DISUSUN OLEH : I NYOMAN SUDRANA, SP. PENYULUH PERTANIAN MADYA KABUPATEN BULELENG BALI I. PendahuluanKelompok Tani Raja Banteng, adalah merupakan kelompok tani ternak yang berdiri tahun 2007, anggotanya merupakan petani ternak, baik pengadas maupun milik sendiri. Saat pembentukan kelompok rata rata pemilikan hanya rata-rata dua ekor saja, Setelah mendapat bimbingan saat ini anggota ada yang memelihara 12 ekor dan rata-rata 4 ekor per anggota.Kelompok ini didampingi secara serius oleh Penyuluh Pertanian, untuk menjadi kelompok yang baik, mapu mengelola usaha, berprestasi dan mempunyai wawasan kedepan. Untuk meningkatkan wawasan SDM maupun merubah SDA yang ada diwilayah Banjar Dinas Asah Desa Kaliasem Kecamatan Banjar Provinsi Bali. Dari Bimbingan yang kontinyu kelompok mampu memanfaatkan tegnologi yang senantiasa berkembang dan termotivasi untuk meraih prestasi. Dari hasil bimbingan Penyuluh seorang pengurus kelompok dipercaya untuk memberikan pembelajaran organic pada Kelompok yang mendapat program peningkatan produksi padi di Kabupaten Buleleng.Kelompok Tani Raja Banteng mendapat Program Sistim Pertanian Terpadu (Simantri) tahun 2015 dari Pemerintah Provinsi Bali, dan simantri ditempatkan pada daerah kering berbatu, dilokasi tanah milik Ketut Ariawan. Meletakkan simantri pada areal tersebut, sudah barang tentu akan merubah pola petanian dilokasi simantri, serta apabila berhasil akan menjadikan pembelajaran petani sekitar untuk mengikuti pola yang dilakukan simantri sejalan dengan program simantri yang diluncurkan Provinsi untuk mendukung Bali Mandara.Kelompok Tani Raja Banteng, melalui tim pengelola tahun 2015, mampu memasarkan pupuk padat sejumlah melebihi 350 dalam satu tahun. Dan tahun 2016 mencapai 200 ton/th. Sudah barang tentu tidak hanya berasal dari kotoran limbah simantri hanya 21 ekor saja. Tim pengelolaa disamping mengelola simantri dengan rata-rata menghasilkan 15 sampai 20 ton pertahun pupuk siap aplikasi, juga mencari limbah ternak simantri lainnya, yang belum mampu memasarkan produknya, seperti Simantri Pengulon, Simantri Pala Sari Mukti, Simantri Desa Telaga dan lain-lain. II. TEGNOLOGI YANG DITERAPKAN DI KELOMPOK TANI RAJA BANTENG. Sistem Pertanian Terintegrasi mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dengan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal yang ada. Kegiatan integrasi yang dilaksanakan juga berorientasi pada usaha pertanian tanpa limbah (zero waste) dan menghasilkan 4 F (food, feed, fertilizer dan fuel). Kegiatan utama adalah mengintegrasikan usaha budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah untuk pakan ternak dan cadangan pakan pada musim kemarau dan limbah ternak (faeces, urine) diolah menjadi bio gas, bio urine, pupuk organik dan bio pestisida (Dinas Pertanian Prov. Bali, 2010). 1. TEGNOLOGI PENGOLAHAN KOMPOS Kelompok tani ternak Raja Banteng yang telah mengelola Simantri mulai tahun 2015, melaksanakan Tegnologi Pengolahan kompos organic dengan system Fermentasi, Ada beberapa tahapan yang dilakukan A. Tahap pengumpulan bahan baku, Bahan baku yang dikumpulkan adalah kotoran ternak berupa paeces ternak sapi yang dipelihara dikandang koloni. Peternak sapi Simantri melaksanakan pembersihan kandang berupa kotoran ternak dikumpulkan dibelakang kandang ternak sapi, dengan menggunakan sekop, dan ditimbun setiap hari yakni pagi hari sambil memberikan pakan ternak, siang hari sekitar jam 12.00, sekaligus memandikan ternak, dan saat pemberian pakan sore hari.B. Tahap pengangkutan dan penjemuran bahan baku, Setelah terkumpul setiap bulan, dilakukan pemindahan ditempat penjemuran, Pengeringan dilakukan untuk nantinya dapat dilakukan pengayakan dengan mesin appo. Kadar air berkisar 20 %. Pengeringan sangat tergantung pada sinar matahari. C. Tahap Permentasi. Permentasi dilakukan setelah mencapai kadar air sekitar 20-30 %, bahan baku disemprot dengan menggunakan Permentor Beka. Permentasi dilakukan selama minimal 3 hari, bahan ditutup dengan terpal untuk mempercepat proses permentasi.D. Tahap Pencacahan dan pengayakan. Pada tahap ini pencacahan dengan mesin APPO( Alat Pengolah Pupuk Organik ) Di Kelompok Simantri kapasitas pengolahan dengan satu unit mesin, mampu mencacah sebanyak 700 kg dalam waktu satu jam. Selanjutnya dilakukan pengayakan untuk membuat pupuk kompos menjadi bersih, menghilangkan kotoran, yang tidak bermanhfaat seperti plastic, batu krikil dan bahan yang tidak lapuk lainnya. Pengayakan dilakukan dengan sistim manual sederhana memanfaatkan dua orang tenaga kerja.E. Tahap Pengemasan. Pada saat pengemasan dilakukan apabila sudah ada order pupuk organic, untuk menghindari hancurnya kemasan karung. Isi kemasan sebanyak 40 kg, dan ada yang 25 kg tergantung pesanan.F. Tahap pengiriman. Untuk pengiriman pupuk simantri yang telah dikelola secara baik, memanfaatkan kendaraan roda empat, dan juga truk untuk mengantarkan kelokasi pesanan. Sampai saat ini harga yang diterima dilokasi yaitu Rp. 1000.- per kg. 2. TEGNOLOGI PENGOLAHAN BIO URINE . Bio urine merupakan urin yang diambil dari ternak, terutama ruminansia yang terlebih dahulu di fermentasi sebelum digunakan. Bio urine diperoleh dari fermentasi anaerobik dari urine dengan nutrisi tambahan menggunakan mikroba pengikat nitrogen dan mikroba dekomposer lainnya. Dengan demikian kandungan unsur nitrogen dalam bio urine akan lebih tinggi dibandingkan dengan pada urine.Saat ini Simantri 504 memanfaatkan Beka untuk fermentor bio urine.Kelebihan Pupuk Organik Cair (Bio Urine),1. Mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat.2. Mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh.3. Mempunyai bau khas urine ternak yang dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman.Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Urine Sapi Kelompok Tani Simantri Raja Banteng 504Bahan dan alat, yang dipergunakan yaitu 1 bak penampungan ukuran 1 m3, 1 pompa air, Drum kapasitas 500 liter, pipa paralon untuk mengalirkan bio urin, ke bak penampung maupun untuk mengalirkan ke gudang penampungan untuk melakukan pengemasan. Obat permentor Beka yang mengandung bakteri Azoto bacter. Cara Pembuatan : Bakteri Azoto Bacter atau Beka dimasukkan dalam 500 liter air urine ke bak fermentasi, Sebanyak 250 cc Kemudian diaduk sampai rata, selanjutnya ditutup rapat selama 1 minggu. Setelah 1 minggu dipompa dengan menggunakan pompa air dan dilewatkan melalui pipa air Kemas dalam jirigen. Kemudian pupuk cair ini siap digunakan.Cara Penggunaan : Untuk perendaman biji : 1 liter pupuk urine + 10 liter air direndam selama 10 menit. Untuk pupuk cair yang diaplikasikan lewat daun : 1 liter pupuk urine per tangki semprot. Manfaat Pupuk Cair (Bio Urine) Sapi Produksi Simantri Raja Banteng Pupuk organik ramah lingkungan dari limbah ternak itu bisa memutus ketergantungan petani terhadap pupuk urea atau pupuk kimia lainnya yang justru mencemari lingkungan. Dengan demikian, para petani tak perlu repot memikirkan dan membeli pupuk urea, cukup tanaman dipupuk dengan menggunakan pupuk organik yang berasal dari limbah urine sapi. Pupuk organik mempunyai efek jangka panjang yang baik bagi tanah, yaitu dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah dan selain itu juga menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan, sehingga pupuk organik ini dapat digunakan untuk pupuk yang ramah lingkungan. Manfaat lain yaitu:a) Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibitb) Sebagai Pupuk daun organikc) Dengan dicampur pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip 3.TEGNOLOGI PEMBUATAN NPK PLUS Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang mengandung unsur haranya lebih dari satu unsur. Pupuk Cair Organik adalah zat penyubur tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair. Pupuk organik cair mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman diantaranya Nitrogen, Phospor , Kalium , Carbon , Air, Pestisida nabati dan fito hormon Auksin yaitu zat perangsang tubuh yang bisa digunakan sebagai zat pengatur tumbuh. Setelah pupuk cair urine diolah unsur-unsur hara tersebut meningkat. Warna yang semula kuning berubah menjadi kehitam-hitaman, dan bau yang semula menyengat jauh berkurangdari urine sapi.Simantri Raja Banteng, memanfaatkan urine ternak sapi sebagai formula utama, sebagai unsure nitrogen, Untuk kandungan Phospat digunakan dari bahan bonggol pisang, unsure Kalium dicari dari bahan sabut kelapa, unsure pestisida nabati dari daun nimba. Dan untuk aroma digunakan daun cengkeh. Untuk proses fermentasi menggunakan buah maja sebagai katalisator, Tetes tebu sebagai bahan untuk pengembangan bakteri, dan air beras.Untuk membuat 45 liter pupuk organic, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut :Urine sapi : 20 ltrBonggol pisang : 1 kg ( yang telah diparut )Air Beras : 5 ltrAir daun cengkeh : 5 ltr ( Rebusan daun cengkeh )Air daun nimba : 5 ltr ( Rebusan daun nimbi }Tetes tebu : 250 ccAir sabut kelapa : 5 ltr (sabut kelapa yang sudah direndam selama 5 hari )Buah Maja : 1 buah (yang telah masak)Semua bahan- bahan dimasukan kedalam jerigen dengan volume 50 ltr, difermentasi selama 2 minggu. Setelah jadi pupuk NPK cair Plus diaplikasikan dengan takaran 250 cc dicampur dengan air sebanyak 10 ltr. Aplikasi dapat disiramkan ke pangkal batang tanaman atau disemprotkan ke batang dan daun tanaman. 4.TEGNOLOGI APLIKASI PEMANFAATAN LIMBAH PADA AREAL DEMPLOT Demplot merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan untuk memperlihatkan / membuktikan secara nyata tentang cara dan atau hasil penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi petani –nelayan dengan luasan 0,1-1 Ha (BPP Banjar)Simantri 504 Raja Banteng mlaksanakan Demplot Buah Naga, yang mulai dilaksanakan awal tahun 2016, pada areal dekat simantri 504 pada lahan batu bertanah (karena lebih banyak batu dari pada tanah ) Keberhasilan Demplot ini akan merupakan hasil dampak Penyuluhan dan media promosi untuk memanfaatkan limbah pertanian secara utuh (zero waste ) Integrasi Pertanian ternak. Fungsi Demplot Buah Naga di Simantri 504 sebagai berikut :a. Memanfaatkan tanah marginal untuk bisa dan mampu menghasilkan produksi dengan tanaman ekonomis. Wilayah Kelompok Tani Raja Banteng sebagian besar adalah tanah dengan kondisi dengan iklim kering, dengan topografi berbukit dan tadak adanya pengairan. Petani biasanya menanam tanaman palawija jagung dan kacang-kacangan hanya sekali dalam setahun. Wilayah ini meliputi Dusun Asah Dusun Punggang dan Dusun Pura Desa Kaliasem. Dengan keberhasilan Demplot lahan marginal ini menjadi hidup dan mampu berproduksi maksimal. b. Memanfaatkan limbah bekas mandi ternak untuk menyiram tanaman buah naga pada areal demplot. Dengan jumlah sapi antara 21 sampai 25 ekor setiap hari sapi simantri harus dimandikan setiap hari. Air mandi tersebut ditampung dalam sebuah bak penampung dan selanjutnya dipakai menyiram buah naga, dengan mesin pompa air, dialirkan melalui slang atau pipa ke lokasi tanaman. Hal ini dilakkan setiap dua hari sekali. Air siraman tersebuat akan tercampur dengan air kencing sapi dan sisa kotoran ternak yang mengalir merupakan kandungan organic yang mampu meningkatkan kesuburan tanaman. c. Demplot merupakan media belajar bagi kelompok lain terhadap penggunaan limbah ternak sapi, dan merupakan promosi pemanfaatan pupuk organic Raja Banteng kepada semua orang yang berkunjung atau study banding ke lokasi Simantri. Samapi akhir tahun 2017 telah banyak yang menengok atau study banding untuk belajar bersama di Simantri Raja Banteng. Diantaranya, Perangkat Desa Penarungan Kabupaten Badung untuk belajar organic. Kabupaten Timur Tengah Selatan dengan mengajak petani contoh dan staf Dinas Pertanian NTT, Pemerintah Jawa Barat dengan mengajak Pihak Universitas untuk mengetahui mengembangkan organic di Kelompok Raja Banteng dan Petani Kabupaten Ngada NTT untuk mengetahui cara belajar membuat pupuk organic, Para petani kelompok ternak di Kabupaten Buleleng yang akan menerima Simantri Anggota DPRD Propinsi Bali . Bantengdan lain-lain diterima untuk mempromosikan Pupuk Organik Simantri 504 5 TEGNOLOGI BIO GAS Melalui program SIMANTRI yang telah diluncurkan dengan adanya unit reaktor biogas sebagai energi alternatif di kelompok Raja Banteng merasa lega Melalui program SIMANTRI yang telah diluncurkan dengan adanya unit reaktor biogas sebagai energi alternatif di kelompok kami, dengan disertai asessories berupa kompor biogas dan satu buah stronking bio gas. 6…TEGNOLOGI PEMBUATAN SILASE DAN HAY UNTUK PAKAN TERNAK SAPI Untuk mengatasi kekurangan pakan ternak sapi saat musim kemarau, Simantri Raja Banteng 504 melaksanakan pengawetan bahan pakan jerami. Jerami yang diawaetkan berasal dari panen padi disekitar wilayah Desa Kaliasem dan pula ada di Desa Temukus, Dencarik, Banjar dan Kalianget. Salah asatu anggota kelompok Raja Banteng merupakan pengurus sekaha panen, dengan pasilitas alat perontok power tresher. Pengelolaan panen akan mendapatkan keuntungan yaitu gabah berupa ongkos panen, dan jerami untuk bahan pakan ternak. Berikut ini akan diuraikan dua macam pengolahan jerami untuk pakan ternak dimusim kemarau yaitu : 1. Pembuatan jerami kering. Hay Jerami ahasil panen padi diangkut dari lahan sawah dengan menggunakan alat angkut berupa sepeda motor, dan ada yang melakukan pengangkutan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Sampai dirumah jerami dihamparkan dikebun, dilahan yang mendapat sinar matahari. Biasanya dilakukan pengeringan 3 sampai 5 hari tergantung cuaca dan sinar matahari. Setelah kering jerami dimasukkan kedalam silo atau gudang pakan. Apabila sudah tidak ada persediaan pakan segar, jerami hay diambil, dan diberikan ternak. Untuk meningkatkan kadar nilai cerna. Jerami kering disemprot dengan mikro organism local (MOL) untuk meingkatkan daya cerna dan meningktkan gizi pakan. Untuk meningkatkan energy serta kwalitas pakan, disampaing pemberian jerami juga diberikan dedak dengan jumlah tergantung besarnya ternak.2. Pembuatan Silase JeramiPembuatan silase di kelompok Raja Banteng Simantri 504, dengan menggunakan system hampa udara, Jerami diccacah dengan mesin coper untuk mendapatkan jerami dengan ukuran kecil Dengan ukuran jerami yang telah dicincang dengan coper akan lebih mudah mendapatkan kondisi yang tidak ada oksigen didalam bak Jadi prinsip pembuatan silase yang utama adalah Menghentikan pernapasan dan penguapan sel sel tanaman, Mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udar Menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk dan Mencapai dan mempercepat keadaan hampa udara (anaerob. Untuk membiasakan ternak makan silase, biasanya dilatihkan terle bih dahulu dengan jalan memberikan sedikit demi sedikit KESIMPULAN Dari berbagai tegnologi yang dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Raja Banteng, dapat disimpulkan adanya peningkatan pendapatan serta sudah mengacu ke arah budidaya Pertanian Organik, sejalan dengan keinginan kita untuk mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistim yang semakin hari menunjukkan peningkatan 1. Berkembangnya kelembagaan dan SDM baik petugas pertanian maupun petani.2. Terciptanya lapangan kerja melalui pengembangan diversifikasi usaha pertanian dan industri rumah tangga.3. Berkembangnya intensifikasi dan ekstensifikasi usaha tani.4. Meningkatnya insentif berusaha tani melalui peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani (pupuk, pakan, biogas, bio urine, bio pestisida diproduksi sendiri = in situ)5. Tercipta dan berkembangnya pertanian organik (green economic).6. Berkembangnya lembaga usaha ekonomi perdesaan.7. Peningkatan pendapatan petani (minimal 2 kali lipat). (http://simantribali2011.blogspot.co.id/)