Pendekatan pengembangan sumberdaya manusia untuk memberdayakan SDM pertanian dapat dilakukan melalui : (1) organisasi pembelajaran (learning organization); (2) patok duga (benchmarking); (3) nilai-nilai organisasi; (4) sosialisasi visi dan (5) kreatifitas berfikir. Organisasi pembelajaran merupakan organisasi dimana anggotanya secara terus menerus meningkatkan kapasitasnya untuk menciptakan hasil yang mereka inginkan dan dimana pola berpikir baru dan meluas selalu dikembangkan, aspirasi kolektif selalu dibebaskan dan anggota-anggota selalu belajar bagaimana belajar bersama. Dari berbagai pengalaman empiris menunjukkan bahwa ternyata penerapan organisasi pembelajaran mampu menciptakan komitmen bersama dari berbagai pihak yang terlibat dalam organisasi, yang akhirnya mampu menciptakan budaya organisasi yang menunjang pengembangan organisasi. Untuk menjadikan sebuah organisasi menjadi organisasi pembelajaran, diperlukan upaya penciptaan budaya belajar (learning culture) di dalam organisasi tersebut. Patok Duga (Benchmarking) merupakan cara efektif dalam mempelajari keunggulan organisasi lain yang kemudian diadopsi dan diadaptasikan dengan organisasi tertentu. Tujuan utama dari benchmarking ini adalah efisiensi, baik dari sisi kualitas, biaya maupun produksi. Nilai-nilai organisasi memberikan suatu arah dan pedoman bagi karyawan dalam berperilaku. Nilai-nilai harus diartikan dan diasosiasikan oleh Pimpinan Puncak, meskipun terkadang nilai-nilai itu bisa dibentuk dan diciptakan dari bawah. Ekstensi organisasi sangat tergantung kepada kuat atau lemahnya nilai-nilai yang ada di dalam organisasi yang merupakan inti dari budaya suatu organisasi. Sosialisasi Visi. Visi yang baik mempunyai tiga tujuan penting. Pertama visi dapat menyederhanakan ratusan atau bahkan ribuan keputusan yang lebih terinci. Kedua, visi akan memotivasi banyak orang untuk melakukan tindakan ke arah yang benar, sekalipun langkah-langkah awal sangat berat untuk dilakukan. Ketiga, visi mampu mengkoordinasikan tindakan-tindakan atau kepentingan orang yang berbeda secara tepat dan efisien. Kreatifitas berfikir adalah salah satu komponen utama dalam paradigma pembangunan sumberdaya manusia. Kreativitas itu merupakan darah kehidupan suatu organisasi. Oleh karena itu, perlunya menstimulasi dan mendorong munculnya kreativitas individu yang diharapkan nantinya akan menjadi kreativitas organisasi. Hasil akhir yang diharapkan dari pendekatan pemberdayaan ini, adalah kemandirian (independency) dari SDM pertanian yang bersangkutan yang didukung oleh sifat-sifat lainnya, seperti tanggung jawab (responsibility), kompetensi yang cukup (largebility), cara pandang yang lebih kepada prinsip focus on principle, kemampuannya dalam menilai secara objektif (objectivity), menyadari atas kekurangan dan kelemahan yang dimilikinya (self acceptance), toleransinya atas ketidakpastian (tolerance for ambiguity) serta menunjukkan sosoknya sebagai seorang yang telah mempunyai jatidiri (intergrated self identity) Beberapa pakar SDM menyatakan bahwa untuk menghasilkan SDM berkualitas diperlukan upaya khusus dan bekelanjutan dengan mengembangkan : a. sumberdaya manusia yang memiliki "concept" yang berwawasan kedepan dengan gagasan-gagasan atau inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan organisasi dan meningkatkan kinerja organisasi. b. sumberdaya manusia pertanian yang mimilki "competence" atau kompetensi untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang meliputi : aspek intelektual, aspek manajerian dan aspek behavioral. c. sumberdaya manusia yang memiliki "connection" atau "networking" untuk memenuhi kebutuhan profesionalisme dan agar bertahan dalam memasuki era global. d. sumberdaya manusia yang mengacu kearah masyarakat madani, kearah ekonomi pasar dan kearah "good governance" untuk memenuhi kebutuhan organisasi. e. sumberdaya manusia yang memiliki prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, keterbukaan dan berdasarkan hukum. f. sumberdaya manusia yang mempunyai motivasi tinggi untuk meningkatkan daya saing, untuk memenuhi kebutuhan organisasi. g. sumberdaya manusia kearah pelaksanaan desentralisasi dalam administrasi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik, serta kearah perbaikan mutu dan keterpaduan perencanaan pembangunan. Penulis : Muhammad Ridha Ismail Penyuluh Pertanian Madya