Pengembangan korporasi petani dalam bentuk Koperasi diperlukan langkah konsolidasi, agar Kelompoktani, gabungan kelompoktani dapat meningkatkan skala ekonomi usahanya serta memperoleh kemudahan untuk mengakses sumber pembiayaan dan pemasaran. Upaya tersebut efektif untuk membutuhkan rantai nilai mulai dari pengadaan sarana, prasarana, pengolahan sampai pemasaran. Konsolidasi petani diawali dengan mengidentifikasi Kelompoktani, Gabungan Kelompok Tani yang memiliki kesamaan komoditas dan spesialisasi jenis produk. Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan koperasi yaitu : Koperasi harus memilki daya saing. Koperasi membutuhkan penguasaan atas keunggulan dan asset produktif untuk menghasilkan output ekonomi yang bukan hanya dibutuhkan tetapi juga memiliki keunggulan dibandingkan output ekonomi lainnya; Koperasi diharapkan dapat memperkokoh struktur ekonomi dan bisnis nasional. Dengan begitu koperasi bukan hanya menyediakan ruang bagi perluasan basis usaha tetapi juga kewirausahaan produktif dan inovatif; Kerjasama atau jejaring ini bisa dikembangkan mulai dari akses bahan baku, teknologi, pembiayaan, bahkan dalam tata rantai pemasaran produk, baik untuk pasar domestik maupun untuk pasar luar negeri; Dengan demikian, terdapat lima dukungan yang dapat digunakan sebagai acuan pengembangan koperasi yaitu : Dukungan penyuluhan dan pendidikan. Melalui penyuluhan diharapkan masyarakat paham tentang manfaat berkoperasi, sehingga mereka tahu akan hak dan kewajiban dalam berkoperasi. Pendidikan terhadap pengurus, pengelola dan anggota koperasi juga sangat penting dan akan menentukan arah berkembangnya koperasi sekaligus untuk membangun kesamaan visi, misi dan strategi dalam menjalankan kopraqsi serta memperkuat interaksi anggota dengan koperasi dalam menjalankan usahanya. Dukungan kebijakan yang kondusif dan program berkaitan dengan pengembangan koperasi yang tidak membuat ketergantungan; Dukungan pembiayaan sangat diperlukan oleh koperasi. Meskipun pembiayaan koperasi bersumber dari anggotanya secara sukarela, namun pemerintah dapat membantu meningkatkan cakupan skim pembiayaan menjadi lebih luas tanpa memasukkan investasi swasta sehingga tidak bertentangan dengan prinsip koperasi; Dukungan infrastruktur bagi pemberdayaan dan peningkatan daya saing koperasi mutlak diperlukan khususnya bagi koperasi yang bergerak di sektor riil baik produksi, konsumsi maupun distribusi; Dukungan terhadap penguatan peran pengawasan terhadap prinsip, jati diri serta lingkup ekonomi dan bisnis koperasi. Pembagian peran dan kewenangan antara Kementan, Kemenkop, OJK dan stake holder lainnya saat ini merupakan awal bagi terwujudnya koperasi berbasis pertanian yang berdaya saing. Pengembangan koperasi berbasis Informasi Teknologi (IT) terutama dibidang pemasaran perlu adanya teknologi, Karena di era teknologi informasi sekarang ini, pemanfaatan aplikasi web misalnya tidak hanya sebagai media penyebar data dan informasi. Aplikasi web dapat digunakan dalam memasarkan hasil produk, yang dikenal dengan nama e-commerce atau online marketing. E-commerce merupakan jual beli barang, jasa dan informasi melalui jaringan komputer internet atau sarana elektonik lainnya. Alur proses sistem e-commerce sama seperti penjualan dalam sebuah supermarket, yaitu mengambil keranjang belanja diawal masuk, kemudian memilih barang sesuai dengan keinginan, dan setelah barang diambil selanjutnya melakukan pembayaran dikasir. Aplikasi web yang dihasilkan ini dapat memberikan kemudahan dalam penyebaran data dan informasi yang dimiliki oleh sebuah organisasi baik organisasi profit maupun non profit seperti koperasi, dalam bidang pertanian, aplikasi web dapat digunakan dalam memberikan data dan informasi tentang bertanam tanaman komoditas pertanian dari proses awal sampai akhir proses bertanam tanaman organik misalnya dapat disampaikan melalui media web. Sehingga informasi yang disampaikan dapat diketahui oleh masyarakat. Disamping menyampaikan data dan informasi, web dapat digunakan dalam transasksi bisnis, misalnya melakukan penawaran sebuah produk, dan melakukan transaksi jual beli. Aplikasi web dapat dirancang untuk melakukan transaksi jual beli, dengan menggunakan berbagai program agar dapat menampilkan suatu informasi di dalam browser. Perkembangan teknologi web berkembang dengan sangat cepat, salah satu kemudahan yang diberikan dalam perkembangan teknologi web adalah aplikasi web berbasis web content manajemen sistem yaitu sistem perangkat lunak yang berbasis web yang dapat digunakan untuk mengatur proses berjalannya sebuah web, yang dapat digunakan untuk menambahkan, mengubah, maupun mengurangi isi sebuah web. Dalam melakukan proses pemasaran e-commerce produk pertanian, web content manajemen sistem dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menyampaikan informasi produk-produk dalam bidang pertanian, sehingga keterbatasan dalam melakukan transaksi penjualan produk-produk pertanian dapat teratasi, dan dapat menciptkan sistem penjualan yang lebih efektif, efisien, dan dapat meningkatkan pelayanan pelanggan dalam melakukan pemesanan melalui web dengan membuat sistem penjualan berbasis web yang akan membantu efisiensi dan efektivitas kerja. (Suwarna-Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber : Berbagai sumber