Sistem pertanian terpadu merupakan penggabungan berbagai kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dalam ekosistem pertanian dalam satu lahan yang diharapkan terjadi suatu peningkatan produktivitas hasil lahan tersebut dari penghasilan petani jangka pendek, menengah dan panjang, sehingga petani sendiri dalam manejemen keuangan dapat terpenuhi dengan adanya sistem pertanian terpadu ini. Kami selaku Penyuluh Pertanian sudah sering menghimbau kepada petani/Kelompok Tani bahkan yang tergabung dalam Gapoktan agar dapat menerapkan Sistem Pertanian Terpadu dalam bentuk kawasan. Salah satu binaan kami yang mau dan mampu menerapkannya adalah Kelompok Tani Maju Lancar Desa Maron Kecamatan Loano. Sebagian besar anggota kelompok tani ini memiliki kolam ikan di sepanjang aliran irigasi. Kemudian pada lahan di bawahnya diusahakan tanaman pertanian pangan berupa padi dan palawija. Kondisi sawah yang berbentuk terasiring justru memiliki potensi besar bagi masyarakat yang mampu mengelolanya. Ditambah lagi ketersediaan air irigasi yang melimpah pada musim kemarau sekalipun menjadikan masyarakat di Dusun Kedander ini sejahtera. Pertanian Terpadu merupakan suatu sistem rantai makanan antara manusia, hewan dan tumbuhan yang dapat mendaur ulang media tanaman dan hewan untuk saling ketergantungan satu sama lain dengan meniru sistem alam berkerja, sehingga limbah kotoran hewan menjadi pupuk pertanian dan sisa hasil limbah pertanian dapat menjadi pakan ikan serta ikan menjadi konsumsi begitu seterusnya yang saling membutuhkan makanan. Ciri yang paling mendasar dalam pertanian terpadu yaitu pengelolaan lahan yang luas dengan manejemen usaha yang professional dan lebih berorientasi produktivitas, efisiensi serta lebih menguntungkan dari sisi ekonomi serta tidak banyak tergantung dari luar sistem dengan selalu dievaluasi setiap tahapan. Pertanian Terpadu lebih efektif dan efisien jika berada dalam suatu kawasan. Pada kawasan tersebut sebaiknya terdapat sektor produksi tanaman, peternakan maupun perikanan. Keberadaan sektor-sektor ini akan mengakibatkan kawasan tersebut memiliki ekosistem yang lengkap dan seluruh komponen produksi tidak akan menjadi limbah karena pasti akan dimanfaatkan oleh komponen lainnya. Di samping akan terjadi peningkatan hasil produksi dan penekanan biaya produksi, sehingga efektivitas dan efisiensi produksi akan tercapai, keungulan dari sitem pertanian terpadu adalah : Siklus dan keseimbangan nutrien serta energi yang akan membentuk suatu ekosistem secara keseluruhan akan terjadi dalam sistem pertanian terpadu. Secara deduktif pertanian terpadu akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi yang berupa peningkatan hasil produksi dan penurunan biaya produksi. Secara empiris pertanian terpadu merupakan bentuk pertanian yang paling baik karena hampir tidak ada komponen yang terbuang. Hasil samping ternak, kotoran pupuk, sehingga petani tidak perlu membeli pupuk lagi. Mengurangi ketergantungan kepada input eksternal yang ditentukan pasar dan subsidi pemerintah. Limbah pertanian dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi biomassa. Hemat energi dan hemat biaya. Terdapat keseimbangan biologis, sehingga serangan hama tidak begitu banyak. Budidaya ikan dalam kolam tanpa harus membeli pakan buatan Memperlakukan limbah manusia, tanaman dan hewan dalam sistem yang sama untuk menjaga tempat tetap bersih tanpa ekstra pengeluaran untuk keluarga atau pemerintah. Mengurangi kebutuhan pelayanan pengumpulan sampah dengan mengembangkan struktur masyarakat lokal yang lebih mandiri Secara teknis, tambahan penting dari siklus unsur hara dari limbah ikan ini telah memberikan manfaat kepada meningkatnya proses integrasi, dan telah memperbaiki kehidupan banyak petani kecil secara nyata. Oleh : FEBTORY SETYO HARSANTI, S.P., M.M.A. Penyuluh Pertanian Muda DinPPKP Kab Purworejo