Loading...

Pengenalan beberapa Gulma penting pada Kedelai

Pengenalan beberapa Gulma penting  pada Kedelai
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil tanaman adalah gulma. Karena dapat menjadi kompetisi dalam penyerapan unsur hara, air, cahaya maupun ruang tumbuh . disamping itu juga gulma bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman. Gulma bisa digolongkan menjadi 3 yaitu golongan rumput, golongan teki dan golongan berdaun lebar. Golongan rumput lebih kuat dalam penyerapan unsur N disbanding golongan teki dan berdaun lebar. Namun demikian golongan teki lebih kuat menyerap unsur P dan K. Beda lagi gulma golongan berdaun lebar, cenderung kuat dalam menyerap air, disamping itu juga lebih kuat menyerap unsur N daripada unsur P dan K. Gulma-Gulma Penting pada Pertanaman Kedelai Gulma selalu dijumpal pada pertanaman yang dibudidayakan, baik di lahan kering maupun di lahan sawah. Hal ini disebabkan oleh beberapa sifat khusus dan gulma yaitu: 1. Gulma mempunyai kecepatan tumbuh yang tinggi, baik yang berkembang dan biji, rhizome maupun stolon. 2. Berkembang biak dengan cepat. 3. Mempunyai daya adaptasi tinggi dan dapat bertahan hidup di bawah kondisi yang tidak rnenguntungkafl. 4. Mempunyai sifat dormansi yang panjang.Gulma yang sering dijumpai di pertanaman budi daya tanaman pangan biasanya adalah gulma semusim. Gulma ini mempunyai sifat tumbuh cepat dan dapat menghasilkan biji dalam periode yang amat singkat sehingga cukup menyulitkan dalam pengendalianya karena selalu tumbuh pada saat pengolahan tanah yang dilakukan setiap musim dan didukung oleh kelembaban air yang cukup. Pertumbuhan yang terjadi kemungkinan termasuk dan biji-biji yang dorman dan musim sebelumnya. Dormansi gulma di suatu daerah sebagian besar disebabkan oleh kapasitas reproduksi yang tinggi dan mekanisme adaptasi yang efisien. Lamanya dormansi berbeda tergantuñg dari jenis gulma yaitu berkisar antara 1 minggu - 15 tahun. Dan hampir semua gulma mempunyai kemampuan dorman yang tinggi balk itu biji ataupun bagian lain yang tumbuh. Sifat dorman dan tingginya kapasitas reproduksi inilah yang menyebakan pengendalian menjadi sulit. Sebagai contoh adalah Echinocloa crussgali yang dapat menghasilkan 40.000 biji semusim dan terlepasnya sedikit demi sedikit sehingga memperpanjang masa perkecambahannya Gulma yang biasa tumbuh di pertanaman kedelai ada sekitar 56 species yang terdiri atas 20 jenis rerumputan, 6 jenis teki-tekian, dan 30 jenis berdaun lebar. Di antaranya terdapat jenis-jenis guirna yang sangat merugikan. Kemungkinan masih banyak jenis-jenis gulma lain yang tumbuh di beberapa lokasi pertanaman kedelai mengingat banyak ragam gulma yang dapat tumbuh dengan baik pada berbagai agroekologi. Kerugian tanaman budi daya yang diakibatkan oleh kehadiran gulma cukup beragam tergantung jenis dan populasi gulma. Contohnya untuk gulma Amaranthus sp, Digitaria ciliaris, dan Cyperus rotundus dapat menurunkan hasil kedelai masing-masing sebesar 35%, 21%, dan 15% pada populasi 20% dari populasi kedelai. Di lahan kering masam yang didominasi oleh gulma Barreria alata dengan kerapatan nisbi sebesar 79% dapat menurunkan hasil biji kedelai sebesar 60%. Selain kerugian yang dilihat dari sisi kompetisi, terdapat juga beberapa jenis gulma yang mempunyai sifat alelopati yaitu kemampuan mengeluarkan zat yang bersifat racun dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman tertentu. Misalnya Imperata cylindrica menghasilkan zat phenol, Juglans nigra dapat memproduksi hydroksi juglon, Artemisia absinthium mengeluarkan zat absintin. Tetapi gejala alelopati ini masih sulit diamati di lapang karena gejala yang lebih menonjol biasanya disebabkan oleh sifat kimia tanah seperti keracunan Fe, Al maupun Mg. Beberapa jenis gulma yang merugikan pada tanaman kedelai. Gulma golongan rumput antara lain : Eleusine indica, Cynodon dactylon Digitaria ciliaris, Echinocloa colonum, Polytrias amaura, Digitaria sp. Dan Imperata cylindrical. Gulma golongan teki: Cyperus sp. Gulma golongan daun lebar antara lain: Amaranthus sp., Ageratum con yoides, Hedyotis corymbosa, Cleome rutidosperma, Boreria alata, Ludwigia sp, Cyanotis cristata, Penyunting: Yulia Tri S Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan tanaman Pangan,2007, Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan tanaman Pangan,1985, Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian