Loading...

Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu

Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu
Sejak beberapa dasawarsa yang lewat, berbagal model pendekatan penyuluhan pertanlan telah dicoba, dalam rangka pengembangan sistem penyuluhan pertanlan yang dilaksanakan dl banyak negara. Selaras dengan itu, kajian terhadap ragam model pendekatan menjadi sangat penting untuk melihat keunggulan dan kelemahan masing-masing. Berbagai model pendekatan tersebut antara lain: Pendekatan Penyuluhan Pertanian yang Konvensional, Pendekatan Latihan dan Laku, Penyuluhan Pertanian yang Diorganisasikan Perguruan Tinggi dan Pendekatan Pengembangan Komoditi dan System Produksi, Pendekatan Pembangunan Pertanian Terpadu, Serta Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu. Berikut Ini Penjelasan Tentang Pendekatan Pembangunan Pertanian Pedesaan Terpadu. Pendekatan seperti ini, mulai dikembangkan dl Afrika dasawarsa 1950 sampal awal 1960-an, sebagal langkah kegiatan untuk membangun pedesaan secara terpadu, balk yang mencakup masalah masalah ekonomi (penlngkatan produksl pertanlan dan pendapatan petani) maupun masalah-masalah sosial (untuk menggerakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan. pelaksanaan evaluasi program-program pembangunan. Gambaran umum tentang model pendekatan pengembangan komoditi dan sistem produksi sbb 1. Tujuan penyuluhan. Tujuan utama dari penyuluhan pertanian yang dilaksanakan, mencakup balk tujuan ekonomi maupun tujuan-tuiuan sosial. Karena itu, keglatan penyuluhan tidak hanya mengenalkan/menyuluhkan penerapan teknologi tepat guna dalam rangka untuk menaikkan produktivitas dan pendapatan petani. tetapi juga untuk menggerakkan partisipasi masyarakat melalul pengembangan lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Program pembangunan pedesaan terpadu. juga berusaha untuk memperbalki kesejahteraan masyarakat dalam arti luas, balk yang mencakup peningkatan pendapatan, perbaikan nutrisi dan kesehatan masyarakat. serta perbaikan pendidikan dasar bagi seluruh warga masyarakat. 2. Sasaran Penyuluhan. Sasaran penyuluhan dalam program seperti ini adalah seluruh warga masyarakat yang dikatagorikan miskin. terutama kalangan elite" nya. balk elite-formal. Informal. maupun para officer. Pemilihan sasaran inl. dlmaksudkan agar dapat meningkatkan pemerataan. khususnya pemerataan memperoleh pelayanan di kalangan kelompok yang miskin. 3. Pengorganisasian dan Cakupannya. mengemukakan, masalah utama dalam upaya pembangunan pedesaan adalah, bagaimana memadukan kelompok-kelompok generalis dan speslalis yang blasanya selalu bertentangan dalam upaya mereka untuk rnembangun pedesaan. Karena Itu. pengorganisasian penyuluhan pertanlan sebaiknya ditangani oleh lembaga "super departemen"yang mampu mengkoordinasikan kelompok-kelompok spesialis (ahli-ahll pertanian) dengan kelompok generalis (pelayanan masyarakat). 4. Pendekatan penyuluhan. Salah satu upaya untuk melakukan penyuluhan pembangunan pedesaan terpadu adalah, dengan melaksanakan proyek-proyek panduan ("pilot project") yang menerapkan suatu "paket teknologi" (di sektor pertanian) dengan dibarengi oleh pelaksanaan program-program latihan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan/permintaan masyarakat setempat. Dalam kaltan ini, para speslalis diharapkan untuk melakukan identifikasi masalah dan upaya pemecahannya, sedang para generalis diminta untuk merancang kegiatan pelayanan untuk menunjang keberhasilan proyek tersebut. 5. Peran pernyuluh. Karena di dalam kegiatan ini ter1ibat para spesialis dan generalis yang memlliki kemampuan, minat, dan polaberpikir berbeda. maka peran penyuluh yang terlibat dalam proyek ini juga beragam. Para spesialis. sebaiknya Iebih diharapkan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan pengujj pengembangan. dan demonstrasi penerapan teknologi baru. sedang para generalis diharapkan perannya untuk bertinda sebagai fasilitator dan katalisator kegiatan-kegiatan tersebut. Berkaitan dengan pendekatan penyuluhan pertanian ada beberapa macam pendekatan penyuluhan pertanian dengan memperhatikan karakteristik-karakteristik: (1) Masalah utama yang memerlukan pemecahan; (2) Tujuan yang ingin dicapai, (3) Perencana kegiatan; (4) Pelaksana lapang; (5) Sumberdaya yang diperlukan, (6) Pelaksanaan kegiatan, dan (7) Ukuran keberhasilannya. Penyuluhan sangat berperan penting dalam kehidupan pertanian di Indonesia. Dengan adanya penyuluhan petani mengetahui segala bentuk teknologi ataupun informasi terbaru untuk meningkatkan produksi usahatani mereka. Melalui berbagai macam model penyuluhan, ternyata model penyuluhan partisipatiflah yang dilihat tepat untuk kondisi Indonesia saat ini.Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sudah selayaknya kita menyadari bahwa pertanian adalah dasar dari pembangunan pertanian kita.Terdapat beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam paradigma barupembangunan pertanian negara yang sedang berkembang. Pertama kita dapatmenciptakan kebijaksanaan pertanian yang menjamin agar para petani memperoleh hak mereka. Kedua dapat menjamin adanya suatu sistem ketahananpangan bagi negara-negara yang sedang berkembang. Ketiga dapat melindungidan memanfaatkan kekayaan alam yang berupa plasma nutfah yang dimiliki oleh negara-negara yang sedang berkembang. jadi dapat disimpulkan bahwa,penyuluhan pertanian berperan sebagai ujung tombak menuju pertanian tangguh. Penyunting: Yulia Tri S Email: yulia.trisedyowati@yahoo.co.id Sumber:Buku Penyuluhan Pembangunan Pertanian, acuan untuk Pelajar, Mahasiswa, Dosen, Penyuluh, Pekerkja sosil, penentu kebijakan, dan peminat Ilmu /kegiatan Penyuluhan Pembangunan. Unversitas sebelas Maret.Surakarta.