1. PENDAHULUANBurung Pipit, adalah salah satu ancaman serius bagi para petani. Hidup berkoloni dan cepat berkembang biak serta makan padi, sehingga menjadi hama yang sulit dikendalikan. Akibat serangan Burung Pipit, dapat menyebabkan gagal panen. Burung Pipit juga sering menyerang benih persemaian petani yang baru ditanam.Maka di sawah-sawah atau ladang, para petani sering menggunakan orang-orangan, kaleng atau plastik yang digantung ditali, tali kaset bekas, CD dan lain-lain untuk mengendalikan serangan hama Burung Pipit. Tetapi itu semua tidak banyak berpengaruh, Kadang petani sampai menggunakan racun, meracun Burung Pipit tidak direkomendasikan karena tidak aman dan tidak ramah lingkungan. 2. BUAH KUKU BAU (Mucuna sloanei)Kuku Bau artinya Cakar Elang diambil dari bahasa suku Tamambaloh di daerah Perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu. Masyarakat lokal menyebutnya Kuku Bau, karena bunga tumbuhan kacang-kacangan ini bentuknya seperti Cakar burung Elang.Kuku Bau adalah jenis Liana, yang banyak tumbuh liar di hutan sekunder atau bekas-bekas ladang, biasanya dekat anak–anak sungai, tumbuh merambat keatas. Sampai sekarang Tim Penulis belum mendapatkan referensi apa nama resmi bahasa Indonesianya.Dari berbagai literatur yang didapatkan bahwa tumbuhan ini masuk dalam Famili Fabaceae/ Leguminosae, tumbuh liar menyebar di daerah tropis, mulai dari Philipina, Malaysia, sampai Indonesia (Kalimantan dan Sumatera). Belum banyak informasi yang diperoleh, tentang pemanfaatan tumbuhan ini. Tumbuhan Kuku Bau, berbuah sepanjang tahun, kulit buah mudanya berwarna merah, kalau sudah tua berwarna hitam dengan biji-kecoklatan 4 – 5 butir dalam setiap buah. Ciri khasnya adalah buahnya mengandung miang, dari informasi beberapa orang kampung, apabila terkena miangnya bisa menyebabkan gatal-gatal bahkan sampai infeksi, karena mengandung toksin (racun). 3. KUKU BAU SEBAGAI PENGENDALI HAMA BURUNG PIPIT A. Alat dan Bahan1) Sarung Tangan2) Buah Kuku Bau3) Ajir dari Bambu B. Cara Pembuatan1) Kumpulkan Buah Kuku Bau, semakin banyak semakin baik; 2) Pilih buah yang muda (berwarna merah) karena selain kelihatan kontras dan juga lebih banyak miang-nya dibanding buah yang tua;3) Siapkan ajir bambu, belah diujung untuk tempat menyimpan Buah Kuku Bau, gunakan Sarung Tangan, agar tidak terkena miang;4) Pasang ajir sekeliling sawah/ladang dengan tinggi minimal 50 cm diatas rata-rata tinggi padi, dengan jarak kira-kira antar ajir 5 meter di sekeliling ladang dan ditengah ladang (jarak antar makin pendek makin baik); 4. PEMBAHASANBahwa Buah Kuku Bau terbukti ditakuti dan dihindari burung Pipit. Percobaan bahkan sudah sering diaplikasikan di sawah dan ladang oleh Penyuluh, memang membuktikan bahwa pemasangan Buah Kuku Bau di ladang atau di sawah mampu menghindarkan sawah atau ladang dari serangan Burung Pipit baik tanaman padi yang mau dipanen maupun di lahan persemaian. Pada saat pemasangan Buah Kuku Bau di Sawah/Ladang, nampak nyata burung Pipit tidak mau mendatangi padi, atau menghindar bila melihat Buah Kuku Bau dipasang di ladang.Karena penemuan sederhana ini baru, maka Tim Penyusun kesulitan mencari informasi, referensi yang lebih detail dan pasti. Dari literatur dan internet, Tim Penyusun hanya dapat menemukan Nama Spesiesnya yaitu Mucuna sloanei dari famili Fabaceae (Leguminosae). Bahkan nama tumbuhan tersebut dalam bahasa Indonesia-nya saja sampai saat ini belum kami dapatkan. Tetapi yang pasti, bahwa tumbuhan ini bermanfaat bagi para petani. Penyebabkan Burung Pipit menghindar dari Buiah Kuku Bau ini yaitu :a. Kulit Buah Kuku Bau mengandung banyak miang, terutama Buah Kuku Bau yang masih muda. Apabila terkena miang ini, terasa gatal bahkan bisa menyebabkan infeksi. Ini yang ditakuti oleh burung pipit dan enggan hinggap diatas ajir dimana ada Buah Kuku Bau disitu. Makanya memilih buah yang masih muda (berwarna merah) lebih efektif, karena miangnya lebih banyak. Biasanya semakin tua buahnya, miangnya juga rontok dan semakin sedikitb. Buah Kuku Bau saat diletakkan diatas ajir, nampak seperti burung predator, sehingga burung pipit pun takut mendekati. Tumbuhan ini, cukup mudah ditemui petani khususnya di sekitar ladang. Biasanya bijinya dikumpulkan, dilubangi dan dijadikan kalung atau manik-manik oleh petani, bahkan batangnya apabila dipotong, mengandung air yang bisa diminum, rasanya kelat dan oleh masyarakat lokal digunakan untuk mengobati sakit perut. 5. KEUNGGULAN1) Berdasarkan literatur, Kuku Bau (Mucuna sloanei) mudah di jumpai, Tumbuh dan tersebar di daerah tropis seperti Indonensia, Malaysia, Philipina dalam berbagai varietas;2) Buah Kuku Bau mudah didapatkan dan berbuah sepanjang tahun;3) Penggunaannya dan pemasangannya praktis, hasilnya ampuh dan sangat efektif mengendalikan Burung Pipit dibandingkan cara-cara lain yang telah digunakan sebelumnya;4) Murah, nyaris tanpa biaya;5) Mudah dipahami dan diaplikasikan para petani, dan ramah lingkungan;6) Dari berbagai informasi, baik internet mupun media masa dan elektronik, Penanggulangan Hama Pipit dengan Kuku Bau merupakan penemuan baru dan belum pernah ada sebelumnya. 6. PENUTUP / KESIMPULANBuah Kuku Bau (Mucuna sloanei) merupakan cara baru yang telah terbukti efektif dan ampuh mencegah serangan Burung Pipit di sawah atau ladang. Cara baru ini, diharapkan dapat diinformasikan secara luas bagi para petani di seluruh Indonesia.Teknologi sederhana ini, penting disampaikan karena sangat bermanfaat bagi petani dalam rangka menanggulangi serangan Hama Burung Pipit. Karena masih baru dan perlu untuk dipublikasikan secara luas. Tanaman Kuku Bau mudah dijumpai dan tersebar di seluruh Indonesia, tentu dengan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat sekarang ini penanggulangan Hama Burung Pipit dengan Buah Kuku Bau dapat menjadi dipakai seluruh petani Indonesia. Rufina, S.PKP (WKPP Sibau Hilir BPP Seluan Kecamatan Putussibau Utara)