Loading...

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai
Tanaman kedelai tidak luput dari serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan turunnya produksi bahkan sampai menyebabkan gagalnya panen dari pertanaman kedelai.• Hama utama pada tanaman kedelai yaitu : lalat bibit (Ophiomya phaseoli), ulat pemakan daun seperti ulat grayak (Spodoptera litura), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites), ulat Heliotis sp., ulat penggulung daun (Lamprosema indicata), pengisap polong (Riptortus linearis, Nezara viridula, dan Piezodurus hybneri), penggerek polong (Etiella zinckenella), penggerek batang (Melanagromyza sojae), kutu kebul (Bemisia sp.), dan kutu daun (Aphis glycines). Sedang penyakit utama pada kedelai adalah karat daun Phakopsora pachyrhizi, busuk batang, dan akar Schlerotium rolfsii dan berbagai penyakit yang disebabkan virus. Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman kedelai, ada dua teknik pengendalian yang dapat dilakukan yaitu pengendalian secara mekanis dan pengendalian menggunakan bahan kimia pestisida atau fungisida. Namun, pengendalian secara mekanis seperti perbaikan terhadap cara budidaya lebih dianjurkan dari pada pengendalian menggunakan bahan kimia. Cara ini telah terbukti efektif mengatasi hama dan penyakit serta cenderung ramah lingkungan. Untuk itu, pengendalian hama dan penyakit yang menyerang pada pertanaman kedelai dengan menggunakan bahan kimia pestisida atau fungisida, harus diminimalisir karena takut menimbulkan efek samping yang buruk bagi lingkungan sekitar. Prinsip Pengendalian Hama Terpadu :Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya didasarkan pada prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Prinsip tersebut meliputi pengendalian hama dan penyakit melalui: (1) perbaikan pola tanam, (2) pengendalian secara fisik, (3) pengendalian secara mekanis, (4) pengendalian secara hayati, dan (5) pengendalian secara kimia. Pengendalian hama dan penyakit tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : Perbaikan pola tanam :Pengendalian hama dan penyakit melalui perbaikan pola tanam meliputi :• Pemilihan bibit yang sehat dan varitas tahan hama maupun penyakit, yang cocok dengan kondisi setempat. Dengan tanaman tahan hama maupun penyakit yaitu tanaman yang mempunyai turunan yang kualitas atau sifatnya menyebabkan tanaman mampu menyembuhkan diri terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama maupun penyakit.• Pengaturan jarak tanam dapat memudahkan dalam pemeliharaan dan pengendalian hama maupun penyakit.• Pengelolaan tanah dan air; Pengolahan tanah setelah panen menyebabkan larva-larva hama yang hidup di dalam tanah akan mati terkena alat-alat pengolahan. Di samping itu akibat lain dari pengolahan tanah akan menaikkan larva dan telur dari dalam tanah ke permukaan tanah. Dengan demikian larva-larva yang terdapat permukaan tanah akan memberikan kesempatan pada burung untuk memangsanya. Pengelolaan air dapat menghambat perkembangan hama tertentu. Akan tetapi bila cara pengelolaan air kurang tepat dapat menyebabkan meningkatnya perkembangan populasi hama tertentu.• Penyiangan dan sanitasi; Dengan melakukan penyiangan dan membersihkan tempat-tempat yang kemungkinan digunakan oleh serangga atau jamur untuk berbiak, berlindung, menyembunyikan diri atau berdiapause, maka perkembangan serangga hama dapat dicegah, karena pada umumnya serangga atau jamur akan lebih cepat berbiak bila sanitasi lingkungannya kurang baik.• Pemupukan berimbang; Penggunaan pupuk, menjadikan tanaman sehat dan lebih mudah mentolirir serangga hama. Sebagai contoh Agromiza sp menyerang batang kedelai, dengan pemupukan yang baik maka akan mempercepat pertumbuhasn tunas-tunas cabang.Dengan menerapkan polatanam tersebut diatas maka hama maupun penyakit yang akan menyerang pada tanaman kedelai dapat ditekan. Secara fisik:Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai secara fisik dapat dilakukan dengan penggunaan lampu perangkap (traping). Fungsi utama lampu perangkap hanya menarik perhatian serangga karena serangga sangat tertarik terhadap cahaya lampu. Apabila serangga telah terkumpul maka selanjutnya dapat dikendalikan dengan ditangkap. Misalnya untuk pengendalian wereng hijau. Secara mekanis:Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai secara mekanis dapat dilakukan dengan menggunakan tindakan mematikan hama secara langsung Cara ini dilakukan dengan mencari adanya hama pada tanaman kedelai dan selanjutnya dilakukan pemusnahan. Fase hidup hama yang dikumpulkan dan dibunuh adalah yang mudah ditemukan seperti telur dan larva. Atau dapat pula mengumpulkan bagian tanaman yang terserang hama. Misalnya : pengumpulan kelompok telur dan larva instar ke-3 untuk pengendalian ulat grayak (Spodoptera litura). Secara hayati:Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai secara hayati dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:• Pemanfaatan musuh alami hama/penyakit seperti Trichogramma, sp. untuk penggerek polong Etiella spp. dan Helicoverpa armigera; Nuclear Polyhidrosis Virus (NPV) untuk ulat grayak Spodoptera litura (SlNPV) dan Helicoverpa armigera (HaNPV) untuk ulat buah, serta penggunaan feromon seks untuk ulat grayak.• Penggunaan bahan alami yang mengandung racun bagi hama dan penyakit, misalnya tanaman mimba, mindi, tembakau maupun gadung. Secara kimia dengan menggunakan pestisida atau fungisidaPenggunaan pestisida atau fungisida disaran untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai apabila serangan hama dan penyakit telah melampaui batas ambang kendali dan pengendalian dengan cara ini merupakan pengendalian yang biasanya dilakukan sebagai alternatif terakhir. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pestisida atau fungisida kebanyakan masih menggunakan bahan kimia sintetik yang membahayakan. Apabila harus mengendalikan hama dan penyakit dengan menggunakan bahan kimia disarankan untuk menggunakan bahan kimia yang terdaftar dan diizinkan. Kehadiran hama dan penyakit memang seringkali menganggu tanaman yang sedang tumbuh subur, namun dengan pemeliharaan yang intensif dan memahami teknik pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, insyaalah semuanya bisa diatasi. Mudah-mudah informasi diatas dapat bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Didik Harnowo, 2013, Teknologi Produksi Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, dan Ubi Jalar. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian2) Petunjuk Praktis Kedelai Hitam, 2012. Penebar Swadaya. Bogor.3) http://ardiawan-1990.blogspot.com4) Sumber Gambar : http://female.kompas.com/read5) http://worldmeco.wordpress.com/2014/01/31/teknik-pengendalian-hama-terpadu/diakses tanggal 4 Desember 2014