Loading...

Pengendalian Gulma pada Tanaman Karet

Pengendalian Gulma pada Tanaman Karet
Gulma pada areal tanaman karet dapat mempengaruhi terhambatnya pertumbuhan tanaman, terganggunya aktivitas pemeliharaan tanaman, dan penurunan produksi. Pada musim kemarau, gulma juga dapat memacu kebakaran kebun yang akan menyebabkan kematian tanaman, sehingga pengendalian gulma harus dilakukan. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara kimiawi (herbisida ) dan secara mekanis ( dengan cara tebas, menggunakan cangkul/ kored atau dengan cara dicabut). Pengendalian gulma dilakukan sejak di pembibitan, masa tanaman belum menghasilkan (TBM) sampai dengan tanaman menghasilkan (TM). Pada saat di pembibitan, pada saat tanaman berumur kurang dari 4 bulan sudah dilakukan pengendalian secara manual. Pengemdalian gulma menggunakan herbisida dapat dilakukan apabila batang tanaman karet sudah berwarna cokelat, yaitu kira-kira berumur 5-6 bulan. Frekuensi penyiangan dilakukan setiap dua minggu hingga tanaman berumur empat bulan. Pada saat tajuk sudah mulai menutup, penyiangan dapat dilakukan sebulan sekali. Pengendalian gulma juga dilakukan pada penutup tanah, dilakukan setiap dua minggu. Gulma dalam barisan karet disiang secara mekanis dan diantara barisan dilakukan penyiangan menggunakan herbisida. Pengendalian herbisida pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dilakukan dengan sistem piringan mengelilingi sekitar tanaman atau dengan sistem jalur (sepanjang jalur barisan). Selama dua tahun pertama, pengendalian dilakukan secara manual dengan frekuensi 10-12 kali per tahun. Penyemprotan herbisida dilakukan dengan frekuensi 3-4 bulan sekali.Pengendalian gulma pada tanaman menghasilkan (TM) dilakukan dengan frekuensi yang disesuaikan dengan tingkat umur tanaman dan kondisi gulma. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pengendalian gulma secara kimiawi (aplikasi herbisida ) adalah sebagai berikut:1. Pemilihan herbisidaPemilihan herbisida harus tepat dan ekonomis sesuai dengan jenis gulma sasaran. Jenis pemakaian untuk masing-masing spesies gulma dapat dilihat pada kemasan herbisida. 2. Tenik aplikasi herbisidaNosel yang cocok adalah nosel polijet dengan pola semprot berbentuk kipas. Ukuran harus tepat, jangan sampai melebihi ukuran. Perlu dilakukan kalibrasi, dan yang tepat buat petani adalah kalibrasi berdasarkan luas areal. Dengan kalibrasi kita dapat mengetahui dengan tepat jumlah herbisida yang harus dilarutkan ke dalam tangki sprayer yang diisi air.3. Aspek Keamanan dalam Menggunakan Herbisida a. Keamanan: Pilih herbisida yang tepat dan baca label intuk mengetahui dosis yang dianjurkan. Persiapkan alat-alat untuk aplikasi, bersihkan dengan air dan lakukan pencampuran dengan tepat dan benar. Tumpahan herbisida harus segera dibersihkan. Sarung tangan harus dicuci sebelum dilepas, dan cucilah tangan yang terkena herbisida. Selama aplikasi herbisida tidak boleh makan, minum, atau merokok. Jangan gunakan mulut untuk menyedot herbisida. Isilah tangki untuk aplikasi sampai batas yang dianjurkan bagi alat tersebut sehingga pestisida tidak tumpah. b. Aplikasi: Gunakan pakaian dan alat pelindung. Kalibrasi alat yang digunakan harus benar dan tepat. Alat-alat aplikasi upayakan dalam kondisi baik. Areal yang disemprot tidak boleh untuk penggembalaan ternak. Perhatikan arah angin, supaya herbisida tidak terkena wajah pekerja. Jika pekerja merasakan kelainan atau kondisi badan tidak normal selama aplikasi, segera mencari pertolongan pertama. Tiak boleh mencampur herbisida dengan tangan. c. Penyimpanan: Herbisida disimpan dalam wadah asli dengan label yang jelas dan tertutup baik, di tempat yang kering berventilasi baik, terpisah dari bahan makanan. Peralatan juga disimpan dalam keadaan bersih. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian).Sumber: PEDOMAN BUDIDAYA KARET (Hevea brailiensis) YANG BAIK. Direktorat Jenderal Perkebunan. KEMENTERIAN PERTANIAN. 2014.