Loading...

Pendekatan Penyuluhan dengan Pengembangan Komodlti dan Sistem Produksi

Pendekatan Penyuluhan  dengan Pengembangan Komodlti dan Sistem Produksi
Sejak beberapa dasawarsa yang lewat, berbagal model pendekatan penyuluhan pertanlan telah dicoba, dalam rangka pengembangan sistem penyuluhan pertanlan yang dilaksanakan dl banyak negara. Selaras dengan itu, kajian terhadap ragam model pendekatan menjadi sangat penting untuk melihat keunggulan dan kelemahan masing-masing. Berbagai model pendekatan tersebut antara lain: Pendekatan Penyuluhan Pertanian Yang Konvensional, Pendekatan Latihan Dan Laku, Penyuluhan Pertanian Yang Diorganisasikan Perguruan Tinggi dan Pendekatan Pengembangan Komoditi dan System Produksi, Pendekatan Pembangunan Pertanian Terpadu, serta Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu. Berikut ini penjelasan tentang pendekatan penyuluhan pertanian yang konvensional. Pendekatan pengembangan komoditi dan sistem produksi Pendekatan ini dilandasi oleh upaya untuk memadukan semua aspek yang berkaitan dengan penerapan teknologi (baik yang mencakup penyediaan input dan pelayanan pertanian yang lainnya), yang memiliki kaitan erat dengan peneliti dan para petani. Karena pendekatan ini hanya mencakup salah satu komoditi yang diorganisasikan secara penuh dalam setiap tahapan proses penerapan teknologi, maka pendekatan ini juga sering disebut dengan "pendekatan sistem produksi yang dipadukan secara vertikal". Pendekatan penyuluhan dalam model ini, dilaksanakan dengan melaksanakan pengendalian mutu produk secara cermat. Termasuk dalam pengendalian produk ini, adalah pengendalian mengenai sarana produksi yang digunakan (baik macam maupun dosis dan cara penggunaannya) serta pengendalian mutu selama pengolahannya (termasuk di dalamnya: pemilihan/sortasi, penyeragaman/grading, dan packing/ pembungkusannya). Karena itu, pendekatannya sering disebut sebagai "kontrak penyuluhan", dimana petani harus melaksanakan kegiatan berproduksi sesuai dengan rekomendasi, di lain pihak, BUMN yang bersangkutan terikat kontrak untuk membeli produk yang dihasilkan. Gambaran umum tentang model pendekatan pengembangan komoditi dan sistem produksi sbb 1. Tujuan penyuluhan. Dalam model ini. tujuan penyuluhan dipusatkan pada upaya untuk meningkatkan produk-produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki permintaan pasar yang menarik, seefisien dan seefektif mungkin. Yang termasuk dalam kelompok komoditi ini adalah, komoditi-komoditi ekspor maupun yang memilikl pangsa pasar dalam negeri yang masih luas. Sebab, perdagangan komoditi-komoditi tersebut sangat mempengaruhi jumlah devisa. Pendekatan penyuluhan seperti inl, seringkali. sangat diperlukan oleh pemerintah, baik untuk membayar hutang luar negeri ataupun untuk persediaan konsumsi dalam negeri. 2. Sasaran penyuluhan. Sasaran penyuluhan dalam pendekatan seperti In!, pada umumnya hanya terbatas di kalangan petanl yang memiliki kondisi ekologi dan agro-klimat sesuai bagi pengembangan komoditi yang bersangkutan pada masa-masa lalu, pengembangan komoditi seperti inl dilaksanakan oleh perkebunan-perkebunan yang memiliki hak guna usaha luas. Tetapi, akhir-akhir inl dilaksanakan oleh pekebun pekebun kecil. Sebab, di samping beberapa perkebunan telah terbagi-bagi melalui proses land-reform setelah masa kemerdekaan, maupun adanya upaya pemerintah untuk meningkatan pemerataan pendapatan masyarakat melalui proyek-proyek PIR. 3. Pengorganisas dan cakupannya. Kegiatan penyuluhan yang menggunakan pendekatan seperti inl, umumnya diorganlsasikan oleh BUMN yang bersifat semi-otonom, yang mengendalikan kegiatan produksi maupun pemasaran produk sékaligus. Dengan kata lain, aparat penyuluhan terdiri atas personel-personel BUMN tersebut. 4. Peridekatan penyuluhan yang dilakukan. Pendekatan penyuluhan dalam model inl, dilaksanakan dengan melaksanakan pengendalian mutu produk secara cermat. Termasuk dalam pen gendalin produk ini, adalah pengendalian mengenai sarana produksi yang digunakan (baik macam maupun dosis dan cara penggunaannya) serta pengendalian mutu selama pengolahannya (termasuk di dalamnya: pemilihan/sortasi, penyeragaman/grading, dan packing/pembungkusannya). Karena itu, pendekatannya sering disebut sebagai "kontrak penyuluhan". dimana petani harus melaksanakan kegiatan berproduksi sesuai dengan rekomendasi, di lain pihak, BUMN yang bersangkutan terikat kontrak untuk membeli produk yang dihasilkan. 5. Peran Penyuluh. Karena pendekatan penyuluhan merupakan pendekatan "kontrak', maka peran penyuluh terpusat pada penyampaian pesan-pesan penyuluhan yang berupa rekomendasi-rekomendasi yang harus dipatuhi oleh semua petani sasaran yang terlibat dalam sistem produksi tersebut. Dalam keadaan tertentu, seorang penyuluh juga harus memainkan peran-gandanya, baik sebagai penyampai pesan (rekomendasi) teknis, dan sekaligus juga penyedia/penyalur input yang diperlukan. Karena kegiatan penyuluhan yang dilakukan lebih terpusat pada upaya pengendalian mutu-produk, maka kualifikasi penyuluh lebih diutamakan yang memiliki keahilan di bidang komoditi tertentu, dibanding yang memiliki keahlian penyuluhan pertanian Penyunting: Yulia Tri S Email: yulia.trisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. Totok Mardikanto,1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian, acuan untuk Pelajar, Mahasiswa, Dosen, Penyuluh, Pekerkja sosil, penentu kebijakan, dan peminat Ilmu /kegiatan Penyuluhan Pembangunan. Unversitas sebelas Maret.Surakarta. 2. rajabillah.files.wordpress.com