Loading...

Pengemasan dan Penyimpanan Produk Daging

Pengemasan dan Penyimpanan Produk  Daging
Daging merupakan bahan pangan/ produk yang mudah rusak jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan dapat menimbulkan keracunan bagi manusia yang mengkonsumsinya. Dengan Penanganan daging yang baik dipastikan bahwa daging yang diolah aman untuk dikonsumsi. Salah satu penanganan daging yang harus diperhatikan adalah pengemasan dan penyimpanan daging yang sudah diolah.. Pengemasan merupakan tahap akhir dalam proses produksi produk olahan daging, dengan demikian pengemasan merupakan hal yang penting dalam industri makanan khususnya daging olahan. Pengemasan produk olahan daging selain berfungsi untuk memberikan perlindungan pada produk terhadap kerusakan fisik, kontaminasi mikroba dan perubahan-perubahan kimia juga menjaga hygienitas produk untuk jangka waktu tertentu sehingga produk terjaga kebersihannya. Selain itu pengemasan produk bertujuan untuk memudahkan proses penjualan, sehingga dengan pengemasan produk yang baik dapat membuat produk terlihat menjadi lebih menarik. Oleh karena itu bahan kemasan yang digunakan harus dipilih yang tidak mempengaruhi kualitas produk. Efektivitas kemasan yang digunakan dalam mengawetkan daging tidak tergantung pada jenis bahan pengemasnya tetapi ditunjang pula oleh kondisi pada saat pengolahan dan cara penyimpanan produk. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 23/Men.Kes/SK/1978 tentang Pedoman cara produksi yang baik untuk makanan, bahwa wadah dan pembungkus untuk makanan harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1) dapat melindungi dan mempertahankan mutu isinya terhadap pengaruh dari luar; 2) tidak berpengaruh terhadap isi; 3) dibuat dari bahan yang tidak melepaskan bagian atau unsur yang dapat mengganggu kesehatan atau mempengaruhi mutu makanan; 4) menjamin keutuhan dan keaslian isinya; 5) tahan terhadap perlakuan selama pengolahan, pengangkutan dan peredaran; 6) tidak boleh merugikan atau membahayakan konsumen. Oleh karena itu sebelum digunakan wadah harus dibersihkan dan dikenakan tindak sanitasi serta steril bagi jenis produk yang akan diisi secara aseptik. Selain itu wadah dan pembungkus harus disimpan rapi di tempat yang bersih dan terlindung dari pencemaran. Jenis pengemas yang digunakan adalah pengemas plastik yang dilengkapi label atau etiket jenis produk, komposisi produk, tanggal kadulawarsa dan cara pemasakan. Bahan pengemas yang baik adalah polietilen dentisitas produk yang memiliki tahan panas , tahan terhadap cairan dan uap air serta suhu rendah hingga -51 o C . Jenis plastik polietilen yang digunakan yaitu plastik polietilen yang memiliki kerapatan tinggi dengan berat 0,910 - 0,925 g/ cm3 yang memiliki sifat sangat fleksibel dalam pembentukan dan penggunaannya sehingga baik untuk kemasan kantong. Penyimpanan produk daging yang telah dikemas perlu dilakukan untuk mempertahankan daya tahan produk sebelum dikirim atau dipasarkan pada konsumen. Produk yang telah dikemas dan siap dipasarkan disimpan dalam mesin pendinginan dan mesin beku (freezer).. Sistim penyimpanan produk (daging) atau yang lazim disebut sebagai sistem penggudangan terdiri dari : 1) Gudang pendingin (Chilling), kelembaban gudang berkisar antara 95 - 99% dengan suhu sekitar 0oC -2oC. Produk yang disimpan di ruang pendingin memiliki ketahanan simpan selama 20 hari sehingga perlu dilakukan pembekuan, 2) Gudang Pembekuan (Freezer) , Gedung pembekuan ini digunakan untuk menyimpan produk daging yang telah dikemas dalam jangka waktu lama yaitu kurang lebih 3 bulan. Suhu dalam ruangan pembekuan - 8 oC dengan kelembaban 99 %. Biasanya dalam perusahaan menggunakan sistem pergudangan FIFO (First In First Out) , artinya produk yang pertama masuk gudang akan dipasarkan terlebih dahulu. Disunting oleh : Asia (Penyuluh BPPSDMP) Sumber Informasi :Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian. Direktorat JenderalPengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 2009 Pedoman Standar Prosedur Operasional Pengolahan Hasil Peternakan (Daging).