Loading...

PENGENDALIAN HAMA BELALANG KEMBARA DI WILAYAH KECAMATAN LAMBOYA

PENGENDALIAN HAMA BELALANG KEMBARA DI WILAYAH KECAMATAN LAMBOYA
Oleh : Stefanus M. Landa, SP Editing : Stefanus M. Landa, SP Belalang kembara memiliki nama ilmiah Locusta migrotoria manilensis Meyen. Belalang ini merupakan satu-satunya spesies belalang yang mengalami transformasi dari 51 spesies anggota Acrididae. Belalang kembara ini sendiri diketahui memiliki tiga fase populasi yaitu : Pertama adalah fase soliter yakni populasi belalang yang rendah dan mempunyai perilaku individual. Kedua, fase transisi yakni populasi belalang yang cukup tinggi dan mulai membentuk kelompok-kelompok kecil. Ketiga adalah fase gregarius yaitu populasi belalang yang telah bergabung dan membentuk gerombolan besar yang sangat merusak. “Belalang kembara memakan daun-daun tanaman, mengurangi luas permukaan daun dan mengganggu fungsi fisiologis tanaman yang berpengaruh terhadap produktivitas tanaman,” jelasnya. Salah satu daerah yang saat ini benar-benar terdampak hama Belalang Kembara yakni di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat, Jantje Lakumau SP saat bersama para penyuluh dan Tim Pengendali Hama Belalang Kembara Kabupaten Sumba Barat menyampaikan belalang kembara tersebut telah memakan tanaman jagung dan padi ladang. Daun tanaman jagung dan padi ladang yang dimiliki warga dimakan hingga nyaris habis di Desa Patiala Bawa, Watukarere dan Lamboya Bawah. Selanjutnya harapan beliau agar adanya peran aktif dari masyarakat dalam memberikan informasi dan secara bersama-sama dalam penyemprotan hama belalang tersebut. Dengan kerjasama yang baik maka perkembangan Hama Belalang tersebut lebih mudah dikendalikan.