Loading...

Pengendalian Blast Pada Padi Sawah

Pengendalian Blast Pada Padi Sawah
PENDAHULUAN Latar Belakang Penyakit blas sejatinya sudah lama dikenal sebagai salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi. Kepala Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Dr. Ir. Suryo Wiyono mengatakan, penyakit blas diperkirakan muncul sejak tahun 5000 SM di Asia yang merupakan kawasan asal munculnya tanaman padi. Dalam perjalanannya penyakit yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae ini menjadi ancaman serius bagi tanaman padi di banyak negara. Epidemi blas pernah terjadi di China tahun 1634, Jepang tahun 1704, Italia (1828), Amerika Serikat (1876) dan India (1913). “Blas punya potensi menjadi epidemi dalam skala luas atau pandemi. Terjadinya duplikasi lingkungan tanaman padi gogo pada padi sawah akibat teknik budidaya yang tak selaras alam menjadi penyebab blas menyerang padi sawah. Pola pertanian dengan menggunakan pupuk kimia tak seimbang, herbisida, fungisida, dan pestisida telah membuat lingkungan sawah menjadi serupa dengan lingkungan padi gogo yaitu kadar kalium (K) tersedia lebih rendah, nitrogen (N) dalam bentuk NO3 karena air terbatas, penggunaan pupuk N berlebihan, dan Mikroba menguntungkan dalam tanah tidak berkembang baik karena bahan organik kurang. Penyakit blas pada padi sawah dapat menyerang pada semua fase pertumbuhan, malahan pada benih padi pun sudah mulai terinfeksi penyakit blas. Dari data International Rice Research Institute (IRRI), pada tahun 1975 sudah ada 250 ras/varian genetis penyakit blas. Penyakit ini memang mampu untuk dengan cepat membentuk ras baru. Saat kondisi lingkungan mendukung satu siklus penyakit blas hanya membutuhkan waktu 1 minggu dan sangat mudah menyebar lewat udara, siklus ini dimulai dari spora jamur yang menginfeksi tanaman kemudian menghasilkan bercak daun pada tanaman padi dan siklus ini berakhir sampai bersporulasi untuk menyebarkan spora yang baru lewat udara. Bercak kecoklatan pada daun yang menjadi ciri khas serangan blas (dok. departemen proteksi tanaman ipb). Satu bercak pada daun yang terinfeksi akan tumbuh dan menghasilkan spora jamur baru sampai ratusan hingga ribuan dalam satu malam. Mudahnya jamur Pyricularia oryzae melakukan mutasi menjadi penyebab blas sangat tahan terhadap penggunaan fungisida. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan artikel penyuluh pertanian ini adalah sebagai media informasi penyuluhan pertanian yang berisi uraian singkat tentang mengenal gejala dan cara pengendalian penyakit blast pada tanaman padi GEJALA SERANGAN PENYAKIT BLAST Blas bisa menyerang pada daun, batang, malai dan padi. Pada serangan di daun, blas menyerang pada fase vegetatif dengan gejala munculnya bercak-bercak berwarna kelabu atau putih dan memiliki tepi berwarna kecoklatan atau coklat kemerahan. Gambar Gejala Blast Daun Pada Tanaman Padi Blas yang menyerang leher, menyerang pada fase generatif. Gejala khasnya adalah membusuknya ujung tangkai malai. Tangkai malai yang busuk membuat tangkai malai mudah patah yang mengakibatkan bulir padi tidak terisi dan menjadi kosong. Pada gabah yang sakit juga bisa anda deteksi dengan timbulnya bercak–bercak kecil yang bulat. Gambar Gejala Blast Leher Pada Tanaman Padi Banyak petani tidak mengenali gejala serangan blast dan dikira wereng coklat. Bahkan, bahkan para penyuluh lapangan pun sering terkecoh dari jauh kelihatan seperti serangan wereng. Karena itu petani yang salah identifikasi kerap menggunakan pestisida untuk mengatasi masalah serangan blast. Padahal selain tak membawa hasil, penggunaan pestisida juga berkorelasi dengan semakin parahnya serangan blas. PENGENDALIAN PENYAKIT BLAST Untuk mengendalikan penyakit blast pada tanaman padi dapat dilakukan dengan berbagai cara : Penggunaan benih yang tahan terhadap penyakit blast Sebaiknya menggunakan benih yang tahan terhadap penykit blast sehingga dapat dicegah sedini mungkin. Perendaman benih dengan fungisida Benih direndam semalam (24 jam) dengan fungisida Sistemik yang berbahan aktif metil tiofanat, fosdifen atau kasugamisin. Melakukan penanaman serempak Agar tanaman padi berada pada fase yang sama sehingga perkembangan dan penyebaran sumber inokulum penyakit blast dilapangan dapat ditekan dan tidak menyebarpada penanaman padi selanjutnya. Pengaturan jarak tanam Sebaiknya dengan menanam padi dengan jajaran legowo (jarwo) 4 : 1 atau 2 : 1. Rotasi tanam Hindarkan tanaman padi terus menerus sepanjang tahun dengan varietas yang Sama. Sanitasi Bersihkan lingkungan persawahan dari segala jenis gulma karna gulma tersebut bisa menjadi tempat awal. Pemupukan berimbang atau tepat Untuk mengetahui kebutuhan pupuk lebih jelasnya harus menggunakan PUTS. Melakukan pengamatan rutin Apabila ada gejala serangan dapat segera diambil tindakan yang tepat. Penggunaan Fungisida Karna penyakit ini menular maka Apabila ada gejala serangan blast pada pertanaman harus secepatnya dikendalikan dengan fungisida sistemik yang berbahan aktif metil tiofanat, fosdifen atau kasugamisin 10.Pembakaran jerami padi Apabila ditemukan pada saat panen masih ada serangan blast maka jerami padi tersebut harus dibakar. P E N U T U P Demikianlah pembuatan artikel penyuluh pertanian lapangan ini dibuat oleh Penyuluh Pertanian Lapangan WKPP Hutanabolon Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah ini disusun sebagai tugas dan tanggung jawab sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan. Pembuatan artikel penyuluh pertanian lapangan ini di susun dengan segala keterbatasan, sehingga masih perlu mendapat penyempurnaan serta saran-saran yang sifatnya membangun dari semua pihak yang terkait, demi kelancaran kegiatan pembangunan pertanian di tingkat WKPP Hutanabolon Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah. Atas perhatian dan sarannya di ucapkan terimakasih. Hutanabolon, Maret 2019 Diketahui oleh, Disusun Oleh , Koordinator BPP Pandan PPL WKPP Hutanabolon REBBEN SIREGAR, Amd INDRA GUNAWAN S. SINAGA, SP NIP.19610319 198903 1 002 NIP.