Loading...

Pengelolaan Sampah Terpadu Kwt Endang Geulis

Pengelolaan Sampah Terpadu Kwt Endang Geulis
Sampah masih merupakan masalah bagi sebagian besar Rumah tangga di kota dan Desa. Sampah juga merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Curah hujan yang tinggi ditambah pengelolaan sampah yang belum memadai menjadi penyebab banjir. Diakui oleh Direktur Pengelolaan sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar, Indonesia masih memiliki masalah dalam Pengelolaan sampah. Tiga masalah utama pengelolaan sampah di Indonesia adalah Masyarakat masih belum peduli tentang pengelolaan sampah, kedua adlah masalah sampah plastik yang kian hari semakin banyak. Dan yang ketiga adalah kurangnya kapasitas pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan sampah yang baik dan benar. Menyadari masalah ini, KWT Endang Geulis melalui Program FKW melakukan pengelolaan sampah terpadu dengan cara menggiatkan ibu-ibu KWT untuk memisahkan antara sampah organik berupa sayuran, buah-buahan dengan sampah non organik berupa sampah plastik (plastik botol air mineral, bekas kopi kemasan, plastik bekas wadah minyak sayur kemasan, makanan kemasan dll). Sampah yang terkumpul, selanjutnya di kumpulkan di Bank sampah, sampah non organik selanjutnya di timbang dan di catat setiap penyetorannya. Petugas bank sampah sendiri terdiri dari ibu-ibu KWT . Sampah yang memiliki nilai ekonomi biasanya setelah di kumpulkan di jual ke pengepul, harga sampah non organik ini bervariasai setiap minggunya. Mulai harga Rp 2000,-/kg sampai Rp 1500,-/kg. Untuk sampah non organik yang masih memiliki nilai daur ulang seperti plastik bekas kopi dapat di manfaatkan menjadi kerajinan tangan berbentuk tas atau dompet. Plastik bekas minyak sayur digunakan sebagai pengganti polibeg tanaman sayuran. Plastik kresek bekas belanja di manfaatkan untuk membuat tikar atau alas jemur padi setelah dikumpulkan. Plastik botol aqua kemasan juga dapat disusun menjadi bata plastik cara pembuatannya yaitu mengisikan plastik bekas kopi ke dalam botol aqua tersebut sampai penuh. Bata plastik ini dapat digunakan untuk menyusun pinggiran taman. MELLY RISDIANI, SP / DEDI SETIADI, S.PKP BPP HAURGEULIS