berbagai model pendekatan penyuluhan pertanian telah dicoba, dalam rangka pengembangan sistem penyuluhan pertanian yang dilaksanakan di banyak negara. Selaras dengan itu, kajian terhadap ragam model pendekatan menjadi sangat penting untuk melihat keunggulan dan kelemahaan masing-masing. Berbagai model pendekatan tersebut antara lain: Pendekatan Penyuluhan Pertanian Yang Konvensional, Pendekatan Latihan Dan Laku, Penyuluhan Pertanian Yang Diorganisasikan Perguruan Tinggi dan Pendekatan Pengembangan Komoditi dan System Produksi, Pendekatan Pembangunan Pertanian Terpadu, serta Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu. Berikut ini penjelasan tentang pendekatan penyuluhan pertanian yang konvensional. Pendekatan penyuluhan pertanian yang konvensional melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan menerapkan metoda pendekatan individual, baik dalam bentuk: anjangsana, anjang-karya, atau mengundang petani ke kantor-kantor mereka. Di samping itu, ada pula yang sudah menggunakan radio, dan dilengkapi dengan bahan-bahan penyuluhan yang tercetak. Gambaran umum tentang model pendekatan konvensional Itu adalah sebagai berikut: 1. Tujuan penyuluhan pertanian.Melalul model pendekatan ini, tujuan utama dari kegiatan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian secara nasional, baik yang menyangkut tanaman pangan, hasil-hasil peternakan, perikanan, maupun penlngkatan produk-produk pertanian lainnya untuk keperluan ekspor. Meskipun demikian, kegiatan penyuluhan pertanlan juga tetap memperhatikan upaya peningkatan pendapatan petanl dan mutu-hidup masyarakat pedesaan pada umumnya. Berkaltan dengan tujuan penyuluhan, analisis terhadap keragaman tujuan penyuluhan, serlngkall menjadi sangat penting, karena adanya perbedaan penekanan kebijaksanaan yang diterapkan akan menimbulkan konflik di kalangan masyarakat itu sendirl. Sebagai contoh, jika pemerintah memillh kebijakan untuk menyediakan pangan pada tlngkat harga murah (terutama bagi golongan bukan petani di perkotaan) keadaan seperti Itu secara langsung pasti akan mengganggu upaya peningkatan pendapatan petani. Karena itu. setlap upaya pemerintah untuk meningkatkan produksl, harus selalu dibarengi dengan upaya untuk tetap memperhatikan kenaikan pendapatan petani sebagai salah satu bagian dari upaya perbaikan mutu-hidup masyarakat pada umumnya. 2. Sasaran penyuluhan pertanian. Pada pendekatan model konvensional ini, sasaran penyuluhan pertanian adalah seluruh petani. Meskipun demikian. sebagai akibat terbatasnya jumlah tenaga penyuluh yang "terlatih", sering kali terlihat bahwa sasaran utama dan pendekatan seperti inl diutamakan pada kelompok petani lapisan "atas" yang relatif lebih progresif dan memiliki kemampuan sumberdaya untuk meningkatan produksi pertanian. seperti para kontak-tani dan petani-petani demonstrator. Keadaan seperti mi semakin nampak jelas. manakala pemerintah ingin mening katkan produksi ekspornya. yang hanya mungkin dilaksanakan oleh para petani kaya. sehingga perhatlan penyuluhan terhadap petani-petani miskin, wanita-tani, dan pemuda-tani menjadi terabaikan. 3. Organsasi Penyuluhan Pertanian dan Cakupannya. Di semua negara dunia-ketiga. kegiatan penyuluhan pertanian pada umurnnya diorganisasikan oleh Kementerian Pertaniari, dan bahkan, seringkali juga dipecah-pecah untuk setiap sub-sektornya. Keadaan seperti itu. berakibat semakin banyaknya jumlah penyuluh yang diperlukan, dan di lain pihak sering merepotkan petani yang menjadi sasarannya. Karena itu, disamping sering terjadinya tumpang tindih kegiatan penyuluhan yang laksanakan. model pendekatan seperti ini juga dinilai sebagal terlalu boros. 4. Pendekatan yang dilakukan. Di banyak negara yang menekan model pendekatan seperti inii, sebagian besar penyuluhannya melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan menerapkan metoda pendekatan individual, baik dalam bentuk: anjangsana. anjang karya, atau mengundang petani ke kantor-kantor mereka disamping Itu, ada pula yang sudah menggunakan radio, dan dilengkapi dengan bahan-bahan penyuluhan yang tercetak. Lebih lanjut, karena terbatasnya bahan-bahan penyuluh yang dapat diproduksi untuk keglatan pendidikan dan penyuhan kelompok. metoda In! jarang diterapkan dalam perdekatan konvensional. 5. Peran penyuluh. Keadaan yang sangat memprihatinkan dan pendekatan semacam inil adalah, para penyuluh lebih berfungsi sebagal aparat atau perwakilan Mentenl Pertanlan di wilayah kerjanya, yang bertugas untuk menyampaikan dan melaksanaka kebijaksanaan kebijakaan atasannya. Karena itu, seorang penyuluh menjadi lebih sering berperan sebagai administrator dibanding sebagai pendidik atau komunikator yang seharusnya lebih diperhatikan. Sehlngga tujuan pernbangunan pertanian seringkall tidak dapat dicapal. karer penyuluhnya tidak dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik atau komunikator bagi masyarakat sasarannya. Penyunting: Yulia Tri S Email: yulia.trisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. Totok Mardikanto,1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian, acuan untuk Pelajar, Mahasiswa, Dosen, Penyuluh, Pekerkja sosil, penentu kebijakan, dan peminat Ilmu /kegiatan Penyuluhan Pembangunan. Unversitas sebelas Maret.Surakarta. 2. rajabillah.files.wordpress.com