Loading...

Pengendalian Hama dan Penyakit Kedelai Hitam

Pengendalian Hama dan Penyakit Kedelai Hitam
Ada dua teknik dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman kedelai hitam, yaitu secara mekanis dan menggunakan pestisida. Namun, pengendalian secara mekanis seperti perbaikan terhadap cara budidaya lebih dianjurkan. Cara ini telah terbukti efektif mengatasi hama/penyakit dan cenderung ramah lingkungan. Pengendalian dengan menggunakan pestisida, terutama pestisida kimia, cenderung harus diminimalisir karena takut menimbulkan efek samping yang buruk bagi lingkungan sekitar. Prinsip Pengendalian Hama Terpadu : Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya didasarkan pada prinsip pengelolaan hama terpadu (PHT). Prinsip tersebut meliputi pengendalian hama/penyakit melalui perbaikan pola tanam, cara fisik, cara mekanis, cara hayati, dan cara kimia. Perbaikan pola tanam meliputi : • Pemilihan varietas unggul; • Penanaman benih bebas hama maupun penyakit; • Waktu tanam yang serempak; • Pengaturan jarak tanam; • Pengelolaan tanah dan air; • Penyiangan dan sanitasi, serta • Pemupukan berimbang. Cara fisik meliputi : Penggunaan lampu perangkap (traping). Fungsi utama lampu perangkap hanya menarik perhatian serangga karena serangga sangat tertarik terhadap cahaya lampu. Apabila serangga telah terkumpul maka selanjutnya dapat dikendalikan dengan ditangkap. Misalnya untuk pengendalian wereng hijau. Cara mekanis meliputi : Pengendalian dengan menggunakan tindakan mematikan hama secara langsung Cara ini dilkukan dengan mencari adanya hama dan selanjutnya dilakukan pemusnahan. Fase hidup hama yang dikumpulkan dan dibunuh adalah yang mudah ditemukan seperti telur dan larva. Atau dapat pula mengumpulkan bagian tanaman yang terserang hama. Misalnya : pengumpulan kelompok telur dan larva instar ke-3 untuk pengendalian ulat grayak (Spodoptera litura).   Cara hayati meliputi : • Pemanfaatan agen hayati berupa musuh alami misalnya dengan Trichoderma sp. • Penggunaan bahan alami yang mengandung racun bagi hama dan penyakit, misalnya tanaman mimba, mindi, tembakau dan gadung. Cara kimia dengan menggunakan pestisida : Pengendalian dengan cara ini merupakan pengendalian yang biasanya dilakukan sebagai alternatif terakhir. Karena kebanyakan masih menggunakan bahan kimia sintetik yang membahayakan. Akan tetapi pada dasarnya penggunaan bahan kimia untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tidak serta merta membasmi keseluruhan OPT dengan membunuhnya. Kehadiran hama dan penyakit seringkali menganggu tanaman yang sedang tumbuh subur, namun dengan pemeliharaan yang intensif dan memahami teknik pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, insyaalah semuanya bisa diatasi. Mudah-mudah informasi diatas dapat bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Petunjuk Praktis Kedelai Hitam, 2012. Penebar Swadaya. Bogor. 2) http://ardiawan-1990.blogspot.com 3) Sumber Gambar : http://4.bp.blogspot.com