Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh model jarak tanam terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang malai, jumlah bulir dan hasil produksi padi sawah varietas cilamaya muncul. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja di daerah Kecamatan Palas yang merupakan lahan ex rawa Sragi. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok satu faktor. Dengan enam perlakuan jarak tanam sistem jejer legowo dan tegel melalui tiga ulangan. Hasil data rancangan percobaan di analisis dengan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (General Model Linear) melalui aplikasi SPSS 16 dengan alfa 0,05 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh model jarak tanam jejer legowo dan tegel terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang malai, jumlah bulir, dan hasil produksi. 1. Tempat dan Waktu. Pengujian ini dilaksanakan di BP3K Palas di desa Bandan Hurip Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, dengan ketinggian 4 meter (dpl), yang merupakan daerah eks rawa Sragi dengan memiliki spesifik lokasi pada musim penghujan sering sulit membuang air sedangkan pada musim kemarau kesulitan air. Waktu pelaksanaan bulanan April s/d Agustus 2014. 2. Sarana yang digunakan. a). Benih padi Varetas Cilamaya Muncul : 20 kg./ha. Pupuk organik : 500 kg/ha. b). Pupuk anorganik : NPK Phonska 300 kg/ha dan Urea 200 kg/Ha. c). Herbisida purna tumbuh bahan aktif Metil Metsulfuron. d). Muluskisida bahan aktif Fentin Asetat. f). Insektisida bahan aktif Etofenproks, Demehipo. g). Fungisida bahan aktif Azoksistrobin, Difenokozanol. 3. Rancangan dan Desain. Percobaan ini mengunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 6 (enam) perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan dengan ukuran masing-masing plot 5 x 5 meter, rincian perlakuan sbb : J.1 = Jejer legowo : 2 : 1 ( 25 cm x 12,5 cm), J.2 = Jejer legowo : 4 : 1 ( 25 cm x 12,5 cm dibagian pinggir), J.3 = Jejer legowo : 6 : 1 ( 25 cm x 12,5 cm dibagian pinggir), T.1 = Tegel jaraka tanam : 25 cm x 25 cm, T.2 = Tegel jaraka tanam : 30 cm x 30 cm, dan T.3 = Tegel jaraka tanam : 35 cm x 35 cm. Umur bibit yang ditanam 15 hari setelah sebar menggunakan 2-3 batang per rumpun. 4. Pengamatan. Para meter yang diamti dalam penelitian ini : 1) Rata-rata anakan umur 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam; 2) Rata-rata anakan produktif seminggu sebelum panen; 3) Rata-rata tinggi tanaman umur 3 minggu, 6 minggu dan 7 minggu setelah tanam; 4) Rata-rata tinggi tanaman seminggu sebelum panen; 5) Rata-rata panjang malai (cm); 6) Rata-rata jumlah bulir per malai (butir); 7) Berat 1000 butir (g) dan 8) Produksi per plot (kg). 5. Analisis Data Pengkajian. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5 %, apabila terdapat pengaruh nyata antar perlakuan dilakukan uji anjut menggunakan BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5 %. 6. Hasil dan pembahasan. 1). Hasil Perlakuan Jarak Tanam Terhadap Jumlah Anakan Padi Sawah. Menunjukkan bahwa hasil perlakuan jarak tanam terhadap jumlah anakan padi sawah varietas cilamaya muncul bahwa pada ulangan pertama hasil perlakuan jarak tanam sistem T3 (tegel 35 cm x 35 cm) menghasilkan jumlah anakan terbanyak sebesar 31 anakan. Pada ulangan kedua dan ketiga jumlah anakan terbanyak juga terdapat pada perlakuan jarak tanam sistem tegel T3. Banyakan anakan ini dikarenakan banyaknya ruang pada setiap rumpun dikarenakan variatas cilamaya muncul merupakan padi varietas padi dengan tipe fisiologi besar dan tinggi sehingga butuh ruang yang lebar untuk pertumbuhan jumlah anakan. 2). Hasil Perlakuan Jarak Tanam Terhadap Tinggi Tanaman Padi Sawah. Menunjukkan bahwa hasil perlakuan jarak tanam terhadap tinggi tanaman padi sawah varietas cilamaya muncul pada ulangan pertama hasil perlakuan jarak tanam sistem T3 (tegel 35 cm x 35 cm) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 120,5 cm. Pada ulangan kedua perlakuan pada sitem jarak tanam L2 (legowo) mengalami hasil tinggi tanaman yang paling tinggi yaitu 119,95 cm dan ketiga tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam sistem tegel T3. 3). Hasil Perlakuan Jarak Tanam Terhadap Panjang Malai Padi Sawah. Menunjukkan bahwa hasil perlakuan jarak tanam terhadap panjang malai padi sawah varietas cilamaya muncul pada ulangan pertama hasil perlakuan jarak tanam sistem T1 (tegel 35 cm x 35 cm) menghasilkan panjang malai terpanjang 29,3 cm. Pada ulangan kedua perlakuan pada sitem jarak tanam L2 (legowo) mengalami hasil panjang malai yang paling tinggi yaitu 27,55 cm dan ketiga tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam sistem tegel T2 yaitu 26,9 cm. Rata-rata panjang malai terpanjang dihasilkan pada perlakuan sistem jarak tanam T1 (tegel). 4). Hasil Perlakuan Jarak Tanam Terhadap Jumlah Bulir Padi Sawah. Menunjukkan bahwa hasil perlakuan jarak tanam terhadap jumlah bulir padi sawah varietas cilamaya muncul pada ulangan pertama hasil perlakuan jarak tanam sistem L2 (legowo 4:1) menghasilkan jumlah bulri terbanyak 203,65 bulir. Pada ulangan kedua perlakuan pada sitem jarak tanam T2 (Tegel, 30 x 30 cm) mengalami hasil jumlah bulir yang paling banyak yaitu 187,8 cm dan ketiga jumlah bulir yang paling banyak terdapat pada perlakuan jarak tanam sistem L3 (legowo) yaitu 211,2 bulir. Rata-rata jumlah bulir terbanyak dihasilkan pada perlakuan sistem jarak tanam L3 (legowo 4:1, 35 x 35 cm) dengan jumlah 188,3 bulir. 5). Hasil Perlakuan Jarak Tanam Terhadap Hasil Produksi Padi Sawah. Menunjukkan bahwa hasil perlakuan jarak tanam terhadap jumlah bulir padi sawah varietas cilamaya muncul pada ulangan pertama hasil perlakuan jarak tanam sistem T2 (Tegel) menghasilkan produksi tertinggi sebanyak 9200 kg. Pada ulangan kedua perlakuan pada sitem jarak tanam L2 (Legowo 4:1, 30 x 15 cm) dan T2 (Tegel, 30 x 30 cm) mengalami hasil produksi tertinggi sebanyak yaitu 9000 kg dan pada ulangan ketiga jumlah produksi yang paling banyak terdapat pada perlakuan jarak tanam sistem T1 (Tegel 25x25 cm) yaitu 8400 kg. Rata-rata jumlah produksi terbanyak dihasilkan pada perlakuan sistem jarak tanam T2 (Tegel, 30 x 30 cm) dengan jumlah 8666 kg. 6). Hasil Analisis Statistik Perbedaan Perlakuan Jarak Tanam Terhadap Jumlah Anakan, Tinggi Tanaman, Panjang Malai, Jumlah Bulir dan Hasil Produksi. Berdasarkan hasil uji statistik General Linear Model (Uji Beda Nyata Terkecil) dengan menggunakan aplikasi software SPSS 16 dengan variabel perlakuan jarak tanam terhadap fenotifik pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi sawah varietas padi sawah cilamaya muncul. GLM Multivariate digunakan untuk menghitung analisis regresi dan varians untuk variabel tergantung lebih dari satu dengan menggunakan satu atau lebih variabel faktor atau covariates. Variabel - variabel faktor digunakan untuk membagi populasi kedalam kelompok-kelompok. Dengan menggunakan prosedur general linear model ini dapat melakukan uji H0 mengenai pengaruh variabel-variabel faktor terhadap rata-rata berbagai kelompok distribusi gabungan semua variabel tergantung. Maka dapat meneliti interakasi antara faktor-faktor dan efek dari faktor-faktor individu. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai sig (p-value) dari perlakuan jarak tanam sebesar 0.006 untuk parameter jumlah anakan. 0.526 untuk parameter tinggi tanaman, 0.247 untuk parameter panjang malai, 0.610 untuk parameter jumlah bulir dan 0.458 untuk parameter hasil produksi. Nilai signifikansi dari kelima parameter hanya parameter jumlah anakan yang nilainya <0.05 sedangkan sisanya nilainya >0.05 sehingga H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama tidak terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan jarak tanam terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang malai, jumlah bulir dan hasil produksi. KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan antara perlakuan jarak tanam terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang malai, jumlah bulir, dan hasil produksi. 2. Saran. Untuk para peneliti yang ingin meneruskan penelitian ini sebaiknya menambah perlakuan model pemupukan agar lebih terlihat perbedaan pengaruh terhadap pertumbuhan. Penulis : Karyana, SP (Penyuluh Pertanian Lampung Selatan)