Loading...

Pencegahan Kerugian Panen dan Pasca Panen Ubi Jalar

Pencegahan Kerugian Panen dan Pasca Panen Ubi Jalar
Umur panen ubi Jalar ( Ipomoea batatas) yang ideal dimulai pada umur 3 bulan, dengan penundaan paling lambat sampai umur 4 bulan. Panen pada umur lebih dari 4 bulan, selain resiko serangan hama boleng cukup tinggi, juga tidak akan memberikan kenaikan hasil ubi. Tata cara panen Ubi Jalar ( Ipomoea batatas) melalui tahapan sebagai berikut: 1. Tentukan pertanaman ubi jalar ( Ipomoea batatas) yang telah siap dipanen. 2. Potong (pangkas) batang ubi jalar ( Ipomoea batatas) dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan.3. Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya.4. Ambil dan kumpulkan ubi jalar ( Ipomoea batatas) di suatu tempat pengum pulan hasil.5. Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel.6. Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi seca ra terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi terluka ataupun terserang oleh hama atau penyakit.7. Masukkan ke dalam wadah atau karung goni, lalu angkut ke tempat penam pungan ke tempat penampungan (pengumpulan) hasil.Tanaman ubi jalar ( Ipomoea batatas) yang tumbuhnya baik dan tidak mendapat serangan hama penyakit yang berarti (berat) dapat menghasilkan lebih dari 25 ton ubi basah per hektar. Varietas unggul seperti borobudur dapat menghasilkan 25 ton, prambanan 28 ton, dan kalasan antara 31,2 - 47,5 ton perhektar.Penanganan pasca panennya yaitu:1. Pengumpulan Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan2. Penyortiran dan Penggolongan Pemilihan atau penyortiran ubi jalar ( Ipomoea batatas) sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran ubi jalar ( Ipomoea batatas) dapat dilakukan setelah semua pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran dilakukan untuk memilih umbiyang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam/garis-garis pada daging umbi.3. Penyimpanan Penyimpanan ubi yang paling baik dilakukan dalam pasir atau abu. Tata cara penyimpanan ubi jalar ( Ipomoea batatas) dalam pasir atau abu adalah sebagai berikut:a) Angin-anginkan ubi yang baru dipanen di tempat yang berlantai kering selama 2-3 hari.b) Siapkan tempat penyimpanan berupa ruangan khusus atau gudang yang ke ring, sejuk, dan peredaran udaranya baik.c) Tumpukkan ubi di lantai gudang, kemudian timbun dengan pasir kering atau abu setebal 20-30 cm hingga semua permukaan ubi tertutup.d) Cara penyimpanan ini dapat mempertahankan daya simpan ubi sampai 5 bulan. Ubi Jalar ( Ipomoea batatas) yang mengalami proses penyimpanan dengan baik biasanya akan menghasilkan rasa ubi yang manis dan enak bila dibandingkan dengan ubi yang baru dipanen. Hal yang penting dilakukan dalam penyimpanan Ubi Jalar ( Ipomoea batatas) adalah melakukan pemilihan ubi yang baik, tidak ada yang rusak atau terluka, dan tempat (ruang) penyimpanan bersuhu rendah antara 27-300C (suhu kamar) dengan kelembapan udara antara 85-90 %. Penanganan pascapanen umumnya dilakukan pengusaha dengan pengaturan suhu ruang penyimpanan. Sebagai contoh penyimpanan dibawah tanah dengan suhu 10 - 170C tetapi suhu optimal adalah 12 -150C, dengan kelembaban 85 - 90%. Cara tersebut dapat menambah daya simpan sampai 10 bulan. Ditingkat petani suhu rendah sulit diterapkan, Ubi Jalar ( Ipomoea batatas) bila disimpan pada suhu ruangan akan mengalami kerusakan dalam waktu 48 jam karena bakteri Erwiniachaeysanthemi bila tidak segera diproses. Pada umumnya ubijalar dikonsumsi segera setelah pemanenan tanpa penyimpanan lagi, misalnya dengan proses dipanggang, direbus, ditanak atau di goreng. Kadang-kadang ubijalar diiris tipis dan dijemur kemudian dicampur kedalam tepung untuk roti. Dibuat kripik melalui proses penggorengan,ubi jalar tipe orange dapat diproses menjadi bahan sup kental dan sirup. Dengan proses pemanasan menggunakan sinar mata hari ubijalar dapat diproses menjadi kripik dan tepung. Ubi jalar juga dapat diproses menjadi bahan baku industri, bahan olahan yang dapat dihidangkan lebih menarik atau bahan setengah jadi untuk bahan baku proses selanjutnya. Untuk merubah ubijalar dari makanan pokok menjadi makanan yang berorentasi pasar dapat dilakuan antara lain: memperkecil biaya produksi, perbaikan hasil per ha ditingkat petani, memperluas penggunaan dan penyajiannya, dan memprakarsai dan mendorong program pembangunan produk baru. Demikian berbagai cara untuk mencegah agar ubi jalar dapat termanfaatkan, sehingga tidak sampai terjadinya boleng yang berdampak tidak bisa dikonsumsi.Penyunting : Yulia Tri SEmail : yuliatrisedyowati@Yahoo.co.idSumber:1. Apandi, H. 1984.Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian.Jakarta :Departemen Pertanian Kanwil DKI Jakarta2. Rukmana, Rahmat. (1997).Ubi jalar: budi daya dan pascapanen Yogyakarta: Kanisius3. Buku Ubi jalar: Inovasi Teknologi dan Prospek Pengembangan. Puslitbangtan, Bogor 20114. http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_342931.pdf5. http://eprints.undip.ac.id/42355/1/Bab_I,_II_dan_III.pdf