Loading...

PENGENALAN DUNIA PERTANIAN MELALUI ATC (Bagian Kedua dari Penyiapan Generasi Muda Pertanian)

PENGENALAN DUNIA PERTANIAN MELALUI ATC (Bagian Kedua   dari Penyiapan Generasi Muda Pertanian)
Untuk mengantisipasi semakin nmenurunnya minat generasi muda dalam berkiprah dan berusaha dibidang pertanian perlu dilakukan upaya-upaya khusus dalam rangka pengenalan usaha dan sistem agribisnis kepada generasi muda pertanian baik terhadap anak-anak petani maupun terhadap anak anak warga masyarakat pertanian . Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Agri Training Camp (ATC) ATC pada dasarnya merupakan kegiatan untuk memperkenalkan pertanian secara menarik, nyata, aktif dan menantang di lapangan guna menumbuh kembangkan minat bagi generasi muda agar merekamempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap usaha pertanian dan agribisnis secara komprehensif. Kegiatan pada ATC dimulai dengan pengenalan tanaman yang bernilai ekonomi, pengenalan alat pertanian tradisional dan modern, pengelolaan lahan dan air, pengenalan budidaya (di lahan dan tanpa lahan), panen, pasca panen, pengolahan bahan baku dan produk hasil jadi, pengolahan limbah pertanian, dialog dengan pelaku usaha (petani dan petugas), pertunjukan diaroma pertanian dan pembinan mental spiritual. Disamping pengenalan secara visual, juga para peserta ATC diharapkan melakukan praktek kerja nyata di lapangan dan laboratorium agar mereka merasakan sendiri proses dalam berusaha tani dan beragribisnis. Dengan pendampingan dan kepemanduan dari fasilitator yang terlatih, diharapkan para generasi muda memiliki kepekaan dan tumbuh rasa cinta serta minat untuk tertarik dan menekuni usaha pertanian dan agribisnis di pedesaan. Agar generasi muda yang mengikuti ATC, tidak monoton dan jenuh/bosan mengikuti materi pelatihan, setiap sesi kegiatan diselingi dengan ice breaking, dinamika kelompok bahkan "out bound" untuk membangun capacity building. Program ATC tidak sekedar pelatihan di kelas dan observasi di lapangan, tetapi juga kerja nyata dengan melakukan sendiri, sehingga proses pelatihan ini betul-betul berjalan produktif, efisien dan efektif. Adapun sasaran pesertanya adalah siswa SLTP, SLTA, Madrasah Ibtidaiyah dan masyarakat pertanian lainnya. Pemilihan sasaran seperti ini, dimaksudkan untuk memperkenalkan secara dini tentang prospek usaha pertanian dan agribisnis di masa depan, sekaligus meyakinkan kepada mereka bahwa berusaha tani dan agribisnis itu bukanlah pekerjaan kotor tidak hanya dalam batas budidaya dan panen, tetapi generasi muda perlu diyakinkan bahwa dengan berusaha tani secara terencana disertai inovasi teknologi tepat guna, maka akan memberi hasil yang optimal dan menguntungkan serta dapat menjadi pilihan pekerjaan yang mampu mensejahterakan mereka di masa depan. Materi ATC dirancang sesuai dengan kualifikasi generasi muda, terutama dari usia dan tingkat pendidikannya. Oleh karena itu, aktivitas pada ATC, materinya tidak digeneralisasi tetapi disesuaikan dengan usia sasarannya. Berdasarkan sasarannya pembinaan dan pemberdayaan petani secara umum, dibagi dalam 3 (tiga) kelompok pendekatan yaitu Petani Dewasa, Wanita Tani dan Pemuda Tani. Khusus Pemuda Tani dibagi lagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu Taruna Bumi Taruna Tani, dan Petani Muda. Fokus utama sasaran ATC adalah Taruna Bumi dan Taruna Tani dengan petimbangan kedua kategori tersebut masih tergantung kepada orang tua dan belum menetapkan pilihan dan keputusan untuk kehidupan masa depannya. Dengan demikian kedua kategori ini, mempunyai peluang untuk diberi motivasi dan keyakinan tentang prospek usaha tani dan agribisnis yang menjanjikan kehidupan yang layak. Adapun Petani Muda merupakan generasi muda pertanian yang sudah mandiri dan berhasil dalam usahataninya dan dapat dijadikan mitra dalam program ATC ini, sebagai tempat kunjungan karena keberhasilannya dalam berusaha tani dan beragribisnis di pedesaan. Kita berharap, melalui pengembangan ATC di setiap UPT Balai Besar/BDA dan P4S, secara bertahap dan berkelanjutan dapat memberi dampak positif terhadap penyiapan regenerasi petani secara berproses, yang selanjutnya dapat melahirkan sosok petani terdidik di masa yang akan datang. ATC juga diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi masalah urban diperkotaan dan migrasi illegal ke negara-negara tetangga. Penulis. Ridha Ismail