Kebanyakan tanaman daun rentan atau mudah terserang penyakit bila kelembaban lingkungan tinggi atau tanaman dalam kondisi "stress" atau tidak sehat. Lingkungan yang lembab terjadi pada saat musim penghujan, penempatan tanaman aglaonema yang terlalu rapat, atau sirkulasi udara tidak berjalan dengan lancar. Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. A. Hama Hama adalah hewan pengganggu tanaman yang cara fisik masih dapat dilihat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda pula, diantaranya : 1. Mealybug Penyebabnya kutu putih Homoptera. Serangan kutu ini menyebabkan bintik-bintik putih halus dipermukaan daun, batang, dan akar. Meski kurang aktif, kehadirannya dapat menghambat pertumbuhan. Cara mengatasinya dengan menyemprot insektisida, seperti Melathion atau Akothion dengan dosis 1ml/l air diberikan tiga hari sekali. Bila menyerang akar, segera dipotong lalu olesi larutan fungisida untuk mencegah serangan menyebar hingga batang. Setelah itu batang di tanam kembali ke media tanam. 2. Kutu Sisik Hama ini menyerang daun, pelepah, batang dan bunga. Kutu sisik bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang lebih kecil. Hama ini dapat menyebabkan daun mengerut, kuning layu dan akhirnya mati. 3. Kutu Perisai Hama ini menyerang bagian daun dan biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan dibagian tulang daun. Hama kutu ini memiliki bentuk seperti perisai pada bagian punggungnya. 4. Belalang Hama belalang menyerang tanaman aglaonema sama halnya seperti ulat, yaitu menyerang daun. 5. Ulat Ulat dapat menyerang tanaman aglaonema. Namun, serangannya sangat jarang, kecuali bila tanaman aglaonema ditempatkan secara sembarangan dan bercampur dengan tanaman lain. Tanaman yang diserang sangat mudah terdeteksi dengan banyaknya lubang-lubang di tengah atau di samping daun sebagai bekas gigitan ulat. B. Penyakit Beberapa penyakit yang harus diwaspadai menyerang aglaonema, yaitu : 1. Layu Bakteri Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwina. Gejala serangannya daun atau tangkai rusak dan berlendir berwarna coklat ke abu-abuan. Daun atau tangkai tersebut bisa hancur. Daun dan tangkai yang hancur akan menjadi seperti bubur dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Untuk mengatasi penyakit seperti ini, daun yang sakit dipangkas dan dibuang atau dapat di semprot dengan Vinegar Solution dengan dosis sesuai anjuran. 2. Busuk Akar Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pythium. Penyakit ini muncul pada saat kondisi media tanam terlalu basah. Untuk mengatasi penyakit ini tanaman diangkat dan buang akar yang rusak. Akar dicuci bersih, kemudian ditanam kembali pada pot yang bersih. Media tanam yang digunakan merupakan media tanam yang lama karena telah tercemar jamur Pythium. Dengan cara ini tanaman akan tumbuh cepat. Selain itu, dapat juga tanaman disemprot dengan fungisida, misalnya Aliette. 3. Layu Fusarium Penyakait ini disebabkan oleh jamur Fusarium. Aglaonema yang terserang penyakit ini ditandai dengan pinggiran berwarna ungu kemerahan. Pada tahap awal, fusarium kadang berbentuk lingkaran kecil berwarna merah cerah di bawah batang. Cara pencegahannya bagian yang terserang dibuang, kemudian tanam kembali dengan media tanam yang baru. 4. Daun Keriting Penyakit ini disebabkan oleh virus. Virus yang menyarang aglaonema ditandai dengan daun yang berubah menjadi kekuningan atau menjadi keriting. Perubahan pada daun aglaonema tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringn lainnya pada daun. Untuk pengendaliannya, lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif. C. Pencegahan Secara Umum Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan, sebagai berikut : 1. Hindari letak tanaman yang terlalu rapat 2. Usahakan drainase baik, jangan terlalu banyak menyiram 3. Usahakan sirkulasi udara berlangsung baik 4. Hindari kerusakan-kerusakan fisik pada tanaman, misal putusnya tangkai atau daun, karena tempat yang terpotong dapat menjadi tempat masuknya bakteri atau jamur 5. Keluarkan tanaman yang terinfeksi dan segera lakukan pencegahan Sumber : Seri Agrihobi Aglaonema Ir. Sumardi