Loading...

pengembangan Bebek Organik Syariah (BOS) yang dikonsep dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT)

pengembangan Bebek Organik Syariah (BOS) yang dikonsep dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT)
Selamat siang wal #sobatTANI di kabupaten Barito Timur KALTENG dan dimanapun anda berada , selamat berlibur hari Minggu dan selamat berakhir pekan berkumpul bersama keluarga, informasi pagi ini dari #dinasPERTANIANbartim yakni pengembangan Bebek Organik Syariah (BOS) yang dikonsep dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) "UMPAT BAKAYUH " yang berlokasi di wilayah binaan desa Putai Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur KALTENG dengan selaku ketua bapak SUROJO mengingat peran P4S yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia petani di kabupaten Barito Timur KALTENG dan mewujudkan kader-kader petani terdidik di masa depan untuk memajukan sektor pertanian Bartim . Hasil kajian yang mendalam dari berbagai pihak baik dari akademisi maupun instansi , menyimpulkan bahwa metode belajar melalui bekerja (learning by doing) dengan pendekatan petani belajar dari petani yang dilaksanakan di lahan usaha tani atau pusat/sentra produksi pertanian berdampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dan keluarganya dalam mengakses dan mengimplementasikan informasi teknologi yang diperoleh selama proses belajar antar sesama petani baik di lahan on farm maupun off farm . Pendekatan petani belajar dari petani ini sekaligus menginspirasi petani dan pemerintah pada acara penyelenggaraan PENAS V Tahun 1983, di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, untuk bersama-sama merintis suatu lembaga pendidikan keterampilan petani atau lembaga diklat pertanian swadaya yang dikelola oleh petani. PENAS V tersebut menyerukan kepada para petani yang sudah mampu untuk menggalakkan program pelatihan magang di kalangan para petani yang dilaksanakan oleh dan untuk para petani itu sendiri. Penyelenggara magang atau owner program ini adalah para kontaktani yaitu para petani pemimpin dan penggerak kelompoktani yang tingkat ekonominya sudah cukup memadai atau dengan kata lain sudah mapan . Sebagai tindak lanjutnya kemudian pada periode satu tahun kemudian yaitu pada 24 November 1984 diadakan seminar dengan tema "Magang Petani Belajar dari Petani" yang diselenggarakan oleh salah satu Kelompok Wanita Tani Nelayan, yang diketuai Ibu Neneng Sumiati di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Seminar ini dihadiri oleh pejabat lingkup Badan Diklat dan Penyuluhan Pertanian, Departemen Pertanian, Kepala Dinas Lingkup Pertanian Provinsi Jawa Barat, FKPPI Jawa Barat, Ketua Umum Kelompok KTNA dan Pengurus Kelompok KTNA Jawa Barat. Hasil diskusi dalam seminar tersebut disimpulkan bahwa para petani mampu berswadaya mengajar petani lain secara sistematis dan teratur apabila mendapat bimbingan yang baik dari pemerintah. Di samping itu pengalaman juga menunjukkan bahwa petani mampu mengembangkan program pelatihan bagi petani dalam suatu kelembagaan pendidikan berupa Pusat Pelatihan (Training Centre) apabila difasilitasi dengan sarana dan prasarana belajar yang memadai dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pusat-pusat pelatihan milik petani pun telah tumbuh di perdesaan. Untuk memudahkan pembinaannya, maka pada awal tahun 1990 an, dimunculkan ide/gagasan/pemikiran, untuk menyeragamkan nama pusat-pusat pelatihan yang ada menjadi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau disingkat dengan P4S. P4S diberi peran untuk pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta membentuk sikap positif petani terhadap perkembangan teknologi yang berorientasi agribisnis dan berbasis kearifan lokal. Kedua, menyebarkan dan menyampaikan informasi teknologi yang berorientasi agribisnis kepada petani dan pelaku usaha pertanian di perdesaan. Ketiga, membimbing penerapan teknologi kepada petani dengan metode belajar melalui bekerja, baik kepada petani perorangan maupun petani anggota di dalam dan di luar kelompoknya di perdesaan. Keempat, mengembangkan model pembelajaran melalui percontohan usahatani seperti demplot, demfarm, demarea dan demunit di lahan P4S dan/atau di lahan petani sekitarnya. Kelima, membantu penyuluh pertanian menyampaikan rekomendasi/anjuran kepada petani dan menyampaikan umpan balik penerapan teknologi, permasalahan dan upaya pemecahan masalahnya kepada lembaga penelitian atau perguruan tinggi melalui penyuluh pertanian. Keenam, meningkatkan dan mengembangkan kepemimpinan dan kemandirian petani melalui pelatihan kewirausahaan yang berbasis moral etika dan pelatihan lainnya. Ketujuh, menumbuhkembangkan jejaring dan kerjasama dengan berbagai sumber-sumber teknologi, pemasaran dan permodalan dalam rangka pelayanan informasi, konsultasi dan fasilitasi pemenuhan kebutuhan petani di wilayah perdesaan. Guna mengapresiasi semangat dan motivasi pendiri P4S di berbagai daerah di Indonesia, setiap pendiri/pengelola baik perorangan maupun kelompok diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memberi identitas P4S nya, sesuai kekhasan dan keunggulan yang dimilikinya, agar memudahkan petani, penyuluh dan pembina mengenal lebih jauh keberadaan P4S tersebut. Misalnya P4S umpat bakayuh di kecamatan dusun tengah kabupaten Barito Timur KALTENG. Harapan kami dari #dinasPERTANIANbartim dan BPP dusun Tengah dengan adanya P4S ini mampu menumbuhkan P4S di kecamatan lain di wilayah kabupaten Barito Timur KALTENG.#PPLmilenial.#DINASpertanianBARTIM.#P4SzamanNow.#ASSYIIAP.