Loading...

Pengamatan Petak Tetap Pada Tanaman Padi, Mengurangi Resiko Gagal Panen

Pengamatan Petak Tetap Pada Tanaman Padi, Mengurangi Resiko Gagal Panen
Pengamatan Petak Tetap adalah pengamatan yang dilakukan secara berkala pada lokasi/alat yang tetap dan mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan. Pengamatan tetap bertujuan untuk memperoleh informasi tentang luas dan intensitas serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), perubahan kepadatan populasi, luas pengendalian, luas kerusakan tanaman akibat Dampak Perubahan Iklim (DPI), penanganan DPI, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data dan informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk menyusun langkah operasional pengendalian OPT dan penanggulangan DPI di lapangan. Pengamatan petak tetap rutin dilakukan oleh PPL dan Petugas POPT di Wilayah Kabupaten Jembrana di setiap musim tanam. Seperti yang sudah rutin dilakukan oleh PPL wilayah Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana (Sang Ayu Made Intan Putri Rahayu, S.P.) bersama Petugas POPT Kecamatan (I Ketut Laster, S. P), PPL Kabupaten Jembrana (I Dewa Nyoman Darmayasa, S.P.) dan Koordinator POPT Kabupaten Jembrana (I Nyoman Ngurah Heli Susanto). Pengamatan petak tetap dilaksanakan setiap satu minggu sekali di lahan BBP seluas 1 ha yang juga termasuk wilayah Subak Babakan Pohsanten, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Varietas padi yang ditanam yaitu varietas Inpari 32 yang ditanam pada tanggal 5 Agustus 2022. Pengamatan petak tetap dilakukan sebanyak 10 kali pengamatan, semenjak tanaman berumur 7Hst. Pengamatan dilakukan pada rumpun yang sudah diberi ajir. Adapun parameter yang diamati meliputi: 1. Tinggi tanaman 2. Jumlah anakan 3. OPT yang menyerang 4. Keberadaan musuh alami 5. Ketinggian air 6. Warna daun dengan BWD Koordinator POPT Kabupaten Jembrana (I Nyoman Ngurah Heli Susanto) dalam keterangannya mengatakan "Pelaporan hasil pengamatan tetap ini untuk memberikan informasi awal yang diperlukan untuk menyusun rencana operasional perlindungan tanaman pangan, tindakan korektif, serta penyediaan sarana pengendalian OPT dengan konsep PHT". Dalam pengamatan mingguan ini juga dilakukan pengamatan dengan menggunakan BWD (Bagan Warna Daun) yaitu alat atau bagan untuk mengukur kebutuhan pupuk N (Urea) dengan cara mencocokan warna daun dengan warna yang terdapat pada bagan tersebut, sehingga didapat dosis pemberian pupuk urea yang sesuai anjuran untuk meningkatkan hasil dari tanaman padi. Dengan adanya pengamatan petak tetap diharapkan petani mendapatkan hasil produksi yang meningkat dengan meminimalisir kegagalan akibat serangan OPT, maupun DPI dan mampu menekan biaya produksi. Penulis: I Dewa Nyoman Darmayasa, S.P. (Penyuluh Pertanian Pertama)