Loading...

Pengenalan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang serta Cara Pencegahannya

Pengenalan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang serta Cara Pencegahannya
Pisang merupakan salah satu buah-buahan yang menjadi primadona di Indonesia bahkan mancanegara. Secara umum tanaman pisang dapat dibudidayakan hampir diseluruh daerah di Indonesia. Pisang dapat tumbuh di daerah tropis baik dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian tidak lebih dari 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Salah satu penyakit utama tanaman pisang adalah penyakit layu fusarium. Penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan bagi tanaman pisang dan dapat mengakibatkan turunnya kualitas dan kuantitas produksi. Nama lain dari layu fusarium adalah penyakit Panama yang disebabkan oleh cendawan. Penyakit ini sukar dikendalikan, mudah berpindah dan mampu bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang cukup lama. Penyakit layu fusarium atau sering disebut penyakit panama pada tanaman pisang disebabkan oleh Fusarium Oxysporum f. Sp Cubense (FOC). Penyakit ini merupakan penyakit paling berbahaya yang menyerang tanaman pisang. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian lebih dari 35 %. Penyakit ini menular melalui tanah, menyerang akar dan masuk kedalam bonggol pisang. Didalam bonggol ini jamur merusak pembuluh sehingga menyebabkan tanaman layu dan akhirnya mati. Gejala Penyakit Layu Fusarium Menguningnya daun pisang dari mulai daun yang tua, menguning mulai dari pinggiran daun Pecah batang, perubahan warna pada saluran pembuluh Ruas daun memendek Perubahan warna pada bonggol pisang Biasanya batang yang terserang mengeluarkan bau busuk Pencegahannya yaitu dengan cara : Buang dan bakar tanaman pisang yang sudah terlanjur terserang penyaki ini. Menanam lebih dari satu varietas atau menanan bibit yang sehat Jangan memasukkan bibit, bonggol dan tanah dari daerah yang sudah terkontaminasi. Gunakan bibit yang bebas penyakit (hasil kultur jaringan) Bersihkan gulma di sekitar areal pertanaman Tanam jenis pisang yang tahan terhadap penyakit FOC (ketan, tanduk, raja kinalun dan muli) Menggunakan agensia hayati seperti Trichoderma sp dan Gliocadium sp dan Pseudomonas Fluorescens Namun salah satu cara pencegahan yang di lakukan di lapangan yaitu dengan menggunakan Trichoderma sp. Trichoderma sp adalah sebagai agens pengendali hayati jamur patogen pada tanaman. Jamur ini secara alami merupakan parasit yang menyerang banyak jenis jamur penyebab penyakit tanaman (spektrum pengendalian luas). Jamur Trichoderma sp dapat menjadi hiperparasit pada beberapa jenis jamur penyebab penyakit tanaman, pertumbuhannya sangat cepat dan tidak menjadi penyakit untuk tanaman tingkat tinggi.