Loading...

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MULSA UNTUK PRODUKSI SAYURAN

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MULSA UNTUK PRODUKSI SAYURAN
Fungsi mulsa plastik dalam meningkatkan produktivitas tanaman sayuran tidak dapat dipungkiri lagi, baik dari segi kuantitas maupun dari sisi kualitas produk yang dihasilkan. Penggunaan mulsa plastik juga semakin luas dan melintasi berbagai kondisi geografis lahan pertanian. Meskipun banyak hasil penelitian telah mampu menguak dasar ilmiah manfaat mulsa plastik untuk produksi tanaman sayuran, masih terbuka lebar aspek – aspek yang harus diteliti untuk meningkatkan keefektifan penggunaan mulsa plastik dalam produksi tanaman sayuran. Paling tidak ada empat sisi yang akan menjadi perhatian, yakni pemuliaan tanaman untuk mulsa plastic, perbaikan teknik budidaya, teknologi plastik dan penanganan limbah plastik. Dari sisi pemuliaan tanaman, upaya untuk mendapatkan tanaman yang responsive terhadap efek modifikasi lingkungan mikro yang dimunculkan oleh mulsa plastik harus mendapatkan perhatian. Masing – masing tanaman sayuran akanmemberikan respon yang berbeda terhadap perubahan lingkungan tumbuh tersebut. Perubahan kondisi lingkungan tumbuh akibat penggunaan mulsa plastik dapat mempercepat panen tanaman sayurandan bahkan dapat meningkatkan hasil tanaman hingga dua sampai tiga kali lipat disbanding tanaman sayuran yang diproduksi tanpa menggunakan mulsa plastik. Basis permuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas sayuran yang responsif terhadap efek modifikasi mulsa plastik dapat juga dilakukan atas dasar peningkatan perubahan keseimbangan cahaya diatas permukaan mulsa plastik, peningkatan suhu tanah dibawah permukaan mulsa plastik dan efek – efek lainnya. Penggunaan mulsa plastik telah mengubah teknik produksi tanaman sayuran karena harus menyesuaikan dengan teknik penggunaan mulsa plastik dan efek modifikasi yang diberikan. Teknologi pemulsaan telah merubah aktivitas pengemdalian gulma, teknik pemupukan, teknik pemberian air dan berbagai aktivitas lainnyaberkembang menjadi lebih efisien. Teknologi pemulsaan juga sudah mendorong produksi mesin pemasang mulsa di lahan, mesin penanaman, mesin pemanenan dan penggunaan irigasi tetes, serta teknik fertigasi. Teknologi pemulsaan dan efisien penggunaan air untuk produsi tanaman sayuran merupakan salah satu wilayah kajian yang harus mendapatka perhatian serius. Karena sumber daya air di masa mendatang akan semakin berkurang dari segi kualitas dan keterjangkauannya. Sementara itu nilai ekonomis tanaman sayuran sangat ditentukan tingkat kesegarannya. Dasar perubahan teknik budidaya tersebut adalah menjaga kondisi lingkungan tumbuh yang optimal akibat modifikasi lingkungan tumbuh yang dihasilkan oleh mulsa plastik. Dasar ilmiah kefektifan mulsa plastik dalam memodifikasi lingkungan mikro tanaman adalah kemampuan optis lembaran mulsa plastik. Penelitian dalam skala industry yang dapat dilakukan adalah penentuan warna mulsa untuk lingkungan tumbuh yang berbeda. Penelitian tentang jenis dan volume zat pewarna merupakan aspek yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan mulsa plastik dalam produksi tanaman sayuran. Aspek ketebalan mulsa plastik juga merupakan wilayah kajian yang dapat dilakukan. Kemampuan optis mulsa plastik terkait sinar infra merah atau sinar ultra violet ungu perlu mendapat kajian agar penggunaan mulsa plastik akan semakin mampu meyesuaikan dengan dinamika peubahan lingkungan tumbuh tanaman sayuran. Pengelolaan limbah mulsa plastik dalam produksi tanaman sayuran harus diperhatikan dengan baik karena tidak hanya akan merusak kualitas sumber daya lahan dan air, tetapi juga berpotensi untuk merusak kehidupan mikroorganisme tanah yang sangat berperan dalam ekosistem tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan plastik secara berulang kali pada lubang tanam yang sama atau yang berbeda. Teknologi penanganan limbah mulsa plastik yang harus dikembangkan adalah teknik penanganan limbah setelahmulsa tidak dapat lagi digunakan untuk produksi sayuran. Teknologi pembuangan mulsa plastik harus dikembangkan agar tidak merusak sumberdaya lahan dan air untuk produksi pertanian. Materi Cyber, tanggal 21 Arpil 2020 Penulis : Ali Nurdin