Loading...

PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI SAWAH

PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI SAWAH
PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI SAWAHCara Pengendalian Gulma Pada Tanaman Padi Sawah - Gulma pada tanaman padi selalu menjadi masalah karena mengganggu tanaman pokok dalam penyerapan nutrisi, kompetisi cahaya dan juga berpotensi menjadi inang hama dan penyakit. Gulma adalah salah satu kendala utama dalam memperoleh hasil yang tinggi dalam budidaya padi sawah. Persaingan gulma dengan padi dalam stadia pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen. Beberapa cara pengendalian gulma adalah sebagai berikut:Cara pengendalian dengan penyiangan tangan, sekarang ini sudah jarang sekali dilakukan karena adanya keterbatasan tenaga penyiang, terlebih-lebih untuk daerah-daerah yang sulit mendapatkan tenaga kerja. Demikian juga penyiangan dengan alat (landak) di beberapa tempat juga sudah ditinggalkan mengingat penggunaan alat ini juga memerlukan banyak tenaga dan kadang-kadang juga bisa mengakibatkan kerusakan pada perakaran padi yang sedang tumbuh. Dengan adanya kendala-kendala itu, sekarang petani banyak beralih menggunakan cara lain yang lebih mudah dan efisien, yaitu penggunaan racun kimia atau lebih populer dengan nama (herbisida). Pengendalian secara tradisional:1. Mengangkat sisa gulma yang dapat tumbuh kembali dari petakan sawah pada saat penyiapan lahan, meningkatkan ketinggian muka air tanah, untuk menghambat pertumbuhan gulma golongan rumput dan teki. Air macak-macak sebelum tanaman menutup permukaan tanah merangsang pertumbuhan semua gulma.2. Pemupukan bentuk briket yang dibenamkan ke dalam tanah mengurangi kemungkinannya dimanfaatkan oleh gulma.3. Penggunaan varietas yang tahan bersaing dengan gulma4. Penggunaan mulsa hidup dari gulma yang tumbuh mengapung. Salvinia molesta (kayambang) atau Azolla pinnata selain sebagai pupuk hijau dapat digunakan sebagai mulsa hidup pada padi sawah. Gulma-gulma yang tumbuh dari biji, pertumbuhannya akan tertekan karena kekurangan cahaya, oksigen dan meningkatnya CO2 dalam air. Selain itu gulma yang baru berkecambah sulit menembus lapisan permukaan air yang telah tertutup oleh musa hidup tersebut.5. Pengendalian gulma secara langsung terdiri dari berbagai cara yaitu: dengan tangan (manual), mekanis, fisik, biologis dan kimiawi.Pengendalian gulma secara biologis dapat dilakukan menggunakan itik (Anas javanica Chaves). Anak itik yang dibiarkan beberapa hari di lapangan dapat menggantikan cara pengendalian gulma dengan tangan pada padi sawah.6. Selain itu kumbang baja hitam (Holtica cyanea) dapat digunakan untuk mengendalikan gulma. Pengendalian Secara Kimia Banyak sekali jenis herbisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan gulma pada padi sawah. Cara penggunaan herbisida (racun rumput) ini banyak sekali macamnya. Ada yang harus disemprotkan pada saat gulma sudah tumbuh, ada juga yang digunakan khusus untuk membunuh gulma yang baru mulai tumbuh yang belum tumbuh. Herbisida yang disemprotkan sesudah gulma tumbuh biasanya jenis yang dapat membunuh gulma secara cepat. Kadang-kadang herbisida itu juga dapat mengenai padi, sehingga daun padi akan menguning untuk sementara sebelum sembuh kembali setelah diberi pupuk susulan. Dibuat oleh : Muhammad Noor S.ST, BPP Labuan Amas Utara Sumber : http://budidayatanamanpadisawah.blogspot.co.id/2016/01/cara-pengendalian-gulma-pada-tanaman.html