Berbagai model pendekatan penyuluhan pertanian telah dicoba, dalam rangka pengembangan sistem penyuluhan pertanian yang dilaksanakan di banyak negara. Selaras dengan itu, kajian terhadap ragam model pendekatan menjadi sangat penting untuk melihat keunggulan dan kelemahaan masing-masing. Berbagai model pendekatan tersebut antara lain: Pendekatan Penyuluhan Pertanian yang Konvensional, Pendekatan Latihan dan Laku, Penyuluhan Pertanian yang Diorganisasikan Perguruan Tinggi dan Pendekatan Pengembangan Komoditi dan System Produksi, Pendekatan Pembangunan Pertanian Terpadu, Serta Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu. Berikut Ini Penjelasan Tentang Pendekatan Pembangunan Pertanian Terpadu. Pendekatan pembangunan pertanian terpadu. Pada awal dasawarsa 1970'an, mulai disadari bahwa pemba-ngunan pertanian harus dilaksanakan dengan memadukan kegiat-an semua lembaga yang terkait di dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Karena itu, mulai dikembangkan proyek-proyek terpadu di wilayah tertentu untuk melaksanakan proyek-proyek pembangunan pertanian. Dalam banyak kasus, pelaksanaan proyek seperti ini diasumsikan telah diterapkan teknologi baru secara baik oleh masyarakat yang bersangkutan. Sehingga, yang diperlukan adalah, bagaimana memadukan kegiatan-kegiatan yang ditangani atau menjadi tugas banyak lembaga sebaik-baiknya. Karena itu, pendekatan penyuluhan yang dilakukan adalah, dengan membentuk "pusat pelayanan terpadu", yang memadukan semua kegiatan yang menyangkut persediaan sarana produksi, kredit, penyuluhan, pemasaran, dan pelayanan pertanian yang lainnya, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (petani) di wilayah proyek yang bersangkutan sebaik-baiknya, tepat jenis, tepat ukuran, tepat waktu, dan tepat harga. Gambaran umum tentang model pendekatan pembangunan pertanian terpadu sbb. 1. Tujuan penyuluhan. Tujuan penyuluhan ini lebih berorientasi pada upaya penlngkatan produksi (terutama pangan) dl wilayah proyek yang bersangkutan dan sekaligus untuk mendemontrasikan tingkat keberhasilan proyek yang dilaksanakan sec ara terpadu. 2. Sasaran Penyuluhan. Karena kegiatan pembangunan hanya dilaksanakan pada wilayah-wilayah proyek yang sangat terbatas maka sasaran penyuluhan juga terbatas pada semua petani diwilayah proyek itu juga. Di dalam praktek, sasaran penyuluhan lebih dibatasi lagi pada petani-petani kaya yang lebih progresif yang mau dan mampu memanfaatkan input, kredit. dan pelayanan pemasaran yang ditawarkan oleh proyek. 3. Pengorganisasian dan Cakupannya. Pada umumnya, penyuluh diorganisasikan sendiri oleh Proyek yang bersangkutan. Karena itu, setiap proyek akan berupaya untuk menciptakan 1ingkungan baru melalui pengangkatan tenaga-tenaga penyuluh yang dinilai akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan dilengkapi sarana transportasi yang cukup serta gaji yang cukup tinggi agar mampu memadukan semua kegiatan yang terkait demi keberhasilan proyek tersebut. 4. Pendekatan Penyuluhan . Dalam banyak kasus, pelaksanaan proyek seperti ini diasumsikan telah diterapkan teknologi baru secara baik oleh masyarakat yang bersangkutan. Sehingga. ya diperlukan adalah, bagaimana memadukan kegiatan-kegiat an yang ditangani atau menjadi tugas banyak lembaga sebaikbaiknya. Karena Itu, pendekatan penyuuhan yang di1akukan adalah, dengan membentuk "pusat pelayanan terpadu", yang memadukan semua kegiatan yang menyangkut persediaan sarana produksi. kredit, penyuluhan, pemasaran. dan pelayanan pertanian yang lainnya: yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (petani) di wilayah proyek yang bersangkutan sebaik-baiknya tepat jeniss. tepat ukuran, tepat waktu, dan tepat harga. 5. Peran Penyuluh. Di dalam proyek pembangunan pertanian terpadu. peran penyuluh dapat beragam, tergantung kepada prioritas pelayan yang diperlukan masyarakat peserta proyek. yang harus memperoleh perhatian proyek. Karenanya, penyuluh dapat berperan sebagai pendidik, penyampai informasi tentang teknologi, pemberi pelayanan pemasaran produ.k. atau kegiatan lain yang benar-benar diperlukan masyarakat/proyek keberhasilan proyek tersebut. Penyunting: Yulia Tri S Email: yulia.trisedyowati@yahoo.co.id Sumber 1. Totok Mardikanto,1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian, acuan untuk Pelajar, Mahasiswa, Dosen, Penyuluh, Pekerkja sosil, penentu kebijakan, dan peminat Ilmu /kegiatan Penyuluhan Pembangunan. Unversitas sebelas Maret.Surakarta. 2. rajabillah.files.wordpress.com