Loading...

PENGENDALIAN BLAST PADA TANAMAN PADI

PENGENDALIAN BLAST PADA TANAMAN PADI
Penyakit blast (Pyriculariagrisea) merupakan salah satu kendala dalam usaha meningkatkan produksi pada pertanaman padi gogo dan sekarang sudah menjadi kendala serius pada padi sawah. Hal ini menjadi penting artinya terutama dengan adanya perluasan padi gogo ataupun penggunaan padi unggul yang rentan terhadap blast. Penyakit blast, dapat menurunkan hasil sampai mencapai 70% (Chin, 1975) menginfeksi pada semua stadia pertumbuhan tanaman yaitu daun, buku, leher malai, namun jarang menyerang pada bagian pelepah daun. Keadaan suhu yang kondusif pada kisaran 28°C. Suhu demikian umum nya ditemukan di wilayah-wilayah pengusahaan padi gogo, maupun padi sawah sehingga blast dapat berkembang biak dan menyebabkan kerusakan yang serius atau sering mengakibatkan puso.Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Penyakit BlastInang utamanya yaitu padi dengan inang alternatif adalah rerumputan (Digitariacilaris, Echinochloacolona) serta dapat juga memanfaatkan jagung untuk mempertahankan hidupnya. Miselia patogen tersebut dapat bertahan selama setahun pada jerami sisa-sisa panen.Fase penetrasi spora cendawan ini hanya membutuhkan waktu yang singkat yaitu 6 – 8 jam, menginfeksi melalui stomata, dan periode laten untuk memproduksi kembali spora juga tergolong singkat sekitar 4 hari (Hashioka, 1985). Faktorlain yang mendukung perkembangan blast adalah keadaan kelembaban sekitar 90%.Faktor pemicu lainnya adalah pemupukan nitrogen yang tinggi menyebabkan ketersediaan nutrisi yang ideal dan lemahnya jaringan daun, sehingga spora blast pada awal pertumbuhan dapat menginfeksi optimal dan menyebabkan kerusakan serius pada tanaman padi.Kehilangan hasil yang besar juga sering ditemukan pada infeksi leher malai. Penanaman dengan jarak tanam yang rapat serta pemupukan nitrogen yang tinggi tanpa menggunakan kalium menciptakan iklim meso dan media tumbuh yang kondusif untuk berkembangnya penyakit blast pada leher malai (Ismunadji et al, 1976). Gejala khas pada malai yang sering ditemukan yaitu adanya bercak kehitaman dengan malai yang patah, atau bulir yang mengering dan hampa.GEJALA SERANGAN PENYAKIT BLASTGejala Serangan PenyakitBlastDaun(leaf blast)Pada daun terdapat becak coklat berbentuk belah ketupat dan memanjang searah dengan urat daunPinggir becak berwarna coklat dengan bagian tengah berwarna putih keabuanBecak-becak terutama terlihat pada stadium pertumbuhan vegetativeBecak-becak dapat bergabung menjadi satu, sehingga secara keseluruhan tampak tanaman seperti terbakarGejala Serangan PenyakitBlast Leher(node blast)Serangan terjadi pada tanaman yang telah keluar malainya.Buku-buku yang terserang berwarna cokelat kehitaman dan busuk, sehingga mudah patah bila terhembus angin.Malai menjadi mengkerut, butir tidak terisi penuh, dan kadang-kadang menjadi hampa.TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BLASTKeberhasilan pengendalian penyakitblastdipengaruhi oleh kemampuan pengaturan lingkungan, terutama iklim mikro tanaman, keseimbangan penyerapan unsur hara dan tingkat kesuburan tanah. Kondisi lingkungan berpengaruh terhadap laju perubahanraspathogen blast, diantaranya varietas tahan, musim tanam yang tepat, pemakaian pupuk seimbang, dan penggunaan fungisida secara tepat.Penggunaan Varietas TahanPenanaman varietas tahan merupakan cara pengendalian yang terbaik, diharapkan varietas mempunyai ketahanan yang stabil .Ketahanan stabil adalah ketahanan yang tidak berubah (konsisten) pada tempat dan waktu penanaman yang berbeda atau tahan terhadapPyricularia OryzaeWaktuTanamPerbedaan agroklimat antarlokasi/wilayah dalam skala besar atau kecil memerlukan pengelolaan yang berbeda dalam menghadapi seranganblast. Oleh karenaitu, penanaman padi gogo dianjurkan pada awal musim penghujan. Penanaman pada awal musim hujan perlu dibantu dengan penyemprotan fungisida untuk menekanblastleher, terutama pada saat keluar malai dan awal berbunga.Jarak TanamUmumnya penanaman padi gogo menggunakan tugal dan jumlah benih yang digunakan lebih banyak. Oleh karena itu, tingkat populasi tanaman mempunyai arti penting yang berhubungan dengan produksi dan perkembangan penyakitblast. Jarak tanam rapat dan jumlah benih yang banyak menciptakan iklim mikro yang optimum untuk perkembangan penyakit blast.PemupukanPengaruh pemupukan terhadap penyakitblasttergantung pada kesuburan tanah, jenis dan takaran pupuk, serta varietas yang ditanam.Varietas yang rentan dengan peningkatan takaran pupuk Nitrogen menyebabkan tanaman mudah terserangblast, karena menurunkan kadar Kalium dalam jaringan tanaman. Untuk tanah PMK dianjurkan menggunakan pupuk 60 – 90 kg N, 90 kg P2O5, 60 kgKCl per hektar. Untuk varietas Lokal, pemupukan optimal dianjurkan 45 kg N, 45 kg P2O5, 30 kgKCl per hektar. Pemberian abu sekam yang mengandung Silikat 300 kg/ha dapat menurunkan kerusakanblast dari 90 % menjadi 48 %.PenggunaanFungisidaHampir 30 – 40 % penyakitblastpada padi ditularkan melalui benih, sehingga pada stadium awal vegetative tanaman padi dapat terserangblast. Oleh karena itu, perlakuan benih (seed treatment) dengan fungisida sistemik sepertiPyroquilone 50 WP sebanyak 8 g/kg benih sangat diperlukan. Untukblastleher diperlukan penyemprotan dengan fungisidaTricyclazolepada saat bunting.