Loading...

PENGENALAN AGROEKOSISTEM TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN SUOH

PENGENALAN AGROEKOSISTEM TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN SUOH
Tanaman pangan terutama padi sawah adalah tanaman yang mayoritas dikembangkan oleh masyarakat petani di Indonesia. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok menyebabkan tanaman padi sawah menjadi komoditi yang sangat penting dan sekaligus menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu tidak bisa dipisahkan agar tanaman padi sawah dapat dibudidayakan dengan baik maka harus diperhatikan Agroekosistem yang ada di dalamnya sehingga tujuan dari pemerintah mencapai swasembada pangan berkelanjutan bisa menjadi kenyataan.Berikut adalah Agroekosistem tanaman padi sawah yang harus diperhatikan agar budidaya padi sawah yang kita laksanakan dapat berhasil dengan baik.a. IklimTanaman padi dapat hidup di daerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan rata-rata 200 mm per bulan, dengan distrubusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 o C. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi sekitar 0-1500 m dpl.b. TanahTanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jumlah yang cukup.Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan PH antara 4-7. Pengolahan Tanah Pada Lahan Sawah Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah dan tekstur tanah) yang dihendaki oleh tanaman. Pengolahan lahan sawah terdiri dari beberapa tahap:a. Pembersihan- Selokan-selokan perlu dibersihkan- Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos.Pencangkulan - Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajakb. Penggaruan - Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah- Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar.- Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan- Permukaan tanah menjadi rata- Air yang merembes ke bawah menjadi berkurang- Sisa tanaman atau rumput akan terbenam- Penanaman menjadi mudah - Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam Di kecamatan Suoh Khususnya yang merupakan salah satu sentra padi di kabupaten Lampung Barat, Iklim dan tanah sudah cukup mendukung, begitu pula untuk ketersediaan air, hanya saja irigasi belum irigasi teknis sehingga air belum bisa diatur dengan sempurna masuk ke areal sawah. hal ini menyebabkan kurang optumalnya pertumbuhan anakan tanaman padi karena pada saat areal sawah perlu dikeringkan air tidak dapat dibuang karena salurannya kurang memadai. Tetapi untuk produktivitas padi di kecamatan Suoh dalam kondisi normal masih di atas rata-rata yaitu antara 5,7 – 8 ton/ha GKP. (Admin/Marno/kecamatan Suoh/kabupaten Lampung Barat)