PENGANTAR SISTEM PERTANAMAN POLA TANAM TUMPANG SARI JAGUNG DAN KEDELAI PENDAHULUAN Latar Belakang Pola tanam merupakan suatu urutan atau kombinasi tanam pada suatu bidang lahan dalam satu tahun penanaman. Satu tahun penanaman tersebut sudah termasuk dengan pengelolaan tanah sampai pemanenan. Pola tanam sebagai salah satu bentuk teknologi budidaya pertanian yang bertujuan untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada berkaitan dengan efisiensi penggunaan lahan. Perbedaan kondisi lahan memungkinkan adanya beragam jenis pola tanam. Selain untuk efisiensi penggunaan lahan, pola tanam juga dimaksudkan untuk meminimalisir resiko kegagalan suatu jenis komoditas. Macam sistem pertanaman terdiri dari monokultur dan polikultur. Pertanaman monokultur merupakan pola tanam dengan membudidayakan hanya satu jenis tanaman dalam satu lahan pertanian selama satu tahun sedangkan pertanaman polikultur membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan pertanian. Pangan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhan ini selalu meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan penduduk itu sendiri. Salah satu dari bahan pangan tersebut adalah kedelai. Kedelai merupakan tanaman polong-polongan terpenting pertama di Indonesia dan tanaman pangan ketiga terpenting setelah padidan jagung di Indonesia. Tanaman kedelai berasal dari dataran China. Kedelai mulai dibudidayakan di Indonesia sejak tahun 1746. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan sumber protein nabati. Kedelai sebagai salah satu sumber protein nabati menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan protein hewani.Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas yaitu dengan menggunakan pola tanam polikultur secara tumpangsari. Dalam sistem tumpang sari, kegiatan penanaman diatur atau disesuaikan dengan pola pergiliran tanaman sepanjang musim sehingga sesudah tanaman pokok dipanen, tanaman lain pun sudah besar dan siap di panen pula. Dengan demikian terciptalah pemanfaatan waktu dan lahan yang sebesar-besarnya untuk mendapatkan hasil optimal. Tujuan Mengetahui budidaya dan pola tanam tumpangsari pada tanaman jagung dan kedelai 2. PEMBAHASAN Kedelai merupakan tanaman polong-polongan terpenting pertama di Indonesia dan tanaman pangan ketiga terpenting setelah padi dan jagung di Indonesia. Tanaman kedelai berasal dari dataran China. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan sumber protein nabati. Kedelai sebagai salah satu sumber protein nabati menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan protein hewani. Target produksi kedelai nasional pada tahun 2016 sebesar 2,63 juta ton. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2015) menyatakan bahwa pada tahun 2016 pasokan kedelai akan mengalami defisit sebesar 1,61 juta ton. Hal ini dikarenakan dari tahun 2014-2016 produksi kedelai mengalami penurunan sebesar 7,06% dari 0,96 jt ton pada tahun 2014 menjadi 0,89 jt ton pada tahun 2016. Konsumsi kedelai akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dikarenakan bertambahnya populasi penduduk, kesadaran masyarakat akan konsumsi makanan bergizi, dan peningkatan pendapatan per kapita. Salah satu upaya tanam ganda untuk meningkatkan produksi yaitu melalui tumpangsari. Tumpangsari adalah penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara berdekatan pada lahan yang sama dan terdapat interaksi diantara tanaman tersebut. Sistem ini dilakukan untuk meningkatkan potensi lahan dan produksi hasil tanaman dan lebih produktif dibandingkan dengan sistem monokultur, terutama pada kondisi yang kurang baik serta menekan aktivitas hama dengan meningkatnya diversitas tanaman pada pola pertanaman ini. Pada umumnya sistem tumpangsari lebih menguntungkan dibanding sistem monokultur karena produksivitas lahan menjadi lebih tinggi, jenis komoditas yang dihasilkan beragam, hemat dalam pemakaian sarana produksi dan resiko kegagalan dapat diperkecil. Disamping keuntungan diatas sistem tumpangsai dapat digunakan sebagai alat untuk konservasi lahan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman, meningkatkan hasil tanaman bahkan cara ini dapat mempertahankan kesuburan tanah bila salah satu jenis tanaman adalah tanaman legumenocea yang ditumpangsarikan dalam lahan. Persiapan bahan tanam dan lahan Tahap perencanaan penanaman kedelai terdiri tiga komponen teknologi yaitu varietas unggul, benih bermutu-berlabel dan penyiapan lahan. Varietas unggul dan benih bermutu-berlabel merupakan komponen teknologi dasar yang berpotensi dapat diterima dan diadopsi petani. Penyiapan lahan merupakan komponen teknologi pilihan yang akan ditentukan oleh kondisi sumberdaya setempat. b. Penanaman Di Kabupaten Pasuruan petani menanam kedelai dengan sistem tugal dan tanpa olah tanah. Penataan tanaman terdiri atas dua komponen teknologi dasar, yaitu pembuatan saluran drainase dan pengaturan populasi tanaman. Benih ditanam dengan jarak tanam 40 x 20 cm, 2-3 benih per lubang. Saluran drainase berdimensi 20 x 30 cm, berjarak 3-4 meter, menyesuaikan kondisi dan sifat tanah. c. Pemupukan Pemupukan anorganik dan pemberian bahan organik merupakan dua komponen teknologi pilihan dalam pengelolaan hara. Pupuk organik 2 ton/ha diberikan sebelum tanam padi pada MH-1 atau sebelum tanam kedelai. Lubang tanam ditutup dengan pupuk organik. Pemupukan NPK diberikan pada saat kedelai berumur 10-15 hari dengan dosis 200 kg/ha. Pupuk daun diberikan sebagai pelengkap. d. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman berupa pengairan pada dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu. Air diberikan saat pembungaan dan pengisian polong, atau setiap 2-3 minggu sekali dengan tetap memperhatikan kondisi kelengasan tanah. Pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu mencakup identifikasi jenis penyakit, menentukan tingkat kerusakan tanaman, taktik dan teknik pengendalian yang mengusahakan tanaman selalu sehat, penggunaan varietas tahan, pengendalian hayati, pengendalian secara fisik dan mekanis serta pilihan terakhir dengan penggunaanpestisida kimia (fungisida, bakterisida, insektisida). Pengendalian gulma dilakukan secara manual dengan pendangiran dan pencabutan. Panen dilakukan pada saat tanaman sudah masak. e. Pemanenan Umur panen kedelai ditentukan oleh jenis varietas, musim tanam, kelengasan tanah serta perlakuan agronomis, umumnya 70 - 90 hari. Kedelai masak ditandai dengan 95% polong berwarna coklat atau daun sudah berwarna kuning. Pasca panen kedelai meliputi penjemuran brangkasan kedelai sampai kondisi kering, pemisahan biji dari kulit kedelai, pembersihan dari kotoran dan penyimpanan biji. Peningkatan produktivitas lahan disebabkan oleh pemilihan kombinasi tanaman dan sistem pertanaman yang tepat serta adanya hubungan atau simbiosis mutualisme antar tanaman yang ditanam secara tumpangsari. Simbiosis ini berhubungan erat dengan kebutuhan nitrogen bagi tanaman utama yang terpenuhi dari tanaman sisipan melalui kemampuannya memfiksasi nitrogen dari udara, sebaliknya tanaman sisipan memiliki toleransi terhadap naungan dapat hidup di bawah tegakan. Kombinasi tanaman serealia dengan tanaman legum adalah kombinasi yang terbaik sebab kompetisi antar bagian tanaman dalam hal memperoleh sinar matahari dan unsur hara relatif sangat kecil. Perlakuan waktu tanam sebagai faktor tunggal berpangaruh nyata terhadap jumlah polong dan bobot biji per tanaman kedelai. Tanaman kedelai yang ditanam 3 minggu sebelum tanam jagung menghasilkan jumlah polong dan bobot biji kering per tanaman tertinggi,sebaliknya pada tanaman kedelai yang ditanam 3 minggu setelah tanam jagung. Rendahnya jumlah polong dan bobot biji kering pada kedelai yang ditanam setelah penanaman jagung, diduga adanya persaingan yang berat dari tanaman jagung yang telah tumbuh terlebih dahulu. Tanaman jagung yang berhabitus lebih tinggi dengan sistem perakaran yang lebih rapat dari kedelai menjadi pesaing yang kuat baik dalam pemanfaatan cahaya di atas permukaan tanah maupun unsur hara dan air di bawahpermukaantanahuntukprosesfotosintesis. Persiapan bahan tanam dan lahan Untuk kedelai gunakan varietas yang toleran naungan, diantaranya Dena-1 atau Dena-2. Jumlah benih yang dibutuhkan 15- 20 kg/ha. Gunakan varietas kedelai yang toleran naungan, diantaranya Dena-1 atau Dena-2. Jumlah benih yang dibutuhkan 15- 20 kg/ha. Sedangkan untuk jagung gunakan varietas hibrida bertipe tegak, Bima-2, Bima-4, Pioner-21, Bisi-16 dan lain-lain. Jumlah benih yang dibutuhkan 15 – 17 kg/ha. Tanah diolah sempurna, yaitu dengan cara penggemburan atau pencangkulan. Penanaman Tanaman jagung ditanam 1 biji per lubang dengan sistem tanam legowo/double row dengan jarak tanam (100-50) cm x 20 cm atau (110-40) cm x 20 cm kemudian ditutup dengan pupuk organik 1 genggam. Benih kedelai ditanam di antara barisan legowo pada tanaman jagung dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm, sehingga terdapat 2 barisan tanaman kedelai antara setiap barisan legowo jagung. Penanaman kedelai dapat bersamaan dengan penanaman jagung atau 1-7 hari setelah penanaman jagung. Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan untuk kedelai adalah 50 kg urea + 50 kg phonska/ha 7- 10 hst (bersamaan dengan pemupukan pertama jagung apabila tanamnya bersamaan). Dosis pemupukan yang digunakan untuk jagung adalah sebagai berikut: a). Lahan sawah menggunakan takaran 350 kg Urea + 300 kg phonska atau pupuk majemuk lainnya. Pemberian diberikan 2 kali, pemberian pertama pada umur 7-10 hst sebanyak 100 kg urea + 300 kg phonska/ pupuk majemuk lainnya per hektar. Pemupukan kedua dilakukan pada 35-45 hst dengan takaran 250 kg urea per hektar. Pupuk dimasukkan dalam lubang yang dibuat + 10 cm di samping tanaman dan ditutup dengan tanah. b). Lahan kering menggunakan takaran 325 kg Urea + 300 kg phonska atau pupuk majemuk lainnya. Pemberian diberikan 2 kali, pemberian pertama pada umur 7-10 hst sebanyak 100 kg urea + 300 kg phonska/ pupuk majemuk lainnya per hektar. Pemupukan kedua pada umur 35-45 hst dengan takaran 20 kg urea + 100 kg phonska/pupuk majemuk lannya. Pupuk dimasukkan dalam lubang yang dibuat + 10 cm di samping tanaman di tutup dengan tanah. Pemeliharaan Penyiangan dan pembumbunan dilakukan dengan cangkul, yaitu menimbun area perakaran tanaman jagung dengan tanah. Pembumbunan dilakukan segera setelah pemupukan dan penyiangan. Pemanenan Untuk jagung panen dapat dilakukan apabila kelobot jagung sudah kering dan lapisan hitam pada pangkal biji (black layer) telah terlihat. Sisa batang tanaman (biomas) dijadikan kompos atau dapat digunakan sebagai mulsa diantara baris tanaman untuk pertanaman berikutnya. Untuk kedelai di panen sebelum polong pecah, yaitu saat polong berwarna coklat. Kedelai sebaiknya dipanen lebih awal dari jagung. Biomas tanaman atau sisa-sisa batang tanaman kedelai dapat dijadikan kompos. PENUTUP Kedelai merupakan komoditas unggulan di Indonesia, tahapan budidaya kedelai antara lain persiapan bahan tanam dan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan pemanenan. Pola tumpeng sari untuk kedelai paling efektif dengan jagung.