Mengapa Gulma Perlu Dikendalikan? Keberadaan gulma pada pertanaman kacang tanah diketahui sangat berpotensi menurunkan hasil. Pada jumlah yang banyak, gulma dapat menyebabkan kehilangan hasil kacang tanah 20-80%. Hal ini terjadi karena pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah tergolong lambat. Kanopi tanaman dapat menutup tanah pada saat tanaman berumur 25-40 hari. Sementara disisi lain, pertumbuhan gulma sangat pesat. Sehingga keberadaan gulma menjadi pesaing bagi tanaman dalam menyerap unsur hara, air dan cahaya. Untuk mengurangi potensi penurunan hasil akibat adanya gulma, maka diperlukan upaya pengendalian gulma. Teknik Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan untuk menekan populasi gulma sampai jumlah tertentu hingga tidak menimbulkan gangguan terhadap tanaman. Pada tanaman kacang tanah, pengendalian gulma dilakukan pada awal pertumbuhan tanaman, yaitu pada saat tanaman berumur 3-9 minggu setelah tanam. Ada beberapa alternatif cara mengendalikan gulma, diantaranya: 1. Cara MekanisCara ini paling umum dilakukan oleh petani. Cara mekanis dilakukan dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, sabit, koret maupun landak. Namun cara ini membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Pengolahan tanah sempurna (dua kali bajak dan dua kali garu) dapat menekan pertumbuhan gulma hingga umur 14 hari setelah tanam. Penyiangan sangat dianjurkan dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam. 2. Cara Kultur TeknisCara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara memperbaiki teknik budidaya tanaman, antara lain dilakukan melalui: - Menyediakan benih yang bebas dari biji gulma.- Mengatur jarak tanam yang diarahkan dapat memacu pertumbuhan tanaman sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma.- Rotasi tanaman, karena dapat memotong siklus pertumbuhan jenis gulma tertentu, karena adanya perbedaaan gulma yang berkembang pada setiap jenis komoditas tanaman.- Penggenangan untuk gulma darat. 3. Cara KimiaCara kimia dilakukan dengan menyemprotkan bahan kimia atau lebih dikenal dengan sebutan herbisida. Bahan ini dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan gulma. Keuntungan dari penggunaan herbisida antara lain dapat menghemat waktu dan tenaga kerja. Untuk mengendalikan gulma dalam 1 hektar, dapat dilakukan oleh 3-4 orang tenaga kerja. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan herbisida perlu diketahui jenis dan sifat herbisida, serta jenis dan sifat gulma yang akan dikendalikan. Dalam aplikasi pestisida, perlu juga diperhatikan waktu penyemprotan, takaran, serta cara pemberian. Efektivitas pemberian pestisida juga dipengaruhi oleh kondisi tanah. Aplikasi herbisida sebaiknya dilakukan pada saat lahan berada pada kondisi kelembaban optimum. Pada lahan kering, dapat dilakukan pada saat telah turun hujan dan memberikan pengairan pada lahan sawah. 4. Pengendalian Gulma TerpaduDilakukan dengan cara mengombinasikan semua cara pengendalian gulma baik secara langsung (manual, mekanis, dan kimiawi) maupun dengan cara tidak langsung (penyiapan lahan, cara tanam, air, irigasi, varietas, dan rotasi tanaman). Sistem pengendalian terpadu biasanya ditekankan kepada pendekatan agroekosistim untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Sumber: Arief Harsono dan Eko Widaryanto. 2015. Pengelolaan Gulma pada Tanaman Kacang Tanah. Dalam Astanto, et al. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Badan Litbang Pertanian. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com