Pengembangan kemiri secara vegetative dapat dilakukan dengan cangkokan (markoterm) dan sambungan. Cangkokan (markoterm). Kebaikan cara ini adalah sifat bibit sama dengan induknya termasuk jeis kelamin dan cepat berproduksi (3-4 th). Kelemahannya adalah perakaran dangkal dan tidak memiliki akar unggang sehingga mudah roboh. Cara pencangkokan: Setelah 8 bulan sejak dilakukan pencakokan, akar akan tumbuh . Cangkokan dipisahkan dengan gergaji, kemudian ditanam di polybag. Untuk mengurangi penguapan, dilakujan pengurangan daun bibit. Bibit sudah dapat ditanam setelah tumbuh daun dan cabang baru. Sambungan Sambungan adalah menempelkan bagian tanaman yang berasal dari pohon induk sebagai batang atas (entrys) kepada bagian tanaman lain sebagai batang bawah (onderstam) sehingga membentuk satu tanaman kombinasi. Tujuan pengembangan bibit kemiri dengan system penyambungan adalah: 1) Untuk mempertahankan atau memperoleh sifat-sifat baik dari pohon induknya; 2) Untuk memperoleh batang bawah yang baik yang pada umumnya berasal dari biji, yang mempunyai perakaran dalam dan kuat, 3) Untuk mendapatkan tanaman yang jenis kelaminnya betina sehingga menghasilkan buah yang jumlah dan mutunya baik; 4) Untuk memperpendek tanaman, sehingga memudahkan panen. Cara penyambunga ada dua cara, yaitu 1) penyambungan pucuk (enten, grafting) dan model penyusuan (inarching approach grafting), 2) penyambungan mata atau sering disebut dengan okulasi. Sambung pucuk (enten, grafing). Sambung pucuk adalah penyambungan dari batang atas ((entrys) dengan cara menempelkan pada bagian tanaman lain sebagai batang bawah (onderstam) sehingga terbentuk tanaman lain. Model penyambungan pucuk terdiri dari enten belah dan enten penyusuan. Enten belah: Pilihlah enten batang bawah dari bibit tanaman kemiri dalam polybag dan tunas (pucuk) dan pohon induk yang mempunyai ukuran yang sama sebagai batang atas. Potong batang bawah pada ukuran yang sama dengan pucuk , lalu dibelah sehingga ada celah. Pucuk sebagai batang atas dipotong dan dibentukseperti baji , lalu dimasukkan dalam celah batang bawah. Sambungan diikat dengan plastic sehingga cukup kuat dan tak tembus air hujan. Setelah tumbuh daun baru berarti penyambungan berhasil dan ikatan telah dapat dibuka. Sistem Penyusuan: Pilih calon batang bawah dari bibit tanaman kemiri yang baik. Lakukan penyayatan pada batang atas dan bawah denga bentuk dan ukuran yang sama sampai terkena sebagian kayunya. Tempelkan batag awah ersebut pada batang atas tepat berhimpitan pada sayatan dari kedua batang tadi. Kemudian diikat dengan tali rafia disepanjang sayatan. Batang atas berbentuk pucuk yang biasanya berasal dari pohon kemiri yang telah diketahui potensi produksinya. Dalam jangka waktu 1 bulan , penyusuan sudah berhasil yaitu bila kedua batang tanaman tersebut menyatu dengan baik, dimana tidak ada pucuk yang layu. Setelah 5 bulan , pucuk batang bawah dapat dipotong dan pucuk batang atas dipisahkan dengan pohon induknya. Tanaman kemudian dipelihara sampai penyambungan sempurna , tali raffia dilepas dan tanaman telah dapat ditanam di lapangan. Sambung mata (okulasi). Penyambungan mata (okulasi) adalah menempelkan mata tunas (sebagai batang atas atau entrys) ke bagian tanama sebagai batang bawah (onderstam) sehingga terbentuk tanaman baru. Okulasi dapat dilakukan dengan 2 ara yaitu berbentuk T dan berbentuk fokert. Okulasi bentuk T: Kulit batang bawah disayat seperti huruf T, dengan tinggi dan lebar sama denga mata tunas yang akan ditempelkan. Masukkan mata tunas pada sayatan atas sampai ke bawah sayatan, lalu diikat dengan tali raffia sehingga kuat dan tidak tembus air. Bila mata tunas mulai tumbuh ikatan sudah dapat dibuka. Pucuk batang bawah sudah dapat dipoong bila tunas sudah tumbuhdengan semurna dan telah mempunyai daun 3-4 helai. Okulasi bentuk fokert: Okulasi bentu fokertsama dengan okulasi bentuk T, hanya perbedaannya pad abentuk sayatan pada kulit batang bawah, yaitu berbentuk V terbalik. Penulis : Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber: Pedoman budidaya kemiri. Direktorat Jenderal Perkebunan. Departemen Pertanian. 2006.