Loading...

PENCEGAHAN SERANGAN PENYAKIT KRESEK PADA TANAMAN PADI

PENCEGAHAN  SERANGAN PENYAKIT KRESEK PADA TANAMAN PADI
PENCEGAHAN SERANGAN PENYAKIT KRESEK PADA TANAMAN PADI Gambar : Serangan penyakit Kresek (Xanthomonas sp ) Tani Wates Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Dalam usaha budidaya pertanian tanaman padi, salah satu penyakit penting yang menjadi kendala petani kita dalam mencapai target produksi adalah penyakit kresek// nglaras/ hawar daun bakteri (HDB). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas sp. Penyakit ini biasanya menyerang pada saat tanaman mulai memasuki masa generatif atau pada usia 50 hari ke atas. Serangan penyakit ini ditandai dengan matinya jaringan tanaman yang ada di pinggir daun dan akan semakin meluas ke arah tulang daun hingga seluruh daun akan tampak mengering. Pada kelembaban yang tinggi, bakteri Xanthomonas sp ini dapat membentuk spora dan menerbangkannya bersamaan dengan tiupan angin sehingga dapat menularkannya pada areal yang jauh lebih luas. Penyakit biasanya menyebar melalui luka – luka yang terdapat pada jaringan daun seperti pemotongan daun pada saat akan tanam ataupun terkena angin kencang sehingga banyak daun yang pecah. Daun-daun tanaman padi yang terserang penyakit ini berbunyi kresek-kresek ketika tertiup angin, makanya penyakit ini biasa disebut penyakit kresek. Tanaman yang terserang oleh Xanthomonas sp tetap akan mengeluarkan malai secara normal. Namun pengisian malai tidak maksimal, hanya akan sampai pada ujungnya saja, sedangkan pangkal malai akan hampa. Kerugian akibat penyakit ini berkisar antara 30-50 %, bahkan dalam serangan berat, dapat mengakibatkan terjadinya puso. Untuk menghindari serangan penyakit kresek ini maka perlu dilakukan tindakan preventif atau pencegahan dengan menerapkan budidaya tanaman sehat, yaitu : Menggunakan benih varietas unggul yang tahan Menggunakandan mekongga. Sedangkan padi hibrida masih tergolong tanaman yang kurang tahan terhadap penyakit kresek. Perlakuan benih Perlakukan benih padi secara khusus, yakni dengan melakukan perendaman selama 12-24 jam dengan larutan hypoclorit dengan dosis 1:300 terhadap benih padi. Tujuannya, untuk pencegahan sejak dini dengan membersihkan benih dari bakteri yang menyebabkan penyakit kresek. Pengaturan jarak tanam Jarak tanam yang rapat akan menyebabkan kondisi kelembaban disekitar tanaman menjadi tinggi, sehingga mempercepat perkembangan bakteri Xanthomonas sp. Maka dengan pengaturan jarak tanam larikan yang tidak terlalu rapat atau dengan sistem jajar legowo akan memperbaiki iklim di sekitar tanaman melalui perbaikan aerasi dan masuknya sinar matahari, sehingga menekan pertumbuhan penyakit kresek Penggunaan pupuk berimbang Penggunaan pupuk urea yang berlebihan juga dapat memicu serangan bakteri Xanthomonas sp. Dengan penggunaan pupuk yang tidak berimbang (dominan unsur N) menyebabkan tanaman menjadi sukulen sehingga batang dan daun menjadi lunak yang menjadikannya mudah terserang penyakit ini. Maka dengan pemupukan berimbang akan mengurangi resiko serangan bakteri Xanthomonas sp. Penyemprotan agensi hayati secara berkala Agensi hayati yang menjadi musuh utama dan pemangsa bakteri Xanthomonas sp.sebagai penyebab hawar daun bakteri pada tanaman padi adalah corine bacterium. Corynebacterium merupakan bakteri hiperparasit yang bekerja dengan cara memangsa Penyakit Xanthomonas sp (penyebab kresek), dan juga melakukan kompetisi ruang hidup sehingga perkembangan penyakit akan terhambat. Penyemprotan secara berkala perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan karena karakter agensi hayati corine bacterium tidak bisa bertahan lama di lapang di bawah terik matahari. Berikut jadwal penyemprotan : Pembibitan : umur 10-15 hari dengan dosis 5-10 cc/lt air. Pertanaman : umur 20 Hst, & 35 Hst dengan dosis 2-5 cc/lt 2. umur 50 Hst, dengan dosis 5 cc/lt 3. umur 75 Hst & 85 Hst dengan dosis 5-10 cc/lt Pencegahan terhadap penyakit kresek lebih baik dan utama, agar dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan hasil produksi. (Arismunandar, SST/PPL Kec. Ngoro Kab. Mojokerto).