidroksida. Atau dengan fungisida sistemik seperti benomil, metalaksil, dimetomorf, difenokonazol, tebukonazol, dsb · Lakukan pengamatan tanaman Amatilah tanaman cabai secara rutin. Jika terdapat tanaman yang menunjukkan gejala-gejala terserang antraknosa, segera lakukan penanganan yang tepat. Penanganan dapat dilakukan dengan cara membuat atau membakar buah cabai yang sakit agar jamurnya tidak pindah ke tanaman yang sehat. · Penggunaan mulsa Untuk meminimalisir perkembangan jamur penyebab antraknosa, sebaiknya gunakan mulsa plastik berwarna hitam perak.Mulsa jenis ini dapat memantulkan sinar matahari lebih maksimal ke permukaan bawah daun cabai. Hal ini akan mengurangi tingkat kelembaban di area lingkungan tanaman.Di samping itu, penggunaan mulsa juga efektif untuk menghindari penyebaran spora jamur yang biasanya ikut bersama dengan percikan hujan. Lakukan Perempelan, penyiangan dan pengaturan genangan air Melakukan perempelan tunas air, penyiangan dan pengaturan genangan air. Semua cara tersebut merupakan bagian dari tindakan pencegahan, yang ditujukan agar lingkungan sekitar tanaman tidak lembab, mengingat antraknosa disebabkan oleh jamur yang perkembangannya sangat didukung oleh lingkungan yang lembab. Pohon Cabe, Hasil Panen Cabe Dan Pengamatan Yang Dilakukan Oleh Penyuluh Kota Kendari Dikarenakan beberapa penyebab diatas, maka dari itu ini harus menjadi perhatian pemerintah khususnya Dinas Pertanian Kota Kendari. Beberapa tindakan yang harus diambil oleh Dinas Pertanian Kota Kendari untuk menanggulangi penyakit ini yaitu : Diberikannya bantuan sarana dan prasarana untuk penangulangan hama dan penyakit pada tanaman cabai Pelatihan atau sosialisasi kepada setiap kelompok tani ataupun gabugan kelompok tani Peninjauan langsung para penyuluh pertanian ataupun petugas dari dinas kesetiap lahan petani cabai