Loading...

PENGEMBANGAN JERUK KEPROK MADURA DI DESA SAMIRAN KECAMATAN PROPPO

PENGEMBANGAN JERUK KEPROK MADURA DI DESA SAMIRAN KECAMATAN PROPPO
Desa Samiran terletak di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Desa yang termasuk tiga desa terbaik dalam Pelaksanaan Musrenbang ini sedang mengembangkan kawasan pariwisata, didukung dengan keberadaan waduk/dam Samiran. Pada saat ini petani lewat kelompok tani Mekarsari mengembangkan budidaya buah jeruk keprok Madura di sepanjang aliran sungai Samiran. Konsep wisata petik buah diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani jeruk disekitar waduk. Harga jeruk hasil petik sendiri Rp. 12.000,- sedangkan tanpa petik sendiri Rp. 10.000,-. Jeruk keprok madura berasal dari Madura Jawa Timur. Jeruk ini memiliki rasa manis sedikit asam, ukuran buah sedang, warna daging buah oranye, warna kulit buah hijau kekuningan. Kandungan vitamin C, 33.20 mg/100 gr dan tumbuh dengan baik di dataran rendah (200-500 m d.p.l) http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/keprok-madura/. Budidaya Jeruk Keprok Jeruk keprok merupakan tanaman pohon yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya. Tinggi tanaman sekitar 2-8 meter. Daun berbentuk lanset, tepi daun agak beringgit, pangkal daun melekuk, dan jungnya meruncing. Bunga jeruk keprok berwarna putih dengan diameter sekitar 1,5 cm hingga 2,5 cm. Buah jeruk keprok berbentuk bola dan daging buahnya berwarna oranye. Ranting dan cabangnya tidak berduri. Penyerbukan bunga jeruk keprok dibantu oleh lebah, penyerbukan sendiri atau partenokarpi (pada spesies jeruk keprok tanpa biji). Jeruk keprok madura dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 1-900 meter di atas permukaan laut. Jeruk keprok madura menyukai tanah lempung atau tanah lempung berpasir yang gembur (humus dalam jumlah cukup) dan drainase yang baik. Kadar pH tanah untuk pertumbuhan jeruk keprok berkisar antara 5,5 – 6,5. pH tanah 6 merupakan pH tanah optimal. Jeruk keprok menyukai air yang masih mengandung garam dengan persentase sekitar 10%. Persiapan Lahan Budidaya Jeruk Keprok Lahan untuk menanam harus terbebas dari gulma, bebatuan, parasit, pepohonan yang besar, dan gedung-gedung yang menutupi penyinaran matahari secara langsung. Sehingga perlu pembajakan tanah terlebih dahulu, yang kemudian dibuatkan bedengan-bedengan agar akar tanaman terhindar dari rendaman air dan serapan nutrisi tanaman menjadi optimal. Penanaman dan Pemeliharaan Jeruk Keprok Waktu yang baik untuk penanaman yaitu pada saat musim kemarau, jika lokasi tanam memiliki sistem irigasi yang baik. Namun jika sistem pengairan terbatas, sebaiknya ditanam pada penghujung musim kemarau, sehingga ketika musim hujan datang proses pertumbuhan lebih optimal. Pemupukan lanjutan dilakukan ketika usia tanam sudah menginjak 1 bulan, dengan menambahkan pupuk N untuk menutrisi proses pertumbuhan agar lebih cepat. Selanjutnya, dilakukan 6 bulan hingga satu tahun sekali dengan pupuk NPK. Dan pada saat pertunasan, perlu diberikan pupuk NPK daun agar prosesnya lebih baik. Ketika memasuki usia tanam produktif, pemupukan perlu ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik dan pupuk hayati. Untuk aturan teknis pemberian pupuk, harus sesuai dengan aturan pakai yang sudah tertulis pada setiap kemasan. Pengawasan budidaya jeruk Keprok harus dilakukan berkelanjutan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Terutama ketika masa pertunasan. Hama yang paling sering menyerang jeruk Keprok adalah kutu loncat yang dapat menularkan penyakit CVPD (huanglongbing). Pemanenan Jeruk Keprok Pada umumnya, pemanenan tanaman Jeruk keprok dapat dilakukan setelah 26-36 minggu masa pembungaan. Pada saat itu, jeruk keprok sudah memasuki kematangan optimal. Pemanenan yang tepat dilakukan ketika siang hari. (BPP Proppo, Eris Wulandari, S.TP)