Loading...

PENGATURAN JARAK TANAM DAN PENANAMAN SISTIM TANAM JAJAR LEGOWO

PENGATURAN JARAK TANAM DAN PENANAMAN SISTIM TANAM JAJAR LEGOWO
Jagung ditanam untuk diambil hasilnya. Oleh karena itu penanaman jagung perlu memperhatikan faktor –faktor yang dapat mempengaruhi harapan produksi yang akan diperoleh. Faktor – faktor yang perlu diperhatikan tersebut ialah yang perlu dipehatikan : 1. Waktu tanam Waktu tanam yang tepat merupakan usaha Memperkecil kegagalan panen. Sesuatu yang Sekiranya menjadi kendala pada proses pengelo laan tanaman hingga panen perlu mendapat perhatian,misalnya musim tanam, kesulitan air, pengaruh hama yang menyerang tanaman jagung pada saat tertentu. Dan penyakit yang sering menyerang tanaman jagung pada saat tanaman jagung kurang baik. Ini semua menjadi bahan pertimbangan rencana tanam.2. Jarak Tanam Berbagai pengaturan jarak tanam telah dilakukan guna mendapatkan produksi yang optimal dan pengaturan jarak tanam ini sangat menentukan kebutuhan benih.Jarak tanam yang umum digunakan adalah 70-75 cm x 20 cm, 1 tanaman/ lubang atau 70-75 cm x 40 cm, 2 tanaman / lubang dengan populasi 66. 000 – 71, 000 tanaman / Ha. Atau menggunakan tanam jajar legowo 90-40 cm x 20 cm, 1 tanaman / lubang.atau 100 -40 cm x 40 cm, 2 tanaman / lubang dengan populasi = 71.000 – 77.000 tanaman / ha. Cara tanam legowo selain memberikan border bagi tanaman juga mempermudah penanaman selanjutnya sebelm tanaman panen. Border bagi tanam berarti memperbanyak tanaman pinggir sehingga memberikan penyinaran yang merata bagi tanamn tanpa ada ternaungi. 3. Cara Menanam Jagung Penanaman jagung dilakukan oleh petani dengan menggunakan alat sederhana yang di sebut Tugal yang terbuat dari kayu dan salah satu ujungnya dibuat meruncing. Alat tersebut digunakan dengan cara ditugalkan kedalam tanah sesuai dengan pengaturan jarak tanam tertentu dengan kedalaman lubang antara 2,5 cm – 5 cm. Penanaman ini dilakukan oleh beberapa orang yaitu 2 org membuat lubang dengan tugal dan yang lainnya mengisi lubang tanah sekaligus menutup. Untuk penutupan lubang ini diusahakan tidak terlalu padat namun juga tidak terambil / tersembul keluar sehingga dapat dimakan oleh burung atau ayam. Kedalaman penanaman dan penutupan lubang sangat berpengaruh terhadap kecepatan perkecambahan bahan benih. Kondisi benih yang baik dan lingkungan yang baik yang mendukung termasuk kelembaban dalam tanah dan suhu juga sangat mempengaruhi kecambahan. Pada lahan yang sangat luas dan datar, dengan tenaga kerja manusia yang terbatas, seringkali diterapkan teknologi yang lebih maju yaitu dengan menggunakan alat penanam sekaligus penutup lubang. Petani tinggal mengatur jarak tanam dan kebutuhan benih per lubang tanam atau sesuai dengan kemampuan beroperasinya alat penanam bermesin tersebut. Kemudian petani tinggal menunggu tanaman jagung itu tumbuh dengan cara melakukan penontrolan. Bila ada benih yang tidak tumbuh maka perlu disulam. Penyulaman ini dapat dilakukan dengan benih atau bibit dari tempat yang dianggap berlebihan, sehingga memberi kesempatan yang sama bagi bibit untuk berkembang dengan baik.Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2017 di Desa Butu dan Bongopini, tanggal 4 Juli 2017 di Desa Tamboo, Kecamatan Tilongkabila Penulis : Risnawati Alhamad Penyuluh BPP Tilongkabila