Loading...

PENGELOLAAN AIR TANAMAN PADI

PENGELOLAAN AIR TANAMAN PADI
Mengapa Perlu Mengelola Air pada Usahatani Padi? Air merupakan sumber kehidupan bagi hampir semua mahluk hidup. Tanaman padi merupakan salah satu tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah banyak. Untuk menghasilkan 1kg gabah dibutuhkan air sebanyak1.432 liter air. Untuk itu diperlukan langkah untuk mengelola air pada usahatani padi. Pengelolaan air pada usahatani padi ditujukan untuk menghemat air sawah. Upaya menghemat air sawah, khususnya pada sawah irigasi diprioritaskan pada musim kemarau di aliran irigasi yang biasanya rawan kekeringan. Prinsip teknologi hemat air: mengurangi aliran yang tidak produktif (rembesan, penyaringan, dan penguapan). Beberapa teknologi hemat air yang dapat diterapkan: (1) pengairan basah kering; dan (2) berselang. Pengairan Basah Kering Pengairan Basah Kering (PBK) dilakukan dengan memantau tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip pembuatan sumur. Cara kerja pengairan berselang adalah sebagai berikut:1. Pemberian air dimulai saat kondisi kering, ditandai permukaan tanah pecah. Biasanya dicapai ketika kedalaman muka air sekitar 15 cm dari permukaan tanah. 2. Pada saat memasukkan air, tinggi genangan sekitar 5-10 cm dan biasanya tergantung fase pertumbuhan tanaman. Semakin tua tanaman, semakin dalam genangan. 3. Pada saat pemupukan, kondisi lahan dibuat macak-macak, dan 10 hari menjelang panen lahan dikeringkan.4. Untuk memantau tinggi permukaan air, dapat menggunakan silinder/ pipa berlubang. Dalam Teknik pengairan basah kering, digunakan pipa pemantau. Adapun cara membuat pipa pemantau, sebagai berikut: 1. Bahan silinder/pipa berlubang dapat menggunakan paralon atau bambu berdiameter 3-5 cm dengan panjang 30-35 cm. Lubangi sepanjang 20 cm dengan diameter lubang 0,5 cm. Jarak antar lubang sekitar 2-5 cm. 2. Letakkan pipa berlubang di sudut petakan dekat pematang. 3. Jumlah pipa yang diperlukan tergantung topografi lahan.Cara pemasangan pipa pemantau sebagai berikut:1. Tekan pipa vertikal sedalam 20 cm dari permukaan tanah dengan menggunakan martil2. Keluarkan isi tanah dari dalam pipa3. Ukur kedalaman muka air secara berkala4. Jika muka air dibawah permukaan tanah sudah mencapai 15 cm, segera lakukan pengairan Pengairan Berselang Pengairan berselang (intermitten) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Pengairan berselang ditujukan untuk: 1. Menghemat air irigasi2. Memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara3. Mengurangi keracunan besi4. Mengurangi penimbunan asam organik dan hidrogen sulfida (H2S) yang menghambat perkembangan akar.5. Mengurangi kerebahan6. Mengurangi jumlah anakan tidak produktif7. Menyeragamkan pemasakan8. Memudahkan pengendalian keong mas9. Mengurangi penyebaran hama wereng coklat Cara melakukan pengairan berselang dalam satu musim tanam: 1. Tanam bibit pada kondisi tanah jenuh air dan aliri lagi setelah 3-4 hari;2. Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi sekitar 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak dilakukan penambahan air. Pengairan dilakukan lagi pada hari ke 4;6. Pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal;7. Mulai fase pembentukan malai dan pengisian gabah digenangi terus menerus;8. Keringkan lahan pada 10-15 hari sebelum panen;9. Perhatikan ketersediaan air, jika kurang/tdak mencukupi, pengairan bergilir menggunakan periode selang 5 hari10. Pengairan mempertimbangkan sifat fisik tanah. pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, perpendek waktu pergiliran. Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika. 2013. Modul Perubahan Iklim: Pelatihan Bagi Pelatih (ToT) Penyuluh Pertanian. Jakarta.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2012. Perubahan Iklim dan Inovasi Teknologi Produksi Tanaman Pangan. Kementerian Pertanian. JakartaBalai Besar Penelitian Padi. 2015. Teknik Irigasi Hemat Air. Tersedia di: http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/content/234-teknik-irigasi-hemat-air. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Email: ume_humaedah@yahoo.com