Loading...

Pengembangan Jamur Thricoderma Sp.

Pengembangan Jamur Thricoderma Sp.
Penulis: Sartika Panggabean, Jhonny BM Silitonga dan Hotpan Manurung Manfaat bagi Tanaman padi sawah Adapun Manfaat bagi Tanaman padi sawah 1. Sebagai agen biokontrol (pengendali hayati patogen) pengendali penyakit blas (blast), busuk pangkal batang / batang rebah, rebah semai (seedling blight) dan hawar pelepah (sheath blight) . 2. Sebagai biofertilizer (pupuk hayati) yaitu berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman padi melalui peningkatan ketersediaan unsur hara. 3. Meningkatkan kesehatan tanah dan ekosistem mikroba 4. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan Ciri Media Berhasil 1. Muncul warna hijau toska atau hijau tua di permukaan jagung 2. Bau khas fermentasi (tidak busuk atau menyengat) 3. Tidak ada jamur hitam atau putih berbulu (tanda kontaminasi). Alat dan Bahan Alat : Panci/dandang kukus, Kompor, Wadah fermentasi (plastik bening uk. 5 kg), Steples/Hekter Kain kasa atau saringan dan Sendok kayu/spatula Bahan : Jagung pecah/dedak/beras 1 Kg, Isolat/Induk Jamur Trichoderma sp dan Air bersih secukupnya Cara Aplikasi Adapun cara aplikasi yaitu Jamur Trichoderma sp. dilarutkan dengan air, supaya spora terlepas dari media jagung, kemudian disaring atau di kocor.Dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman. Penggunaan rutin akan memberikan hasil yang lebih efektif Waktu Aplikasi Pra-tanam yaitu saat pengolahan lahan / tabur pupuk kandang yang dicampur Trichoderma, sp Persemaian dengan merendam benih dengan larutan Trichoderma, sp selama 6–12 jam sebelum semai Tanam awal dengan mencampur Trichoderma, sp dengan pupuk organik, tebarkan di lubang tanam atau barisan Fase vegetatif pada 15–25 hari setelah tanam, ulangi setiap 2–3 minggu (semprot/campur air) Saat gejala penyakit muncul