Pendahuluan Scabies (kudis) disebabkan oleh tungau terkecil dari Ordo Acarina yaitu Sarcoptes scabbiei var. canis. Tungau yang berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran 300-600 µ x 250-400 µ pada betina dan 200-240 µ x 150-200 µ pada jantan, biasanya hidup di lapisan kulit epidermis. Sarcoptes merupakan tungau penggali superfisial dan bersifat zoonosis. Scabies sering terjadi pada anjing dan ternak (sapi, kambing, domba, babi, kuda, kelinci), spesies hewan lain seperti serigala, wombat, dan manusia. Tungau betina secara aktif membuat liang di dalam kulit epidermis atau lapisan tanduk, meletakkan 2-3 butir telur setiap hari. Telur menetas dalam 2-4 hari dan keluar larva berkaki 6. Dalam waku 1-2 hari larva berubah menjadi nimfa stadium pertama dan kedua yang berkaki 8, kemudian menjadi tungau betina muda yang siap kawin, dan menjadi dewasa dalam 2-4 hari. Waktu yang diperlukan telur menjadi tungau lebih kurang 17 hari. Tungau dan larva hidup dengan memakan reruntuhan jaringan. Patogenesitas dan Gejala Serangan Tungau menembus kulit, mengisap cairan limfe, dan memakan sel-sel epidermis. Rasa gatal yang kuat dialami hewan dan bila digosok-gosokkan atau digaruk semakin bertambah gatal dan sakit, akibatnya terjadi lecet-lecet serta kerontokan rambut. Lecet menyebabkan keluarnya cairan serum (eksudat) yang menggumpal dan kering membentuk sisik-sisik di permukaan kulit (keropeng). Selanjutnya terjadi keratinisasi dan proliferasi jaringan ikat sehingga kulit menebal, berkerut dan tidak rata permukaannya. Gejala penyakit: Hewan terlihat tidak tenang (menggaruk atau menggosokkan pada benda) akibat rasa gatal. Rambut rontok dan patah-patah akibat sering menggaruk pada bagian yang gatal, penebalan kulit (keropeng), kulit bersisik dan diikuti terjadinya kerusakan jaringan kulit. Nafsu makan hewan turun dan diikuti penurunan berat badan. Pada kasus yang berat dapat mengakibatkan kematian. Pengobatan dan Pencegahan Pengobatan medis: Pengobatan dilakukan dengan pemberian Ivermectin dengan cara suntik. Dosis yang diberikan umumnya 1 ml untuk 20 kg bobot kambing. Pemberian dosis injeksi harus dikonsultasikan dengan dokter hewan. Injeksi diulang 10-14 hari kemudian dari injeksi yang pertama. Masa 10-14 hari adalah waktu yang diperlukan untuk sebuah telur tungau Sarcoptess cabiei yang mungkin masih tersisa untuk menetas..Bila pada penyuntikan pertama penyakit belum sembuh, dapat diberikan dosis pengulangan pada 10-14 hari setelah suntikan pertama. Perlu diingat bahwa ternak yang diambil susunya perlu hati-hati dalam pemberian ivermectin. Withdrawl time atau masa bebas obat dari ivermectin adalah 30 hari. Pemberian amitraz juga dapat dilakukan untuk membasmi parasit tungau. Obat ini merupakan satu satu senyawa golongan formal dehid yang digunakan untuk ektoparasit. Mekanisme kerjanya dengan cara menghambat enjima monoamine-oxidase dan sintesis prostaglandin. Amitraz bertindak juga sebagai antagonis dari reseptor oktopamin. Enjima monoamine-oxidase menjadi katalisator pemecahan amin-nemotransmitter di dalam parasit seperti caplak dan tungau. Pengobatan tradisional: Pada kasus ringan dapat menggunakan oli bekas + belerang + minyak kelapa (minyak goreng). Seluruh bahan dimasak dan didinginkan, kemudian dioleskan ke bagian kulit ternak yang gatal. Pada kasus yang parah dapat menggunakan 2 liter minyak goreng + Decis (obat serangga untuk tanaman / insektisida) 50 ml + oli bekas 50 ml. Ramuan ini diberikan 2 minggu (14 hari sekali). Dalam satu bulan kambing tersebut sembuh total dari kudisnya. Alternatif pengobatan tradisional lainnya dapat menggunakan daun gamal yang dipanaskan dengan air kelapa. Larutan didinginkan dan disaring ke dalam wadah. Setelah disaring, larutan minyak tersebut dioleskan pada bagian luka/kudis. Pencegahan: Menjaga kebersihan kandang dan peralatan. Melakukan sanitasi ternak kambing secara rutin Hindari kambing dari air hujan. Isolasi dan observasi (karantina) kambing yang baru masuk. Segera isolasi dan obati kambing yang terinfeksi. Menjaga kebutuhan pakan kambing agar tetap terpenuhi Penulis: Erikson Butar Butar, S.P. (Penyuluh Pertanian Ahli Pertama /WKPP Mendoyo Dauh Tukad dan Mendoyo Dangin Tukad, Kec.Mendoyo, Kab.Jembrana)