Loading...

PENGENALAN SRI (System Of Rice Intensification) BP4KKP Kab. POLMAN

PENGENALAN SRI (System Of Rice Intensification) BP4KKP Kab. POLMAN
SRI (System Of Rice Identification) pertama kali diperkenalkan oleh seorang petani miskin di Madagaskar Afrika Selatan pada tahun 1997. Pengertian SRI sendiri adalah Tehnik Budidaya Padi yang mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah Pengelolaan Tanaman, Tanah, Air, dan Unsur hara. Dasar-dasar pola SRI terbagi menjadi; 1. Tanaman padi akan berproduksi tinggi bila siklus hidupnya dimulai dengan bibit muda yang dipindahtanamkan secara hati-hati dengan jarak tanam relatif lebar; 2. Tanaman padi akan berproduksi tinggi bila tumbuh ditanah yang memiliki Drainase baik dan memiliki aerase (pertukaran udara dalam tanah) yang baik selama periode pertumbuhan; 3. Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik jika tanah tempat tumbuhnya merupakan tanah yang sehat secara biologis yakni tanah yang memiliki keragaman mikro organisme tanah. Adapun prinsip-prinsip penanaman pola SRI sebagai berikut; 1. Bibit unggul muda (umur 5-15 hari); 2. Tanaman tunggal (1 lubang 1 biji); 3. Jarak tanam lebar (35 cm - 40 cm) disesuaikan dengan kesuburan tanah; 4. Penggunaan pupuk organik; 5. Pengaturan air. Tujuan utama penanaman pola SRI adalah menekan biaya usaha tani dengan cara efesiensi air dan bibit, memperbaiki kesuburan tanah dengan cara penggunaan bahan organik dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman, meningkatkan produksi dengan cara mengoptimalkan munculnya anakan produktif tanaman padi. Keuntungan penerapan pola SRI sebagai berikut; 1. Efesiensi penggunaan benih dari 40 kg - 60 kg/Ha menjadi 8 kg-10 kg/Ha. 2. Efesiensi biaya pembuatan persemaian dan cabut bibit, karena persemaian menggunakan media desek dan saat tanam desek langsung dibawah. 3. Memperbaiki kesuburan tanah, karena SRI tidak dilakukan penggenangan air secara terus menerus sehingga tidak terjadi keasaman tanah dan aerase tanah berjalan dengan baik.