Loading...

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA
Tanaman yang diserang hama dan penyakit akan terganggu pertumbuhannya dan produksinya tidak maksimal, akhirnya petani mengalami kerugian. Serangan pada tanaman buah naga bisa mulai sejak tanaman masih di pembibitan, maka petani harus melakukan pengamatan terhadap serangan hama dan penyakit secara rutin seminggu sekali setelah tanam di persemaian. Berikut beberapa jenis penyakit dan hama tanaman yang perlu dipahami petani buah naga agar tanamannya tumbuh dengan baik dan berproduksi optimal.Penyakit utama yang menyerang tanaman buah naga, meliputi busuk pangkal batang, busuk bakteri, dan fusarium. Busuk Pangkal Batang Penyakit ini disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Gejala timbul pada awal penanaman, tanaman mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan, dan terdapat bulu putih. Sering terjadi pada bibit setek yang tidak bertangkai atau setek yang belum berakar. Pengendaliannya dengan penyemprotan Benlate 2 g/liter air atau Ridomil 2 g/liter 14 hari sekali selama satu bulan atau hanya dua kali penyemprotan. Bila ada gejala kekuningan pada bagian pangkal batang, maka disemprot seluruh cabang, diutamakan pada bagian pangkal batang. Selain itu, dapat juga diberikan Benlate atau Ridomil dengan cara kocorkan pada pangkal batang sebanyak 100-150 cc. Busuk Bakteri Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pseudomonas sp., dengan gejala tanaman tampak layu, kusam, dan terdapat lendir putih kekuningan di batang yang berwarna cokelat atau batang pokok. Pengendaliannya dengan cara tanaman yang sakit dicabut, lalu lubang bekas tanaman tersebut diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk. Seminggu kemudian, lubang tersebut ditanami bibit baru. Fusarium Penyakit ini disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl, yang gejalanya terlihat pada cabang tanaman berkerut, layu, dan berwarna busuk cokelat. Pengendalian dapat dengan segera disemprot Benlate berkonsentrasi 2 g/liter air, tujuh hari sekali hingga tiga kali peyemprotan. Penyemprotan dilakukan pada bagian cabang atau batang. Sedangkan hama tanaman buah naga, antara lain tungau, kutu putih, kutu batok, kutu sisik, bekicot, semut, uret, belalang kayu, orong-orong, ulat grayak, dan burung/codot (Jawa). Tungau (Tetranychus sp.) Hama tungau menyerang kulit cabang, gejalanya pada jaringan klorofil pada permukaan kulit cabang berubah warna menjadi cokelat. Pengendalian dengan menyemprotkan Omite berkonsentrasi 1-2 g/liter air pada bagian cabang atau batang, dilakukan tujuh hari sekali sebanyak 2-3 kali penyemprotan. Kutu Putih Hama kutu putih atau mealybug menyerang tanaman dengan gejala terlihat pada permukaan kulit cabang berselaput kehitaman atau tampak kotor. Pengendalian dengan menyemprotkan insektisida sistemik (Kanon) berkonsentrasi 1-2 cc/liter air. Penyemprotan dilakukan terutama di sela-sela tanaman yang ternaungi cabang lainnya. Kutu batok (Aspidiotus sp.) Serangan hama kutu batok terlihat gejala pada cabang tanaman buah naga berubah warna dari hijau menjadi kuning akibat cairan tanaman diisap. Pengendalian dengan penyemprotan Kanon pada seluruh permukaan cabang/batang secara merata, umumnya dilakukan tujuh hari sekali. Kutu sisik (Pseudococcus sp.) Serangan hama kutu sisik menunjukkan gejala pada percabangan tanaman terdapat semut dan permukaan cabang menjadi kusam. Pengendaliannya dengan menyemprotan Kanon 1-2 cc/liter air pada tanaman yang terserang tujuh hari sekali. Penyemprotan dilakukan secara merata pada bagian dalam dan di sela-sela sulur/tunas tanaman buah naga. Bekicot Serangan bekicot terlihat gejala pada tunas tanaman menjadi rusak karena digerogoti, terkadang tunas membusuk. Pengendalian dengan cara pengambilan bekicot yang menempel batang/cabang dan sanitasi kebun, yaitu menjaga kebersihan kebun, terutama keberadaan gulma harus dibersihkan karena gulma menjadi sarang hama untuk berkembang biak. Semut Hama semut bermunculan pada saat tanaman buah naga mulai muncul kuntum bunga, sehingga terlihat gejala kulit buah menjadi berbintik-bintik kasar berwarna cokelat. Jika serangan parah maka pentil buah akan menjadi kerdil dan mudah rontok. Pengendaliannya dengan penyemprotan Gusadrin 2 cc per liter air. Uret Hama uret biasanya menyerang pada akar tanaman sehingga terlihat gejala tanaman menjadi layu, pertumbuhan sulur terhambat. Apabila dibiarkan bisa menyebabkan tanaman menjadi staknan/kerdil. Pencegahan dengan penggunaan pupuk kandang yang sudah difermentasi, tapi apabila sudah terserang dapat diatasi dengan cara pemberian serbuk uret. Belalang Kayu Hama belalang menyerang pada cabang-cabang produktif khusunya pada tunas-tunas produktif, sehingga gejalanya tanaman menjadi tidak produktif. Pengendalian dilakukan dengan cara menangkapi belalang tersebut pada pagi hari atau setelah turun hujan, tetapi jika jumlahnya banyak dapat menggunakan serbuk belalang. Orong-Orong Hama orong-orong menyerang perakaran tanaman yang muda (akar serabut), sehingga tanaman menjadi layu, pertumbuhan sulur terhambat. Apabila dibiarkan bisa menyebabkan tanaman menjadi staknan/kerdil. Pengendaliannya dengan menggunakan racun orong-orong yang dicampur dengan bekatul dan ditaburkan disekitar tanaman. Atau bisa juga menggunakan dolomite yang disebarkan disekitar tanaman yang terserang. Ulat Grayak Hama ulat grayak menyerang pada pucuk sulur muda, sehingga menghambat pertumbuhan sulur. Pengendalian nya dengan penyemprotan dengan insektisida. Burung/Codot (Jawa) Burung atau sering disebut Codot (di Jawa), pada umumnya menyerang buah yang telah berwarna merah dan terletak di bagian atas. Serangan hama ini tidak menimbulkan kerusakan yang parah, sehingga dapat diabaikan. Selanjutnya, apabila ada kesulitan konsultasikan dengan Penyuluh Pertanian dan atau petugas Pengamat Hama dan Penyakit (PHP)/POPT setempat. Sumber Informasi:1. Daniel Kristanto. 2008. Buah Naga, Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. 2. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 3. Hasil Kajian dan Pengalaman di Lapangan oleh Pemuda Tani Sukoharjo dan Petani Mitra.