Dalam budidaya tanaman apapun tidak dapat dipisahkan dengan adanya gulma termasuk dalam budidaya tanaman kedelai, Dampak negatif gulma yang tidak dikendalikan pada kedelai sama besarnya dengan serangan OPT, Pengendalian gulma merupakan suatu usaha untuk menekan populasi gulma sampai jumlah tertentu sehingga tidak menimbulkkan kerugian pada tanaman yang dibudidayakan. Komponen teknologi pengendalian gulma termasuk salah satu budidaya yang memerlukan biaya cukup besar. Gulma yang dibiarkan tumbuh selama pertumbuhan tanaman kedelai dapat menurunkan hasil 12 – 80 % (Stooler and Wooly 1985).Gulma selalu dijumpai pada pertanaman yang dibudidayakan, baik di lahan kering maupun di lahan sawah. Hal ini disebabkan oleh beberapa sifat khusus dari gulma yaitu:• Gulma mempunyai kecepatan tumbuh yang tinggi, baik yang berkembang dari biji, rhizome maupun stolon.• Berkembang biak dengan cepat.• Mempunyai daya adaptasi tinggi dan dapat bertahan hidup di bawah kondisi yang tidak menguntungkan.• Mempunyai sifat dormansi yang panjang. Metode Pengendalian GulmaGulma di lahan pertanian tidak harus selalu dikendalikan dari awal sampai panen. Pengendalian harus dilakukan pada waktu yang tepat, sehingga biaya, waktu, dan tenaga dapat lebih hemat. Waktu yang tepat untuk mengendalikan gulma adalah waktu periode kritis tanaman, yaitu periode di mana tanaman sangat peka terhadap faktor lingkungan. Periode ini biasanya terjadi umur 1/4 atau 1/3 sampai 1/2 umur tanaman.Pada tanaman kedelai, gulma mulai banyak tumbuh kira-kira dua minggu setelah tanam, sehingga pada saat tanaman berumur 2-3 minggu perlu segera dilakukan pengendalian atau biasa disebut dengan tindakan penyiangan gulma. Penyiangan kedua dilakukan 6 minggu setelah tanam atau setelah selesai masa berbunga. Cara Pengendalian Gulma1. Pengendalian Gulma Secara Mekanismerupakan salah satu upaya untuk menekan pertumbuhan gulma dengan jalan menghilangkan gulma dengan menggunakan cangkul, sabit, koret maupun landak yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga namun dari sisi hasil menekan pertumbuhan gulma cara mekanis cukup bagus, cara mekanis ini sulit dilakukan bila tanaman kedelai sudah berumur 4 minggu karena kanopi sudah saling menutup.2. Pengendalian Gulma Secara KimiawiHerbisida merupakan bahan kimia yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan gulma. Keuntungan dari penggunaan herbisida antara lain dapat menghemat waktu dan tenaga kerja. Penyemprotan herbisida dapat dilakukan satu orang dalam waktu 1-2 hari untuk satu hektar, sedangkan apabila dikerjakan dengan tenaga manusia memerlukan tenaga 20 – 40 orang.Berdasarkan waktu aplikasi, herbisida dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu: pra tanam (pre planting) yang disemprotkan pada permukaan lahan sebelum tanam, biasanya digunakan pada olah tanah minimum, pra tumbuh (pre emergence) yaitu herbisida digunakan sebelum gulma dan tanamam tumbuh misalnya alachlor pada kedelai. Aplikasi pasca tumbuh (post emergence) adalah herbisida yang diberikan setelah gulma dan tanaman tumbuh.Penggolongan herbisida menurut selektivitasnya dibagi menjadi dua yaitu herbisida selektif dan herbisida tidak selektif. Herbisida selektif jika herbisida dapat membrantas jenis gulma tertentu, sedangkan herbisida tidak selektif jika herbisida ini dapat mematikan gulma maupun tanamannya. penggunaan herbisida untuk mengendalikan gulma pada tanaman kedelai cukup efektif.Pengendalian gulma pada sistem tanam tumpangsari kedelai – jagung dengan selisih tanam 21 hari, penyemprotan herbisida selektif dilakukan sebelum penanaman jagung.3. Pengendalian Gulma Secara Kultur TeknisCara ini biasanya dilakukan pada daerah-daerah yang petaninya sudah maju sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Cara kultur teknis dapat dilakukan dengan olah tanah, pengaturan jarak tanam, penggunaan mulsa, dan rotasi tanaman. Kebanyakan tanaman kedelai di lahan sawah dilakukan tanpa olah tanah sehingga sangat menyulitkan dalam pelaksanaan penyiangan terutama bila permukaan tanah sudah mengeras karena kekurangan air. Penanaman kedelai dengan jarak optimal sangat dianjurkan karena bila terlalu jarang akan memberi kesempatan pada gulma untuk tumbuh.4. Pengendalian Gulma Secara TerpilihPengendalian ini dapat dilakukan pada kondisi tertentu seperti tanah terlalu keras sehingga sulit diberantas secara manual, gangguan gulma pada saat tanaman kedelai dalam fase berbunga dan tidak tersedianya tenaga kerja. Pengendalian ini dilakukan dengan cara mengeluarkan jenis-jenis gulma yang sulit dikendalikan dan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dari tanaman kedelai serta meninggalkan gulma yang dianggap tidak merugikan tanaman. Biasanya gulma yang dipilih untuk dicabut adalah gulma yang keras, pertumbuhannya melebihi tanaman kedelai seperti Amaranthus sp., Paspalum conyugatum dan Imperata cylindrica.5. Pengendalian Gulma Secara TerpaduPengendalian gulma terpadu dilakukan dengan cara mengkombinasikan semua cara pengendalian gulma baik secara langsung (manual, mekanis, dan kimiawi) maupun dengan cara tidak langsung (penyiapan lahan, cara tanam, air, irigasi, varietas, dan rotasi tanaman). Sistem pengendalian terpadu biasanya ditekankan kepada pendekatan agroekosistim untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Dalam hal ini mengandung suatu pengertian hubungan timbal balik dalam pola ekosistem seperti masalah insekta, penyakit, binatang piaraan maupun masalah sosial ekonomi. Pengendalian gulma terpadu secara lintas disiplin masih belum berkembang karena diperlukan rumusan teknologinya yang tepat, untuk memperoleh hasil optimal.Oleh Subandi, SP Koordinator BPP Kecamatan CeperSumber :1. Pengalaman petani BPP Kecamatan Ceper2. Pengendalian Gulma Pada Kedelai. Balitbangtan Kacang – Kacangan dan Umbi – Umbian Malang.