Loading...

PENCANANGAN PENANAMAN PERDANA JAGUNG HIBRIDA KEGIATAN TJPS OLEH GUBERNUR NTT

PENCANANGAN PENANAMAN PERDANA JAGUNG HIBRIDA KEGIATAN TJPS OLEH GUBERNUR NTT
Komoditas jagung mempunyai peran yang sangat strategis, baik dalam sistem ketahanan pangan maupun perannya sebagai penggerak roda ekonomi petani. Selain itu, jagung juga berkontribusi terhadap ketersediaan protein, karena jagung menjadi bahan pangan dan bahan baku indistri pangan maupun pakan ternak. Hal ini menjadikan jagung sebagai penarik pertumbuhan industri hulu dan pendorong pertumbuhan industri hilir yang berkontribusi cukup besar pada pertumbuhan ekonomi petani. Dengan demikian, maka permintaan jagung dalam 5 (lima) tahun kedepan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, adanya peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat serta bertumbuhnya industri pakan ternak. Sebagai provinsi yang secara Agroecological termasuk kawasan lahan kering beriklim kering, NTT mempunyai potensi lahan kering yang luas. Salah satu komoditi prioritas yang menjadi andalan bagi masyarakat NTT dalam usaha tani lahan kering adalah jagung. Itu sebabnya pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi jagung di NTT, tidak saja untuk memenuhi ketahanan pangan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Gerakan TJPS Pola Kemitraan dilaksanakan dengan melakukan pendampingan kepada petani/kelompok tani menuju wirausahawan mandiri, dapat mengakses biaya usaha taninya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit lainnya serta menghadirkan offtaker untuk menyiapkan sarana produksi tepat waktu dan sesuai kebutuhan serta membeli hasil dari wirausahawan mandiri. Dengan demikian diharapkan produktivitas jagung yang diusahakan akan meningkat, pendapatan wirausahawan mandiri meningkat sekaligus mendukung ketahanan ekonomi NTT Gerakan TJPS Pola Kemitraan (TJPS-PK) guna mencapai tujuan : a. Meningkatkan produktivitas dan produksi jagung; b. Meningkatkan ketahanan pangan masyarakat; c. Meningkatkan usaha ternak masyarakat; d. Meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat; e. Memberikan arah menuju pertanian terpadu (Integrated Farming System) Kabupaten Sumba Barat sebagai salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur, dalam mendukung program tersebut telah melakukan sosialisasi dan indentifikasi Calon Lahan seluas 136 Ha dari Calon Wira Usaha Mandiri sebanyak 136 orang petani. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. pada tanggal 10 Oktober 2022 melakukan gerakan penananam perdana jagung hibrida, di kelompok tani Puu Maliti yang berlokasi di Kelurahan Weedabbo, Kecamatan Loli. Gerakan Pencanangan Penanaman Perdana ini diikuti oleh para petani sekitar dan anggota kelompok tani Puu Maliti.